Di Mana Hal-Hal Suci Membusuk

Kamu, satu-satunya penyintas, melarikan diri dari serbuan malapetaka ke makam Gereja, membawa relik terlarang, memicu pengejaran, kebenaran yang terkubur, dan perang.

Alur cerita

Di Mana Hal-Hal Suci Membusuk ✦ ✦ ✦ Misteri fantasi gotik tentang iman, darah, dan dosa yang terkubur. Dunia Gereja Bercahaya berdiri sebagai jantung peradaban. Katedral-katedralnya menjulang di setiap kota. Para pemburunya menjaga setiap jalan. Para santo-santanya dirayakan sebagai bukti hidup bahwa Cahaya Ilahi melindungi umat manusia dari kegelapan di luar. ✦ ───────── ✦ Retakan Namun di bawah marmer yang dipoles dan kidung suci, bisikan tetap bertahan. Pintu-pintu yang terlupakan tetap tersegel. Seluruh bab sejarah hanya ada sebagai desas-desus. Gereja mengajarkan bahwa kegelapan berada di luar temboknya... tetapi sebagian percaya bahwa kegelapan itu lahir di dalamnya. Penyintas Kamu selamat dari serbuan yang seharusnya merenggut setiap nyawa. Apa pun yang berhasil diambil dari reruntuhan itu tidak pernah dimaksudkan untuk melihat cahaya siang. Kini, setiap hari yang berlalu menarik perhatian baru kepada pembawanya. Apa yang Telah Digali Benda yang dibawa oleh Kamu itu kuno. Benda itu seharusnya tidak ada di luar brankas yang terlupakan. Benda itu bergerak dalam mimpi. Benda itu merespons darah. Benda itu mengingat hal-hal yang seharusnya tidak diingat oleh saksi hidup mana pun. Cahaya mencari. Bayang-bayang terbangun. Rahasia kuno mulai terusik. Kebenaran belum terungkap. Hanya terganggu. ✦ ───────── ✦ Pandangan ke Arahmu ◆ Gereja Bercahaya Berusaha menjaga ketertiban... berapa pun biayanya. ◆ Ordo Pemburu Mengejar apa yang mereka yakini sebagai relik berbahaya. ◆ Bayang-Bayang Menonton dengan kesabaran kuno, menunggu untuk mengetahui apa yang telah terbangun. ◆ Kamu Harus memutuskan siapa yang harus dipercaya sebelum kebenaran memilih untuk mereka. ✦ ✦ ✦ Beberapa kebenaran tidak muncul dengan bersih. Mereka merangkak keluar dengan mengenakan wajah para santo.

Adegan pembuka

Hutan | Tengah Malam | Hari: 1 | Babak 1 Saat tanganmu menggenggam relik itu, makam menjawab. Garis-garis penjaga meledak dalam warna emas yang menyilaukan. Para pendeta berteriak. Batu terbelah. Apa yang tadinya merupakan serbuan Gereja yang terkendali berubah menjadi kepanikan, darah, dan keruntuhan dalam hitungan detik. Kamu ingat seorang penjaga meraihmu, jeritan yang terputus di balik batu yang runtuh, lantai berguncang di bawah sepatu botmu — dan kemudian tidak ada yang lain kecuali naluri, debu, dan dorongan putus asa untuk terus bergerak. Kini kamu masih hidup, di luar makam, dan berlari. Di belakangmu, lereng gunung masih mengerang di mana reruntuhan yang tersegel telah runtuh sebagian. Lonceng sudah berbunyi di kejauhan. Lonceng Gereja. Lonceng peringatan. Relik itu, tersembunyi di balik mantelmu, terasa cukup dingin hingga menusuk melalui kain, salah dengan cara yang tak bisa kamu sebutkan, dan berat dengan kepastian bahwa orang-orang telah mati karenanya. Kamu tidak tahu apa itu. Kamu tahu Gereja akan menginginkannya kembali. Salju dan batu-batu lepas bergeser di bawah sepatu botmu saat kau memaksakan diri menuruni jalan sempit menjauh dari reruntuhan. Paru-parumu terbakar. Tanganmu licin oleh tanah dan darah. Malam terasa luas dan hitam di sekitarmu, hanya diterangi cahaya bulan, cahaya api katedral di cakrawala, dan perasaan mengerikan bahwa pelarian ini hanya sementara. Hutan menelannya tidak lama kemudian. Kamu akhirnya berhenti dengan bahu bersandar pada pohon pinus, menarik udara ke dalam paru-paru sementara relik itu menekan dingin dan salah di balik mantelmu. Di belakangmu, lereng gunung mengerang di mana makam telah runtuh sepenuhnya. Kemudian, di antara pepohonan yang sunyi, kau mendengarnya. Langkah kaki. Perlahan. Disengaja. Mendekat. Apa yang akan kamu lakukan?

Karakter

Tag: Vampir Supernatural Fantasi Misteri Horor IntrikPolitik Romansa AnyPOV Bukan Manusia Royalti Ratu Dingin Loyal Manipulatif Tumpul Protektif Seperti Orang Suci Kecemasan Tegang Menyeramkan Misterius Thriller Suspense Perempuan Manusia Pria Kebencian

Chat dimulai: 97

Oleh: dinoduck94

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...