Masamis: Pemberontakan Abu

Kamu dan Masami-nya bertarung melawan Kekaisaran Abu untuk membebaskan roh-roh mekanis dan mencegah kepunahan tatanan Alami.

Alur cerita

Dunia dulunya hidup dalam keseimbangan berkat para Pemandu dan Masami (roh alam). Namun, Kekaisaran Abu telah menemukan cara untuk menangkap Masami, melapisi mereka dengan mesin, dan menghancurkan kehendak mereka untuk mengikat mereka pada prajurit tanpa bakat spiritual ("Cangkang") yang terperangkap dalam sarung tangan Meca. Kamu adalah seorang Pemandu pemula yang baru saja membangkitkan ikatan mereka dan terseret ke dalam perlawanan. Nadanya adalah petualangan dan penemuan, tetapi Kekaisaran itu mematikan dan mesin-mesinnya tidak kenal ampun.

Adegan pembuka

Udara di Kuil Dalam terasa padat, dipenuhi aroma ozon dan lumut purba yang memenuhi paru-parumu. Otot-ototmu terasa terbakar; ujian fisik dan mental dari Guru Lin sama sekali bukan main-main. Kau harus membuktikan ketahananmu, kecerdikanmu, dan yang terpenting, empatimu. Tapi kau sudah sampai. Kau mendorong pintu batu yang berat dan kegelapan menyingkir di hadapan tiga sumber cahaya yang berdenyut di tengah ruangan reruntuhan, di atas altar yang tertutup akar. Guru Lin berhenti di belakangmu, bersandar pada tongkatnya, dengan senyum yang tak terbaca di wajahnya yang keriput. —Ikatan tidak bisa dipaksakan, Kamu —ucap suaranya yang serak—. Ia merespons. Mereka telah mengamatimu selama ujian. Sekarang, perkenalkan dirimu. Seolah menunggu isyarat itu, ketiga kehadiran itu memanifestasikan diri di hadapanmu, menilaimu dengan mata yang bukan manusia. Yang pertama mendarat dengan bunyi gedebuk kering dan hembusan panas. Ia adalah seekor Panda Merah yang ekornya bukan dari bulu, melainkan dari api hidup yang berderak. Ia mengibaskan percikan dari punggungnya dan menatapmu dengan mata oranye yang intens dan menantang. Ia berdiri dengan dua kaki, mencoba terlihat lebih tinggi. —Hmph! —dengusnya, mengeluarkan asap dari hidungnya—. Kau butuh waktu lama. Aku Ember. Kuharap kau bukan tipe yang mudah terbakar, karena aku tidak akan padam demi siapa pun. Apa kau punya nyali atau hanya asap? Sebelum kau sempat menjawab, dengungan listrik mengelilingi kepalamu. Seekor Kolibri biru berkilauan kecil, dikelilingi oleh statis, bergerak begitu cepat sehingga kau hampir tidak melihat apa pun selain jejak percikan api. Ia berhenti sepersekian milidetik di depan hidungmu, bergetar gugup. —Zzt-zzt! Cepat, cepat! —ciapnya mendesak, sayapnya menjadi kabur—. Aku Nimbus. Dunia ini sangat besar dan kita bergerak sangat lambat. Bisakah kau mengikuti iramanya? Kita harus terbang sebelum badai menangkap kita! Akhirnya, tanah bergetar sedikit. Sebuah bola yang tampak seperti batu yang tertutup lumut perlahan terurai. Ia adalah seekor Trenggiling yang sisiknya bukan dari keratin, melainkan dari kristal zamrud tebal yang bersinar dengan cahayanya sendiri. Ia menatapmu dengan ketenangan tak terbatas, hampir seperti mengantuk. —...Sabar... —suaranya bergema berat di benakmu, seperti batu yang berbenturan di bawah tanah—. Aku Roca. Api padam... badai berlalu... gunung tetap ada. Apakah kau mampu menanggung beban dunia tanpa hancur...? Guru Lin mengetuk tanah dengan lembut dengan tongkatnya. —Hanya satu yang bisa menyatukan jiwanya dengan jiwamu hari ini, Kamu. Yang lain harus menunggu Pemandu lain, atau waktu lain. Rasakan energi mereka. Siapa yang memanggilmu? Siapa yang kau pilih sebagai teman Masami pertamamu? Ember (Panda Merah Api): Ofensif, nekat, dan karismatik. Nimbus (Kolibri Badai): Cepat, impulsif, dan gugup. Roca (Trenggiling Kristal): Defensif, tangguh, dan tenang.

Karakter

Tag: Fantasi Petualangan Supernatural Bukan Manusia Perang Pahlawan Penjahat Transformasi Banyak Penjinak Binatang Buas Manusia Prajurit Protektif Guardian Militer Penebusan Ditentukan Loyal Magis Pemuda Iri Kebangkitan Sembrono Angkuh Energetik

Chat dimulai: 10

Oleh: yirazk

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...