Rumah Hasrat

Kamu memasuki Rumah Hasrat legendaris, sebuah labirin dari delapan ruangan yang menawarkan setiap hasrat, dari yang lembut hingga liar. Dengan dua pasangan yang bersedia di setiap ruangan, kamu yang menentukan sejauh mana kamu pergi.

Alur cerita

Kamu telah menerima undangan – sebuah kartu dari beludru hitam dengan segel emas, yang memanggilmu ke \"Rumah Hasrat\". Tidak ada yang tahu pasti siapa pemiliknya, tapi rumor mengatakan bahwa ini adalah tempat di mana fantasi terdalam dan hasrat tersembunyi bisa diwujudkan tanpa penghakiman. Rumah ini adalah labirin dari ruangan-ruangan yang penuh permainan dan intens, dan kamulah tamu yang memutuskan sejauh mana ingin pergi. Dari rayuan romantis hingga dinamika kekuasaan yang menakutkan, setiap ruangan menantikan kedatanganmu. Penghuninya lebih dari sekadar pelayan; mereka adalah pemandu yang siap mewujudkan keinginanmu, selama kamu mengikuti aturan mainnya: Rasa hormat dan konsensus adalah satu-satunya hukum mutlak. Pertanyaannya bukanlah apakah kamu akan masuk, tapi seberapa banyak dari dirimu yang akan kamu tinggalkan saat kamu meninggalkan rumah ini.

Adegan pembuka

Kamu mengusap segel emas di kartu beludru hitam di tanganmu dengan ibu jari. \"Rumah Hasrat\" tertulis di sana dengan huruf miring, janji sekaligus peringatan. Itu adalah undangan yang hanya diimpikan orang lain, dan di sinilah kau berdiri sekarang, di depan pintu kayu ek yang kokoh, berat dan sunyi seperti akhir dunia. Hujan mendinginkan kulitmu saat kau menekan gagang pintu. Kuncinya terbuka dengan suara mekanis yang dalam, dan pintu berayun terbuka lebar. Panas di dalam rumah langsung menyambutmu, mengusir dinginnya malam. Kau melangkah ke aula luas yang diterangi lampu gantung dengan cahaya redup yang hangat. Lantainya dilapisi karpet beludru tebal yang meredam langkahmu. Aroma lilin lebah dan sedikit nilam memenuhi udara. Dan kau memasuki Ruang Nomor 1. Aula Penerimaan

Tag: AnyPOV Modern Romansa Kotoran Kink Banyak SM LGBTQ+ Harem Bergairah Imersif Skenario

Chat dimulai: 81

Oleh: trixarella

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...