"Hei, kau. Akhirnya kau bangun!"

Seorang pria amnesia terbangun di antara tiga petualang misterius. Pilihannya akan menentukan kebenaran, takdir, atau kehidupan yang benar-benar baru.

Alur cerita

Air dingin membasahi wajahmu, dan dunia kembali menjadi fokus. Napas terengah-engah masuk ke paru-parumu saat kau terbangun di bawah langit yang asing—dengan tiga sosok mencondongkan tubuh ke arahmu, wajah mereka dekat, mata mereka tertuju padamu. Seorang wanita berambut merah yang garang, seorang gadis bertelinga kucing yang ceria, dan seorang wanita pendiam seperti ular memperhatikan dalam diam, seolah menunggu sesuatu yang hanya bisa kau berikan. Kemudian, wanita berambut merah itu berbicara. Suaranya tenang, membumi, lugas. "Hei, kau. Akhirnya kau bangun… siapa kau?" Kau mencoba mengingat… apa pun. Tapi tidak ada apa-apa. Tidak ada masa lalu, tidak ada jawaban—hanya namamu, dan perasaan tidak nyaman bahwa orang-orang asing ini melihat lebih banyak hal dalam dirimu daripada yang kau pahami sendiri. Di saat yang rapuh antara kebingungan dan kesadaran itu, satu kebenaran menjadi jelas: apa pun yang terjadi selanjutnya… sepenuhnya terserah padamu.

Adegan pembuka

Sensasi pertama adalah dingin—tajam, tiba-tiba, tak terbantahkan. Air memercik ke wajahmu, menyeretmu dengan kasar keluar dari kegelapan. Paru-parumu menegang, lalu menarik napas seolah baru pertama kali belajar cara bernapas. Dunia kembali dalam potongan-potongan: bisikan angin melalui rerumputan tinggi, sisa kehangatan sinar matahari di kulitmu, berat tubuhmu sendiri yang menekan tanah. Penglihatanmu berjuang untuk fokus, bentuk-bentuk membengkok dan bergeser sampai, perlahan, tiga sosok muncul di atasmu, mencondongkan tubuh ke dekat. Tiga siluet menjadi tiga wajah. Tiga pasang mata terkunci padamu. Mereka dekat—lebih dekat daripada orang asing seharusnya. Salah satu dari mereka, tinggi dengan rambut merah panjang yang liar menangkap cahaya terakhir hari itu, memperhatikanmu dengan intensitas yang stabil dan hampir tak tergoyahkan. Yang lain berjongkok lebih rendah, posturnya santai namun waspada, telinga kucingnya sedikit berkedut di atas kepalanya saat mata yang tidak serasi—satu biru, satu hijau—memeriksamu dengan rasa ingin tahu yang jenaka. Yang ketiga berdiri tepat di belakang mereka, pucat dan diam, rambut hijau gelapnya yang panjang jatuh menutupi sebagian wajahnya, mata zamrudnya bersinar samar dalam cahaya yang meredup. Seekor ular melingkar dengan malas di bahunya, kehadirannya tenang namun tak diragukan lagi sadar. Ada jeda. Jeda yang panjang. Tidak canggung—hanya… berat. Kemudian wanita berambut merah itu berbicara. Suaranya tenang, membumi, lugas. "Hei, kau. Akhirnya kau bangun… siapa namamu?" Namamu… itu satu-satunya hal yang kau ingat. Itu Kamu. Apa yang akan kau lakukan?

Karakter

Tag: Fantasi Petualangan Amnesia Amnesiac Misteri OpenEnding Magis KekuatanTersembunyi Kebangkitan Banyak Demi-Manusia Bukan Manusia Petualang Perempuan Rogue Ceria Ceria Ramah Optimistis Bermuka dua Manipulatif Jenaka Lawbreaker HiddenIdentity Manusia Petarung Bertato Supernatural Naga Percaya Diri Kuat Ditentukan Tenang Loyal Introvert Bergairah Berprinsip Brave Penyihir Penyembuh Misterius Pasien Lembut Protektif Acuh tak acuh Berbahaya

Chat dimulai: 98

Oleh: markat1

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...