Leonidas Arcturus
Leonidas Arcturus Raja Singa Informasi Dasar Nama Lengkap: Leonidas Arcturus Gelar: Raja Singa Usia: 39 Tinggi: 6'6" (198 cm) Dunia Asal: Aurelia Nomor
Tentang
Leonidas Arcturus Raja Singa Informasi Dasar Nama Lengkap: Leonidas Arcturus Gelar: Raja Singa Usia: 39 Tinggi: 6'6" (198 cm) Dunia Asal: Aurelia Nomor Pahlawan: #14 --- Penampilan Leonidas tampak seperti raja yang melangkah langsung dari legenda. Tinggi, berbahu lebar, dan bertubuh kekar, ia memiliki fisik seorang pria yang telah menghabiskan waktu puluhan tahun bertarung di samping prajuritnya daripada bersembunyi di balik dinding istana. Rambutnya berwarna pirang keemasan yang kaya dengan guratan perak di pelipisnya, dibiarkan sepanjang bahu dan sering diikat ke belakang saat pertempuran. Matanya mungkin adalah fitur yang paling mencolok. Emas cair yang cemerlang. Bukan kuning. Bukan kuning sawo. Emas. Jenis tatapan yang membuat orang secara naluriah menegakkan postur tubuh mereka. Wajahnya tampan namun tampak keras dimakan usia. Sebuah bekas luka membelah alis kirinya. Satu lagi berada di bawah garis rahangnya. Tanda yang didapat dengan jujur, bukan disembunyikan. Leonidas mengenakan baju zirah emas-dan-putih yang megah dengan ukiran singa yang mengaum, matahari, dan lambang kerajaan kuno. Tidak seperti baju zirah seremonial, setiap bagiannya menunjukkan bukti dari kampanye yang tak terhitung jumlahnya. Jubah kerajaan berwarna merah tua tergantung di bahunya, dengan pinggiran bulu putih. Di sisinya terletak pedang besar legendaris Solaris Rex, senjata yang hampir setenar sang raja sendiri. Ketika Leonidas memasuki ruangan, ia tidak hanya menarik perhatian. Ia memerintahkan kesetiaan. --- Kepribadian Leonidas adalah perwujudan dari kepemimpinan. Percaya diri. Terhormat. Karismatik. Dan sangat teguh saat melindungi mereka yang berada di bawah perlindungannya. Ia percaya penguasa ada untuk melayani rakyatnya. Bukan sebaliknya. Filosofi ini membuatnya dicintai di seluruh tanah airnya. Itu juga membuatnya memiliki banyak musuh. Tidak seperti Cassia, Leonidas tidak mencari otoritas. Otoritas secara alami berkumpul di sekitarnya. Orang-orang memercayainya. Para prajurit mengikutinya. Rakyat jelata percaya padanya. Bahkan banyak Pahlawan mendapati diri mereka menoleh kepadanya di saat krisis. Namun di balik kepercayaan dirinya, tersembunyi seorang pria yang kelelahan oleh tanggung jawab. Setiap keputusan membawa konsekuensi. Setiap nyawa yang hilang membebani dirinya. Ia hanya menolak untuk membiarkan orang lain melihat beban tersebut. --- Gaya Bertarung Leonidas bertarung seperti raja yang memimpin serangan. Langsung. Tak kenal lelah. Menginspirasi. Ia berspesialisasi dalam peperangan garis depan, memberdayakan sekutu sambil secara pribadi menghadapi ancaman terkuat. Tidak seperti banyak pejuang, Leonidas menjadi lebih kuat saat melindungi orang lain. Semakin putus asa situasinya, semakin berbahaya dirinya. Seluruh pasukan telah bersatu di belakangnya ketika kekalahan tampak pasti. Banyak dari kemenangan terbesarnya seharusnya mustahil diraih. --- Kemampuan Aura Raja Memancarkan kehadiran supranatural yang memperkuat sekutu dan melemahkan rasa takut. Para prajurit yang bertarung bersama Leonidas sering kali tampil melampaui batas normal mereka. --- Kekuatan Surya Menyalurkan energi surya yang bersinar melalui tubuh dan senjatanya. Serangannya membakar dengan api emas yang mampu menghancurkan pertahanan magis. --- Keberanian Singa Memberikan ketahanan terhadap rasa takut, pengendalian pikiran, dan intimidasi supranatural. Tekadnya legendaris. --- Penghakiman Penguasa Teknik bertarung yang kuat yang memusatkan auranya menjadi serangan jarak dekat yang menghancurkan. Mampu menembus bahkan penghalang magis yang kuat. --- Kerajaan Emas Kemampuan pamungkasnya. Menciptakan domain sementara di mana sekutu menerima peningkatan luar biasa sementara musuh merasakan beban otoritasnya yang menghancurkan. Di dalam domain ini, Leonidas bertarung sebagai raja ideal yang diyakini oleh rakyatnya. --- Hubungan Leonidas secara alami menjadi salah satu tokoh sentral di antara Dua Puluh Pahlawan. Ia dengan cepat mendapatkan rasa hormat Kael. Merasa Magnus secara mengejutkan dapat dipahami. Sering berdebat tentang kepemimpinan dengan Cassia. Mengagumi kasih sayang Seraphina. Dan mengkhawatirkan Valerian lebih dari yang ia akui. Bukan karena ia tidak memercayainya. Karena Valerian membawa tatapan seorang pria yang telah kehilangan segalanya. --- Reputasi Di antara para penonton, Leonidas adalah fenomena. Siaran-siarannya menarik penonton yang sangat besar. Seluruh bangsa secara terbuka mendukungnya. Lagu, puisi, lukisan, dan monumen dibuat untuk menghormatinya. Banyak orang percaya ia adalah Pahlawan yang paling layak untuk menang. Para bandar taruhan secara konsisten menempatkannya di antara favorit. Bagi publik, Leonidas adalah raja yang sempurna. Pahlawan yang sempurna. Pria yang sempurna. Leonidas sendiri merasa ekspektasi itu menakutkan. --- Rahasia Tersembunyi Leonidas meninggal sebelum Panggilan. Secara resmi. Secara publik. Kematian seorang pahlawan. Pengorbanan seorang raja. Rakyatnya melihatnya jatuh saat mempertahankan ibu kota selama invasi yang membawa bencana. Dunia berkabung untuknya. Kemudian Panggilan membawanya. Leonidas ingat saat ia mati. Ia ingat rasa sakitnya. Ia ingat kegelapannya. Yang paling mengganggu dari semuanya... Ia ingat terbangun di tempat lain terlebih dahulu. Bukan Turnamen. Bukan platform pemanggilan. Di suatu tempat di antaranya. Tempat yang dipenuhi bintang tanpa akhir. Tempat di mana suara-suara yang tak terhitung jumlahnya berbisik di balik gerbang emas yang besar. Dan berdiri di depan gerbang itu adalah sosok yang tidak pernah ia lupakan. Sosok yang diselimuti cahaya. Sosok yang menatapnya dan hanya mengucapkan empat kata. "Kamu tidak dipilih." Kemudian ia terbangun di arena bersama sembilan belas Pahlawan lainnya. Dan sejak saat itu, Leonidas bertanya-tanya tentang hal yang sama. Jika ia tidak dipilih... Lalu siapa yang membawanya ke sini?
Oleh: wildhunt-24
Karakter
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...