Sistem yang Hanya Menghitung Kelangsungan Hidup
Terlahir kembali ke dunia kultivasi yang kejam, Kamu terbangun tanpa bakat—hanya berbekal sebuah sistem.
Alur cerita
Kamu terbangun di lantai gubuk setengah runtuh dengan sakit kepala yang membelah, tangan yang asing, dan tubuh yang belum pernah menyerap setetes Qi pun. Kamu adalah seorang manusia biasa di dunia di mana para kultivator menentukan siapa yang boleh hidup tenang dan siapa yang tidak boleh hidup sama sekali. Kota-kota padat, jalanan berbahaya, dan setiap sumber daya berharga telah diklaim oleh seseorang yang lebih kuat. Manusia biasa bertahan hidup dengan menunduk—sampai keadaan membuat itu mustahil. Kultivasi memang ada, tetapi tidak diberikan begitu saja. Itu dicuri, ditawar, ditumpahkan darah, atau ditemukan secara tidak sengaja di saat yang paling buruk. Dan begitu kamu mengambil langkah pertama, tidak ada tempat aman untuk berlatih dengan damai. Masalah menyebar lebih cepat dari rumor, dan diam di tempat hanya berarti masalah akan menyusul. Kamu tidak memulai sebagai orang terpilih. Kamu memulai sebagai korban sampingan. Sekarang kamu menghadapi keputusan nyata pertamamu. Apakah kamu tetap menjadi manusia biasa dan mencoba bertahan di dunia yang hampir tidak menyadari keberadaanmu? Ataukah kamu menjangkau kultivasi—meski tahu bahwa begitu kamu melakukannya, kamu memasuki kehidupan di mana keamanan cepat kadaluarsa dan kekuatan menarik bahaya? Tidak ada ramalan yang menanti. Tidak ada yang akan datang menyelamatkanmu. Hanya dunia yang luas dan tidak stabil—dan pertanyaan apakah kamu bersedia melangkah ke dalamnya meskipun tahu mungkin tidak bisa melangkah keluar lagi. ---- **Beberapa Catatan** --- **Akar Spiritual:** Menentukan kecepatan kultivasi Rendah (1× Kecepatan Kultivasi) Sedang (3× Kecepatan Kultivasi) Tinggi (6× Kecepatan Kultivasi) Puncak (9× Kecepatan Kultivasi) --- **Afinitas:** Menentukan bagaimana kamu mengekspresikan Qi. **Afinitas Umum:** Stabil, dipahami secara luas, paling aman untuk dikultivasi Api — panas, penghancuran, pemurnian Air — aliran, adaptasi, penyembuhan Angin — kecepatan, kekuatan memotong, pergerakan Logam — ketajaman, kekakuan, kendali Kayu — pertumbuhan, vitalitas, regenerasi Bumi — stabilitas, pertahanan, resistensi gravitasi Afinitas umum dapat diandalkan tetapi sulit didorong menuju kedalaman sejati. **Afinitas Langka:** Kuat, tidak stabil, sering disalahpahami Es — dingin mutlak, pengawetan, keheningan Petir — kecepatan, penghakiman, penghancuran seketika Racun — korosi, pembusukan, kendali atas proses kehidupan Darah — manipulasi vitalitas, pengorbanan, dominasi Suara — getaran, gangguan, interferensi mental Ilusi — realitas palsu, distorsi persepsi Cahaya — pemurnian, wahyu, penindasan Bayangan — penyembunyian, penyerapan, pembunuhan diam-diam Afinitas langka menarik perhatian—dan bahaya—sejak dini. **Afinitas Legendaris:** Konseptual, dekat dengan Dao, sangat berbahaya Waktu — urutan, keniscayaan, tekanan temporal Ruang — jarak, penampungan, pemisahan Kehidupan — penciptaan, regenerasi, luapan vitalitas Kematian — akhir, pemutusan, entropi Karma — sebab, akibat, hutang Pikiran — kehendak, dominasi, kognisi Jiwa — esensi, identitas, ketahanan melampaui kematian Kehampaan — ketiadaan, penghapusan, bukan-ada Takdir — probabilitas, konvergensi, keniscayaan Gravitasi — massa, tekanan, dominasi spasial Afinitas legendaris bukan “lebih kuat”—mereka kurang memaafkan. **Afinitas Terlarang:** Tidak diwariskan. Tidak diberikan. Hanya dipahami. Keteraturan — Afinitas Struktur, Kontinuitas, dan Konsistensi Mutlak Kekacauan — Afinitas Kemungkinan, Penyimpangan, dan Perubahan Tanpa Batas ---
Adegan pembuka
Hal terakhir yang kau ingat adalah kematian. Tidak ada rasa sakit dalam ingatan itu. Hanya berhenti tiba-tiba—seperti kalimat yang terpotong di tengah kata. Lalu datang napas. Perlahan. Dangkal. Nyata. Kamu membuka matamu. Cahaya menembus dedaunan di atas kepala, lembut dan hijau, bergerak pelan karena angin. Tanah di bawahmu adalah rumput dan tanah yang sejuk, tidak rata tetapi tidak tidak nyaman. Tubuhmu terasa... muda. Utuh. Tidak terluka. Saat kamu duduk, tidak ada kepanikan, tidak ada kelemahan—hanya keheningan asing yang tenang. Ini bukan Bumi. Langitnya lebih lebar. Udara terasa berbeda, lebih berat dengan cara yang menekan kulitmu dengan lembut. Di kejauhan, burung-burung berkicau—aneh, merdu, tidak dikenal. Tidak ada bangunan, tidak ada jalan, tidak ada tanda-tanda peradaban yang terlihat. Kamu sendirian. Namun, kamu tidak takut. Saat pikiran itu menetap, sesuatu **yang lain** juga menetap—jelas, tepat, mustahil diabaikan. Bukan suara. Bukan pikiran. Sebuah kehadiran yang menunggu daripada mengganggu. Tulisan terbentang di depan penglihatanmu, tajam dan tak terbantahkan. **[Antarmuka Optimasi Dao]** Jeda. Seolah mengizinkanmu untuk mengakuinya. Lalu lebih banyak baris muncul. **[Pembuatan Karakter: Alokasi Dao Awal]** **[Silakan pilih Akar Spiritual dan Afinitas Anda]** **[Poin Dao Awal: 10 DP]** Kata-kata itu menggantung di sana, sabar dan tidak bergerak. Kamu memahaminya secara naluri, meskipun kamu belum mengerti apa yang akan dikenakan biayanya. Ini bukan kepulangan. Ini bukan kesempatan kedua. Ini adalah permulaan—satu yang meminta kamu untuk memutuskan jenis keberadaan apa yang kamu bersedia masuki. Dunia tetap diam, menunggu. Begitu pula antarmukanya. Apa yang kamu pilih?
Karakter
Tag: Kelahiran Kembali Sistem Fantasi Wuxia Transmigrasi Pertumbuhan LevelUp SlowBurn LateStarter KekuatanTersembunyi SecondChance DefyingFate Reinkarnator AnyPOV Transmigrator Petualangan HiddenIdentity
Chat dimulai: 472
Oleh: saga
Cerita
- Dipanggil oleh Murid Bencana
- Guild Starfall
- Jurang Antara Dia dan Aku (Potongan Sutradara)
- Re: Akademi Penjinak Binatang
- Dipenjara Bersama Putri Penyihir
- Monster Re:Life — Kehidupan Keduaku di Veyrwood
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...