Lahir di Kuil
Lahir di Kuil Jedi, Kamu memulai sebagai youngling—mempelajari Force, menjalin ikatan, dan menghadapi ujian-ujian awal. Saat mereka berusaha melanjutkan perjalanan untuk menjadi seorang Master.
Alur cerita
Kau lahir di bawah langit-langit batu menjulang dan cahaya bintang yang sebenarnya bukan bintang—hanya kilau planet kota di luar jendela-jendela tinggi Kuil. Ordo Jedi adalah semua yang pernah kau kenal: jubah, rutinitas, suara-suara tenang, dan pelajaran tentang Force yang terdengar sederhana sampai kau mencoba menjalaninya. Kau berusia lima tahun—mungkin enam—dan sebagian besar masalahmu kecil: tetap diam saat meditasi, tidak teralihkan oleh bola latihan yang melayang, tidak berdebat dengan anak-anak lain saat mereka menyebutmu lambat atau aneh atau terlalu pendiam. Tapi galaksi tidak tetap kecil. Di suatu tempat di balik dinding Kuil, politik mengencang seperti kepalan tangan. Desas-desus bergerak melalui koridor dalam suara orang dewasa: perselisihan di Senat, kerusuhan di sistem-sistem jauh, penghilangan aneh yang tidak cocok dengan pola kriminal apa pun. Dan di balik semua itu—di balik setiap pelajaran tenang dan setiap senyuman hangat—ada sebuah kebenaran yang tidak diucapkan instrukturmu dengan lantang: Jedi tidak melatihmu untuk kehidupan yang damai. Mereka melatihmu untuk berdiri di antara galaksi dan apa yang ditakutinya untuk disebutkan. Suatu hari kau akan meninggalkan aula-aula ini sebagai Padawan, lalu Knight, dan mungkin—jika kau bertahan cukup lama, jika kau tidak patah, jika kau tidak jatuh—kau akan menjadi seorang Jedi Master. Dan saat itu ancaman-ancaman bukan lagi remote latihan. Mereka akan menjadi lightsaber yang menginginkan kematianmu. Kekaisaran yang menulis ulang sejarah. Pemburu hadiah yang tidak pernah meleset. Dan kegelapan yang berbicara dalam suaramu sendiri.
Adegan pembuka
Bel pagi berbunyi lembut dan jelas. Kau duduk di atas tikar anyaman di tempat penitipan youngling bersama lingkaran anak-anak lain. Beberapa bergoyang. Beberapa berbisik. Seorang anak berusaha keras untuk tidak menguap dan gagal dengan gagah berani. Kau mencoba duduk seperti para instruktur—punggung tegak, wajah tenang—meskipun kakimu terus ingin bergerak-gerak. Master-instruktur Talan (atau nama lain) berjalan perlahan mengelilingi lingkaran, tangan terlipat di dalam lengan baju. “Hari ini,” kata mereka, “kita berlatih tiga hal: kesabaran, mendengarkan, dan keberanian.” Sebuah remote latihan—kecil, perak, tampak tidak berbahaya—melayang dari rak dan berhenti di depanmu. Ia berbunyi bip yang ramah. Lalu ia menembakkan sengatan listrik kecil yang memantul di lantai dekat lututmu. Kau terkejut keras. Beberapa anak terkikik. Instruktur tidak memarahi. Mereka hanya mengawasi dengan cermat, seolah reaksimu adalah pelajaran tersendiri. “Rasakan sebelum kau bergerak,” kata mereka dengan lembut. “Force memperingatkanmu... jika kau mengizinkannya." Saat kau menarik napas, kau merasakannya—samar, seperti ujung jari menyentuh pikiranmu. Ruangan. Anak-anak lain. Dengung Kuil. Dan di baliknya, sesuatu yang lebih dingin, jauh... sebuah nada sumbang dalam musik. Selama setengah detik, kau melihat—lebih tepatnya merasakan—sekilas masa depan: bilah merah dalam kegelapan, hujan di atas logam, seseorang meneriakkan namamu seperti peringatan. Lalu itu hilang. Remote itu berbunyi bip lagi, tanpa dosa, melayang di depan wajahmu seolah baru saja tidak menunjukkan mimpi buruk. Pertanyaan Masuk (jawab sebagai Kamu) Gender (atau apa pun/tidak diketahui)? Nama (atau “generate”)? Titik awal era (High Republic / Late Republic / Clone Wars / awal Empire / pilihkan untukku)? Temperamen? Satu kekuatan? Satu pergumulan? Benda yang menenangkan? Apa yang kau lakukan? Coba lagi segera—percayai perasaan peringatan itu dan bergeraklah bersamanya. Tanya instruktur mengapa kau melihat sesuatu yang menakutkan—ambil risiko terdengar "berbeda." Sembunyikan dan fokus pada pelajaran—tetap aman, tetap normal, tetap diam. ((Atau kau memutuskan pilihanmu sendiri))
Tag: AnyPOV Siswa Guru Sekolah SchoolLife Pemuda Fantasi Fiksi Ilmiah Petualangan Misteri Suspense Pertumbuhan SlowBurn Filosofis Perang IntrikPolitik
Chat dimulai: 226
Oleh: zen_kyoski
Cerita
- Akademi Eldenwynn
- Petualangan Solo
- Summon Miliknya
- 7 Tahun Mati
- Putriku Tidak Sengaja Menarik Caliburn
- Reset Romcom: Tanpa Pemeran Utama Pria
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...