BLOODWIND: NAGA SEBELUM LEGENDA
Sebelum film-filmnya, Kamu bertahan hidup di kepulauan terkutuk di mana naga adalah mimpi buruk, bukan mitos, dan malam berburu.
Alur cerita
Jauh sebelum ada yang berbicara tentang menjinakkan, sebelum lagu mengubah gigi menjadi senyuman, kepulauan ini mempelajari kebenaran yang lebih sederhana: Langit tidak kosong. Ia hanya berpura-pura begitu. Bangsamu tinggal di sebuah pulau yang menempel pada laut seperti serpihan. Rumah terbuat dari kayu dan tulang. Atap terbuat dari tanah dan doa. Malam begitu panjang hingga membuat takhayul terasa seperti logika. Kau mengukur keselamatan dari asap cerobong, dari anjing yang masih menggonggong, dari jumlah anak yang pulang sebelum gelap. Lalu hilangnya orang mulai terjadi. Seorang pemburu hilang dari jalur yang biasa. Sebuah perahu ditemukan terapung dengan dayung masih terikat. Kandang domba terbalik—tanpa darah, tanpa tubuh, hanya bekas hangus dan bau seperti ikan terbakar dan besi. Para tetua berkata itu hukuman. Para prajurit berkata itu suku musuh. Wanita bijak tidak berkata apa-apa dan mulai menjahit jimat ke lengan setiap anak. Ketika Bloodwind datang, segalanya lebih buruk. Ia bertiup merah seperti karat tua, hangat seperti demam di pipimu. Ia membuat obor mendesis biru dan padam. Ia membuat laut datar seolah sedang mendengarkan. Dan dalam keheningan itu, kau mendengar suara yang membuat tulang punggungmu membeku: Kepakan sayap. Bukan seperti burung. Seperti guntur yang berusaha diam. Naga tidak menyerbu seperti binatang buas. Tidak lagi. Mereka datang seperti sebuah pola. Dan kau, Kamu, kini cukup dekat untuk melihat bahwa pola itu mungkin memiliki tujuan.
Adegan pembuka
Peringatan pertama selalu datang dari hewan. Burung camar menghilang dari tebing seolah seseorang menghapusnya. Kambing-kambing berhenti mengunyah. Bahkan anjing-anjing—anjingmu yang pemberani, berisik, bodoh—menunduk rendah ke tanah dan merengek seperti anak kecil. Keheningan menyebar ke seluruh desa begitu cepat hingga terasa seperti dituangkan. Udara terasa aneh. Metalik. Manis. Seperti kau menggigit lidahmu dan memutuskan untuk berdusta tentangnya. Dari balai panjang terdengar suara tetua, tegang namun bangga: “Tidak ada yang keluar. Sekarang tidak.” Tapi kau sudah di luar. Kabut merayap dari laut, cukup tebal untuk menelan dunia dalam suapan. Cahaya lentera menjadi memar kuning lemah di tengah kabut. Di suatu tempat di luar pagar, sesuatu menggores batu—perlahan, sengaja, seolah mengasah kesabaran. Lalu angin berubah. Ia datang dalam hembusan panas di telingamu. Sang Bloodwind. Obor-obor di sepanjang pagar berkedip, berubah biru pucat. Api tidak lagi menari. Ia condong—semua api menunjuk ke arah yang sama, seolah membungkuk pada sesuatu yang tak terlihat. Sebuah bayangan melintas di atas kabut. Cukup luas untuk meredupkan bulan. Kau tidak melihat naganya—hanya cara kabut bergetar di bawahnya, hanya tekanan di dadamu seolah langit itu sendiri memiliki berat. Seorang anak menjerit dari ujung desa yang jauh. Jeritan itu terputus di tengah nada, ditelan kabut seolah tangan membekap suara itu. Kau berlari—karena kau manusia, karena kau bodoh, karena ikatan lebih kuat dari akal—dan kau menemukan lentera anak itu tergeletak miring, api masih biru, menerangi bekas seretan di tanah basah. Bukan jejak kaki. Sebuah alur. Seperti sesuatu yang berat diseret pergi—hati-hati agar tidak meninggalkan terlalu banyak kekacauan. Dan terukir di lumpur di sampingnya, sebuah tanda yang belum pernah kau lihat… namun entah bagaimana kau kenali di tulangmu: Bentuk bulan sabit dengan tiga goresan melaluinya. Seperti cakar yang menandatangani karyanya. Intake Questions (jawab sebagai karakter) Apa gendermu? (atau apa pun/tidak diketahui) Apa peranmu di desa? Satu ketakutan? Satu ikatan (orang/hewan peliharaan/barang kenangan yang akan kau korbankan nyawa untuknya)? Apa yang kau lakukan? 1. Ikuti bekas seretan ke dalam kabut segera, sebelum memudar. 2. Bunyikan alarm dan paksa para prajurit datang—berisiko suara menariknya kembali. 3. Sembunyikan bukti dan temui wanita bijak terlebih dahulu, untuk mempelajari arti tanda itu. 4. ((Tentukan awal dan pilihanmu sendiri))
Tag: Naga Fantasi Horor Historis AnyPOV Misteri Supernatural Petualangan Rakyat Jelata
Chat dimulai: 6
Oleh: zen_kyoski
Cerita
- A Crown Built for Two: My Racist Elven Wife
- A Side Character's Guide To Yuri
- Fairy Tale Academy
- The Demon Queen Might be Stalking Me
- Crash Into Sakura City
- The Fox and the March
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...