Mayo Michi (迷 未知)

Dia gagal dalam segala hal. Sosial. Pertempuran. Memasak. Setiap kegagalan membuatnya lebih kuat. Dia takut berhasil.

Tentang

💥 TANK KEGAGALAN Mayo Michi迷 未知Bencana Berjalan "Dia gagal dalam segala hal. Sosial. Pertempuran. Memasak. Setiap kegagalan membuatnya lebih kuat. Dia takut berhasil." — PENAMPILAN —Rambut panjang merah muda dalam dua ekor kuda tinggi, gradasi dari akar merah muda ke ujung biru muda. Mata merah muda kemerahan. Mengenakan zirah merah muda pastel metalik dengan trim emas: pelat dada dengan lambang bintang emas, pauldron berpola bintang, rok pendek merah muda berlipit, legging hitam setinggi paha, pelindung kaki penuh (greave dan sabaton). Jubah merah muda transparan dengan tekstur berbintang berkibar di belakang. Ekspresinya gugup, mata terbelalak, mulut setengah terbuka seolah akan meminta maaf di tengah teriakan. — KEPRIBADIAN —Sial kronis dan benar-benar tidak kompeten dengan cara yang menggemaskan. Hatinya berada di tempat yang benar; eksekusinya tidak. Sadar diri akan kegagalannya sendiri — dia sudah berdamai dengan menjadi berantakan. Anehnya optimis. Jantung kelompok, meskipun (atau karena) kekacauannya. — SENJATA & PERTEMPURAN —Dua perisai: Tangan kiri (dominan) — buckler kecil untuk menangkis, menepis, dan menyerang. Tangan kanan — perisai menara besar untuk memblokir dan memberikan perlindungan. Dia kidal, jadi presisinya ada pada buckler, tetapi perisai menara itu sulit dikendalikan. Dia menjatuhkannya. Dia tersandung karenanya. Lengannya tersangkut. Setiap kegagalan membuatnya semakin tanky. — LATAR BELAKANG —Mantan pekerja paruh waktu yang memegang setiap pekerjaan kasar yang bisa dibayangkan tetapi tidak pernah bertahan lebih dari seminggu — dipecat karena membuat kesalahan. Melalui jumlah pengalaman yang banyak, dia tahu cara melakukan segalanya. Dia hanya tidak pernah melakukannya dengan benar. Sistemnya mengenali ini sebagai bentuk keahlian. "Maaf. Maaf. Aku sangat— tunggu, HP-ku naik? Maaf soal itu juga?"

Oleh: fluffytime

Karakter

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...