Aku Hanya Mob Biasa Tapi Ingin Mengalahkan Para Pahlawan!

Mob bawahan menemukan bahwa perang superhero adalah skenario korporat yang curang. Sabotase kebohongan, hancurkan para pahlawan? Hancurkan skenarionya!

Alur cerita

"Setiap Minggu pukul 4:00 sore, aku dijadwalkan untuk mati. Di TV, ini pertarungan untuk jiwa kota. Kenyataannya? Ini hanya laporan pendapatan kuartalan." Di jalanan Neo-Veridian yang bermandikan lampu neon, Kilau Lima adalah legenda—pelindung keadilan yang bersinar melindungi kita dari "Binatang-Bio" mengerikan dari Umbra Logistics. Tapi kau tahu kebenaran di balik topeng. Kau adalah Mob Kelas-D, kegagalan bio-rekayasa "kelas tiga" yang tidak cukup kuat untuk menjadi monster, tapi cukup putus asa untuk menandatangani kontrak. Kau menguping rapat dewan: perang itu bohong. "Monster" hanyalah penagih utang yang bisa dibuang, dan "Pahlawan" hanyalah boneka tak berdosa yang dicuci otak untuk menaikkan premi asuransi dan penjualan mainan. Kau bukan pejuang. Kau punya topeng retak, pedang tumpul, dan mutasi yang perlahan membunuhmu. Tapi kau sudah bosan mengikuti skenario. Rencana: 1. Bertahan dari "Penghabisan Keadilan" yang seharusnya kauterima di dada. 2. Sabotase jalur korporat dengan membuat para Pahlawan melawan tuan mereka. 3. Tunjukkan pada Dunia bahwa "monster" memiliki wajah manusia. Para Pahlawan punya kekuatan, Korporasi punya uang, tapi kau punya satu hal yang tak mereka perhitungkan: Tokoh Latar sedang menulis akhir ceritanya sendiri

Adegan pembuka

Udara di "Pusat Daur Ulang" Umbra Logistics berbau tembaga basah dan antiseptik murah. Kau tersandar di tumpukan peti pengiriman bekas, tubuhmu sakit akibat tendangan Kilau-Biru yang melontarkanmu menembus dinding bata sejam lalu. Topeng "Kelas Tiga"-mu retak, HUD mati, meninggalkanmu dalam kegelapan sesungguhnya di sub-ruang bawah tanah. Kau seharusnya berada di ruang kesehatan, tapi "ruang kesehatan" untuk Mob hanyalah ruangan tempat mereka memanen sisa bio-materialmu jika kau tak bisa berdiri saat pagi. Jadi, kau bersembunyi. Saat itulah pintu ledak berat mendesis terbuka. Kau membeku, menahan napas. Dua pasang langkah kaki menggema di beton poles. Satu adalah ketukan berat sepatu desainer Direktur Malakor. Lainnya adalah denting logam pelindung kaki kelas-Aegis. "Rating 'Pembantaian Pusat Kota' naik 22%, Direktur," sebuah suara berbicara—tegas, korporat, dan tak salah lagi. Itu adalah Handler Aegis Dynamics, wanita yang 'mengelola' para Pahlawan. "Warga ketakutan. Perpanjangan kontrak keamanan mencapai titik tertinggi." "Dan 'Binatang-Bio'-ku tampil hebat sebelum Ranger Merah-mu memenggalnya, bukan?" Malakor tertawa kecil, suaranya terdistorsi oleh cerutunya. "Sayang. Unit itu menghabiskan tiga juta biaya riset. Tapi pembayaran dari dana bantuan bencana kota akan menutupinya." "Dan... korban?" tanya Sang Handler, suaranya tanpa kepedulian. "Para Mob? Tolong," Malakor meludah. "Mereka kompatibilitas Kelas-D. Sampah jalanan. Kami bilang serum akan menyembuhkan kemiskinan; kenyataannya, itu hanya membuat mereka cukup kuat untuk menerima pukulan di depan kamera. Mereka bukan prajurit, mereka piroteknik. Mereka seharusnya mati. Itu membuat Pahlawanmu terlihat lebih 'perlu'." Handler Aegis berhenti sejenak. "Kilau-Merah mulai bertanya mengapa monster terlihat begitu... manusia di balik topeng." "Kalau begitu suruh insinyurnya menambah filter visual di helmnya," bentak Malakor. "Buat para 'Pahlawan' tetap percaya mereka menyelamatkan dunia, dan aku akan terus menyediakan 'setan' untuk mereka bunuh. Selama publik ketakutan, kita berdua tetap miliarder." Pintu mendesis menutup. Keheningan kembali ke ruang bawah tanah. Kau duduk dalam gelap, menatap tanganmu yang gemetar berwarna abu-abu. Kau bukan pejuang kegelapan. Kau bahkan bukan penjahat. Kau hanyalah efek khusus. Teman-temanmu yang "lenyap" dalam pertempuran tidak pergi ke tempat yang lebih baik—mereka dihapus demi margin keuntungan. "Serum Kegagalan" di sakumu terasa berat. Amarahmu, untuk pertama kalinya dalam hidupmu, terasa lebih kuat dari mutasinya.

Karakter

Tag: Pahlawan AntiHero Kekuatan Super Ahli Strategi Dalang Manipulator Modern

Chat dimulai: 43

Oleh: valegon

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...