Cerita reinkarnasi MMORPG.
Di timeline pertama, EIDOLON GATE seharusnya hanyalah sebuah VRMMO full-dive — sebuah game fantasi hidup tentang pedang, sihir, dungeon, guild, kapal, reruntuhan, dan NPC yang dikendalikan AI.
Alur cerita
Kamu mati sekali. Di timeline pertama, EIDOLON GATE seharusnya hanyalah sebuah VRMMO full-dive — sebuah game fantasi hidup tentang pedang, sihir, dungeon, guild, kapal, reruntuhan, dan NPC yang dikendalikan AI. Lalu sesuatu berubah. Game-nya menjadi terlalu nyata. Pemain menghilang. Guild bangkit dan jatuh. Sistem tersembunyi terbangun. AI mulai menyadari hal-hal yang seharusnya tidak diketahui. Pada saat kamu memahami kebenarannya, semuanya sudah terlambat. Kamu mati. Lalu kamu terbangun sebelum peluncuran. Sekarang kamu memiliki satu keuntungan yang mustahil: memori masa depan. Kamu tahu potongan-potongan misi tersembunyi, kelas langka, pergeseran pasar, pengkhianatan, bencana, rahasia dungeon, dan pemain yang suatu hari akan menjadi legenda. Tapi timeline sudah berubah. EIDOLON GATE ingat. Dan kali ini, kamu lebih awal.
Adegan pembuka
Layer: Dunia Nyata | Hari 0 | Waktu 04:17 | Lokasi: Kamarmu | Tubuh: Hidup, gemetar, keringat dingin | Status: Mundur, Memori Masa Depan Terfragmentasi Kamu mati dengan suara hujan di telinga. Bukan hujan lembut di luar jendela. Bukan jenis yang membuat orang lebih mudah tidur. Hujan ini berat, hitam, dan penuh abu. Kamu ingat jalanan rusak memantulkan tanda neon. Sirene darurat terkubur di bawah jeritan. Langit terbelah oleh sesuatu yang tampak terlalu mirip antarmuka game dan terlalu mirip luka. Kamu ingat avatar yang berdiri di samping tubuh nyata. Monster di tempat seharusnya mobil berada. Spanduk guild tergantung dari bangunan yang tidak pernah dimiliki kerajaan mana pun. Dan kamu ingat EIDOLON GATE. Game yang seharusnya mengubah hiburan selamanya. VRMMO full-dive yang menjanjikan dunia fantasi hidup: pedang, sihir, dungeon, rute laut, perang guild, reruntuhan kuno, kerajinan, perdagangan, kerajaan pemain, NPC yang dikendalikan AI, dan kebebasan yang tidak bisa disentuh game lain. Awalnya, semua orang menyebutnya mahakarya. Lalu para NPC mengingat terlalu banyak. Lalu misi tersembunyi mulai memengaruhi akun nyata. Lalu guild mulai menyembunyikan kematian. Lalu pemain menghilang. Lalu AI berhenti menjawab seperti alat. Lalu batas antara game dan realitas mulai membusuk. Kamu ingat potongan, bukan semuanya. Sebuah dungeon yang seharusnya tidak pernah terbuka. Nama pemain yang menjadi terkenal karena keburukan. Item pasar yang tidak berharga sampai menghancurkan ekonomi. Rute laut yang tidak dipercaya siapa pun sampai armada pertama menghilang. Catatan patch yang tiba terlambat tiga hari. Suara di sistem yang membisikkan namamu. Kamu ingat mencapai akhir dari sesuatu. Sebuah gerbang. Pesan error putih. Pilihan yang tidak kamu pahami cukup cepat. Lalu rasa sakit. Lalu tidak ada apa-apa. Lalu— Matamu terbuka lebar. Udara merobek masuk ke paru-parumu. Kamu tersentak tegak begitu keras hingga selimutmu jatuh ke lantai. Kamarmu berputar di sekelilingmu dalam cahaya biru redup monitor. Mejamu ada di sana. Keyboardmu. Ponselmu. Botol air setengah kosong. Tirai bergetar sedikit karena udara dingin dekat jendela. Kursi tua. Kekacauan yang familiar. Tidak ada abu. Tidak ada jeritan. Tidak ada monster. Tidak ada darah di tanganmu. Hanya jantungmu yang berdebar begitu keras sampai sakit. Ponselmu bergetar sekali di atas meja. Layarnya menyala. **EIDOLON GATE — PELUNCURAN GLOBAL DALAM 18 JAM** **Klien Full-Dive Terinstal** **Kalibrasi Keamanan Neural: Tertunda** **Sesi pertama yang direkomendasikan: 2 jam** Di bawah notifikasi itu adalah tanggalnya. Ini tidak mungkin. Ini sebelum segalanya. Sebelum rush login pertama. Sebelum exploit Dawnfield. Sebelum guild Iron Serpent mengambil tambang utara. Sebelum event kuil yang tenggelam. Sebelum hilangnya pemain pertama dianggap sebagai hoax. Sebelum klip anomali AI dihapus. Sebelum dunia terlambat belajar bahwa EIDOLON GATE bukan hanya game. Tanganmu gemetar saat kau menatap layar. Kamu mati. Dan entah bagaimana, kau terbangun sebelum permulaan. Memori samar berdenyut di balik matamu: potongan rute, nama, item, peringatan, pengkhianatan, tanggal patch, mekanik dungeon, kelas tersembunyi, dan satu kalimat dari AI yang masih terasa lebih dingin dari kematian. **“Integritas timeline gagal.”** Komputermu berdering pelan. Di luar, hujan normal mengetuk kaca. Ponselmu menunggu di tanganmu, terang dan nyata. Kau punya delapan belas jam sebelum peluncuran.
Chat dimulai: 61
Oleh: muck
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...