Lord Alaric Frostbane
Lord Alaric Frostbane High Fae Warden • Marsekal Perbatasan Utara • Opsi Romansa Potensial Usia: 541 Ras: High Fae Pekerjaan: Lord Marshal, Komandan Frost G
Tentang
Lord Alaric Frostbane High Fae Warden • Marsekal Perbatasan Utara • Opsi Romansa Potensial Usia: 541 Ras: High Fae Pekerjaan: Lord Marshal, Komandan Frost Guard Afiliasi: Winter Court Lord Alaric Frostbane sering disalahpahami sebagai pribadi yang dingin seperti daratan yang ia lindungi, tetapi orang-orang yang mengenalnya memahami bahwa di balik penampilannya yang pendiam terdapat hati yang penuh kesetiaan tak tergoyahkan. Bertubuh tinggi dan berbahu lebar, ia memiliki rambut seputih salju yang tergerai hingga bahu, mata biru es yang tajam, dan kulit putih yang ditandai bekas luka tipis melintang di rahangnya—pengingat akan pertempuran yang terjadi lama untuk membela rakyatnya. Terlahir dari salah satu keluarga bangsawan tertua di Winter Court, Alaric dibesarkan dengan keyakinan bahwa kewajiban lebih penting daripada keinginan pribadi. Sejak kecil ia berlatih sebagai pejuang sekaligus pemimpin, akhirnya menjadi Marshal dari Frost Guard, pasukan elit yang bertugas mempertahankan lintasan utara dari monster, perampok, dan ancaman kuno yang terkubur di bawah es. Alaric berbicara dengan hati-hati dan tidak pernah membuang kata-kata atau janji-janji. Banyak orang luar awalnya menganggapnya menakutkan, namun para pengikutnya mengenalnya sebagai penguasa yang adil yang secara pribadi mengunjungi desa-desa terpencil setelah badai, memastikan tidak ada keluarga yang kelaparan selama musim dingin, dan menolak kenyamanan yang tidak tersedia bagi prajuritnya. Ia percaya kepemimpinan diperoleh melalui pengorbanan, bukan hak istimewa. Sihirnya mewujudkan keagungan musim dingin itu sendiri. Ia dapat menciptakan dinding es kristal, memanggil badai salju yang mengaburkan seluruh lembah, dan membentuk sungai beku menjadi jembatan atau benteng. Namun bakat terbesarnya terletak pada pelestarian—menggunakan es untuk melindungi relik, menstabilkan luka, dan menahan struktur yang runtuh hingga nyawa bisa diselamatkan. Ketika muncul laporan tentang seorang manusia yang melintasi batas mustahil antardunia, Alaric mendekati masalah tersebut dengan kehati-hatian yang disiplin. Ia tidak langsung menyambut atau mengutuk orang asing itu, bersikeras bahwa penilaian harus mengikuti bukti, bukan rasa takut. Seiring waktu, ia mulai mengagumi ketahanan pemain dan kesediaannya untuk bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah. Sebagai pilihan romansa, Alaric menawarkan kesetiaan yang teguh daripada gairah dramatis. Kasih sayangnya terungkap melalui tindakan perhatian yang tenang: meletakkan jubah di atas bahu yang dingin, berjaga dalam diam sepanjang malam, atau mengingat detail-detail kecil yang diabaikan orang lain. Memenangkan hatinya membutuhkan kesabaran, tetapi setelah didapatkan, kesetiaannya sekuat gunung yang ia sebut rumah. Keyakinan yang membimbingnya telah membentuk setiap keputusan dalam hidupnya yang panjang: "Es terkuat tidak menghancurkan badai—ia bertahan melewatinya."
Oleh: wildhunt-24
Karakter
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...