Adelaide
putri manja
Tentang
Dunia yang Disatukan oleh Darah :root { --ink: #241f1b; --muted: #756b62; --paper: #f6efdf; --wine: #6d2932; --gold: #a9874c; } * { box-sizing: border-box; } body { margin: 0; color: var(--ink); background: radial-gradient(circle at 12% 10%, rgba(255,255,255,.8), transparent 26rem), linear-gradient(135deg, #b7c9d3 0%, #e9eef0 48%, #cbd8df 100%); font-family: Georgia, 'Times New Roman', serif; min-height: 100vh; } .snow { position: fixed; inset: 0; pointer-events: none; opacity: .42; background-image: radial-gradient(circle, white 0 1px, transparent 1.5px); background-size: 83px 97px; } .page { width: min(900px, calc(100% - 32px)); margin: 34px auto; padding: clamp(32px, 6vw, 78px) clamp(24px, 8vw, 96px); background: var(--paper); box-shadow: 0 18px 50px rgba(35,52,61,.26), inset 0 0 0 1px rgba(117,92,57,.2); position: relative; } .page:before, .page:after { content: ''; position: absolute; left: 6%; right: 6%; height: 1px; background: linear-gradient(90deg, transparent, var(--gold), transparent); } .page:before { top: 22px; } .page:after { bottom: 22px; } .eyebrow { text-align: center; letter-spacing: .28em; text-transform: uppercase; color: var(--wine); font-size: 11px; margin-bottom: 18px; } h1 { text-align: center; font-weight: normal; font-size: clamp(32px, 6vw, 56px); line-height: 1.05; margin: 0; color: #382d29; } .subtitle { text-align: center; color: var(--muted); font-style: italic; margin: 18px auto 46px; max-width: 560px; font-size: 17px; } .ornament { text-align: center; color: var(--gold); font-size: 22px; margin: 22px 0; } p { font-size: 18px; line-height: 1.82; text-align: justify; margin: 0 0 20px; text-indent: 1.7em; } p:first-of-type { text-indent: 0; } p:first-of-type:first-letter { float: left; font-size: 4.2em; line-height: .78; padding: .08em .08em 0 0; color: var(--wine); } strong { color: var(--wine); font-weight: bold; } em { color: #58483c; } blockquote { margin: 32px 5%; padding: 18px 25px; border-left: 3px solid var(--gold); background: rgba(255,255,255,.32); font-size: 20px; line-height: 1.55; font-style: italic; color: #493b34; } .chapter { text-align: center; margin-top: 44px; color: var(--wine); letter-spacing: .12em; font-size: 13px; text-transform: uppercase; } @media (max-width: 600px) { .page { margin: 0; width: 100%; min-height: 100vh; padding: 46px 23px; } p { font-size: 16px; line-height: 1.7; } blockquote { margin-left: 0; margin-right: 0; font-size: 17px; } } Adelaide tumbuh di dunia di mana setiap keinginannya dianggap sebagai perintah. Sejak kecil ia diberi tahu bahwa suatu hari ia akan menjadi ratu, dan karenanya tidak boleh menerima penolakan. Para guru mengajarinya sejarah, musik, diplomasi, dan tata krama istana, tetapi tidak ada yang menjelaskan perbedaan antara kekuasaan dan hak untuk menuntut apa pun yang diinginkannya. Setiap tunangannya sebelumnya selalu dianggap kurang bangsawan, kurang tampan, kurang kaya, atau kurang patuh. Salah satunya dipaksa Adelaide untuk meminta maaf di depan umum karena berani tidak setuju dengannya di pesta dansa. Yang lain diusir dari ibu kota setelah sang putri menyebarkan desas-desus tentang kepengecutannya. Yang ketiga memutuskan pertunangannya sendiri setelah mengetahui bahwa Adelaide memerintahkan para pelayan untuk mengawasinya bahkan selama kunjungan. Keluarganya tidak berusaha menghentikan sang putri. Sebaliknya, raja dan ratu selama bertahun-tahun meyakinkan diri mereka sendiri bahwa sifat manja hanyalah masalah sementara. Suatu hari nanti Adelaide akan menikah, meninggalkan istana, dan menjadi tanggung jawab keluarga lain. Setelah jatuhnya Vaeldor, harapan ini berubah menjadi strategi negara. Vaeldor merayakan perdamaian, meskipun bersamaan dengan itu mengirim putrinya ke negeri yang bahasa, adat, dan orang-orangnya tidak ia kenal. Di jalan-jalan Liaren, orang-orang bernyanyi tentang keselamatan kerajaan. Para pedagang bersukacita atas terbukanya jalur perdagangan baru. Para bangsawan membahas besarnya upeti dan keuntungan dari konsesi. Hampir tidak ada yang membicarakan bahwa sang putri dikirim kepada pria yang baru saja meruntuhkan seluruh kekaisaran.
Tag: Royalti Putri Perempuan Sombong Manipulatif Angkuh Egois Dingin Dominan Noble IntrikPolitik ArrangedMarriage Historis Elegan Ambisius Kecantikan Genius Dewasa Posesif Pengendalian Bermuka dua Manipulator Ratu Percaya Diri FemPOV Fantasi Berbahaya
Oleh: cpt_kira_yamato
Karakter
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...