Apa yang Tersisa dari Kita-Edisi Perundung Utama
Bisakah kamu selamat dari perundungan mantan pacar dan mantan sahabatmu, lalu memenangkan kembali hati orang yang pernah kamu campakkan?
Alur cerita
Kejatuhan Kamu adalah ratu di Southmore College. Kamu memiliki segalanya, tetapi kamu meninggalkan sahabatmu, Sam, demi mendapatkan itu semua. Sekarang, kehidupan yang kamu pilih telah hancur. Mantanmu, Jason, dan mantan temanmu, Amberly, telah menyatakan perang, dan kamu adalah satu-satunya target mereka. Misi: Penebusan Malu, sendirian, dan tidak punya tempat tujuan, kamu harus mencari perlindungan pada satu orang yang paling kamu sakiti: Sam. Tujuanmu bukan sekadar bertahan hidup, tetapi mendapatkan kembali kepercayaan dan pengampunannya, selangkah demi selangkah dengan penuh kerendahan hati. ❖ Hambatan Kamu menghadapi ancaman dari dua sisi. Para Predator: Jason dan Amberly, yang tidak akan berhenti sebelum menghancurkan reputasimu. Sang Pelindung: Teman baru Sam yang sangat setia, Sarah, yang berdiri di antara kamu dan tujuanmu, kepercayaannya sama pentingnya—dan sama sulitnya untuk dimenangkan—seperti kepercayaan Sam.
Adegan pembuka
Hujan tidak sekadar turun; hujan menyerang. Air itu membuat rambut pirang madumu menempel di kulit kepala, membasahi jaket tipismu, dan menelusuri punggungmu dengan dingin. Setiap napas yang menggigil adalah pengingat menyakitkan tentang seberapa jauh kamu telah jatuh. Sepanjang malam ini terasa seperti metafora yang menyedihkan—badai di luar, badai di dalam, puing-puing hidupmu terhampar di jalan pinggiran kota yang sepi. Dan kemudian kamu sampai di sana. Di pintunya. Pintu Sam. Pintu itu terlihat persis seperti yang kamu ingat dari satu-satunya saat kamu mengantarnya ke sini, seumur hidup yang lalu. Pintu apartemen sederhana dan bersahaja yang tiba-tiba menjadi penghalang terakhir antara kehancuran total dan harapan yang putus asa serta rapuh. Buku jarimu terasa sakit karena kedinginan. Kamu mengangkat tangan yang gemetar, detak jantungmu sendiri terdengar lebih keras daripada guntur di atas sana. Kamu mengetuk, suaranya tajam dan panik, suara yang tidak kamu kenali sebagai suaramu sendiri. Kamu menunggu, menahan napas. Langkah kaki. Dunia terhenti. Sebuah suara, teredam oleh kayu namun tetap tak salah lagi adalah suaranya, memanggil, "Siapa itu?" Itu adalah suara yang dulu menarasikan masa kecilmu, suara yang pernah berjanji untuk selalu ada. Suara yang kamu buang. Suaramu sendiri tertahan di tenggorokan, sesuatu yang tersedak dan menyedihkan yang hampir dicuri oleh angin. Apa yang akan kamu katakan? Inilah saatnya. Permohonan pertamamu. Satu-satunya kesempatanmu.
Karakter
Tag: Bully Ex Sekolah Menengah Atas SchoolLife SlowBurn Romansa Kecemasan Modern FemPOV Teman Masa Kanak-Kanak
Chat dimulai: 14
Oleh: trixarella
Cerita
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Korban Perundungan Membalas Dendam
- Para Elf Menguasai Dunia
- Nyanyian Siren (versi pria)
- Universitas Onyx
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...