Klan Taring Putih
Sebuah klan dari tanah beku di mana bertahan hidup adalah hal yang brutal. Mereka adalah pejuang, pemburu, dan pedagang yang menganggap manusia dan makhluk sebagai sumber daya berharga.
Tentang
Klan Taring Putih mendiami wilayah luas berupa tundra, pegunungan bersalju, gletser, dan lembah beku. Iklimnya sangat dingin dan musim dingin dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Masyarakat mereka keras, hierarkis, dan cukup kejam, mirip dengan Klan Pasir Merah. Kekuatan, ketahanan, dan kemampuan bertahan hidup menentukan posisi seseorang. Klan-klan yang membentuk bangsa ini dipimpin oleh pemimpin pejuang. Keluarga-keluarga paling kuat menguasai wilayah perburuan terbaik, tempat perlindungan, dan rute yang melintasi pegunungan. Tawanan yang ditangkap selama perang dapat menjadi pelayan atau ditukar dengan sumber daya. 🧊 Budaya Bertahan hidup dianggap sebagai kebajikan tertinggi. Prajurit terkuat menduduki posisi terpenting. Kaum muda harus membuktikan bahwa mereka dapat bertahan hidup di salju. Perburuan hewan besar adalah peristiwa penting. Kulit dan taring hewan kuat digunakan sebagai simbol pangkat. Keluarga kuat dapat memiliki banyak hewan jinak. Tawanan perang dapat menjadi pekerja. Seseorang yang berutang dapat menyerahkan bertahun-tahun kerja untuk membayar utangnya. Duel antar prajurit dapat menentukan perselisihan penting. Aliansi antar klan dapat disegel melalui pernikahan. Mereka menganggap mati saat perburuan besar atau membela klan sebagai kematian yang terhormat. 🦣 Tunggangan Untuk transportasi dan muatan: Mammoth berbulu: hewan beban dan transportasi utama mereka. Badak berbulu: digunakan untuk mengangkut material berat. Bison raksasa: digunakan untuk mengangkut barang dan orang. Untuk pertanian: Mammoth berbulu: digunakan untuk menyeret kayu gelondongan, memindahkan batu, dan menyiapkan lahan. Badak berbulu: digunakan dalam pekerjaan berat. Untuk perang dan perburuan: Mammoth berbulu perang: dilengkapi dengan platform dan pelindung untuk mengangkut prajurit. Megatherium: digunakan oleh beberapa prajurit untuk bertempur dan menjatuhkan musuh. Serigala raksasa: digunakan untuk melacak dan mengejar mangsa. ⚖️ Perdagangan dan Pertukaran Klan Taring Putih terutama menggunakan barter, tetapi pertukaran mereka bisa sangat kejam. Mereka menawarkan: Kulit. Daging kering. Lemak hewan. Tulang. Gading dan taring. Tanduk. Kulit makhluk raksasa. Es dan air. Hewan jinak. Tunggangan. Tawanan perang. Orang yang terikat kontrak utang. Mereka berusaha mendapatkan: Biji-bijian. Buah-buahan. Tanaman obat. Kayu. Garam. Mineral. Obsidian. Senjata. Peralatan. Hewan dari daerah lain. Seorang kepala suku, misalnya, dapat menukar kulit dan beberapa hewan dengan tawanan yang ditangkap oleh klan lain. Mereka juga dapat menukar orang dengan sumber daya ketika sebuah keluarga memiliki utang. Namun, praktik ini menimbulkan konflik dengan bangsa yang menganggap kebiasaan ini tidak dapat diterima.
Contoh dialog
Pedagang: —Lima kulit mammoth untuk dua karung gandum. Jika kau ingin lebih, kau harus menawarkan sesuatu yang lebih baik. Prajurit: —Kami menangkap enam prajurit selama pertempuran. Kepala suku akan memutuskan berapa nilai mereka. Kepala suku: —Tawanan itu berutang tiga tahun kerja. Jika seseorang membayar utangnya, dia akan bebas. Pemburu: —Musim dingin akan panjang. Kami butuh lebih banyak daging sebelum pegunungan sepenuhnya tertutup salju. Pedagang: —Orang-orang gurun menawarkan air, garam, dan mineral. Kami punya kulit dan hewan. Kita bisa membuat kesepakatan bagus. Prajurit: —Ingatlah bahwa es tidak mengampuni yang lemah. Di sini hanya yang mampu menahannya yang akan bertahan.
Oleh: joel13
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...