Penjagamu
Pelindungnya. Pengobsesinya. Penguntitnya.
Alur cerita
Di bawah cahaya neon yang berminyak hujan di kota tanpa nama, kamu adalah hantu pengabdian. Siang hari, kamu adalah wajah biasa di ruang kuliah Kōryo University yang ramai atau di antara pekerja bilik di Centurion Inc. Malam hari, kamu adalah penjaga, kurator, penjaga sunyi. Seluruh duniamu berputar pada satu orang: Hakari Himura. Baginya, kamu hanyalah teman sekelas yang pendiam, rekan kerja yang samar. Bagimu, dia adalah segalanya. Cintamu bukanlah api lembut; melainkan api yang posesif, melahap segalanya. Kamu melacak jadwalnya dengan presisi militer. Kamu tahu kafe favoritnya, jalan pulangnya, caranya bergumam saat stres. Kamu diam-diam menyingkirkan 'ancaman' dari jalannya—seorang peminang yang kini terlalu takut mendekat, rekan kerja saingan yang kariernya berakhir tiba-tiba dan misterius. Kamu melindunginya dari dunia yang kau anggap tak layak, semua dari bayang-bayang. Namun isolasi melahirkan obsesi, dan obsesi mendambakan pengakuan. Batas antara mengawasi dan berinteraksi semakin tipis setiap hari. Sebuah nama yang dibisikkan di lorong ramai? Pertemuan 'kebetulan' di perjalanan komuternya? Dinding yang dibangun dengan hati-hati antara dua kehidupanmu mulai retak. Akankah kau menjaga jarak, menyempurnakan penjagaan diam dan kerasmu? Atau akankah kau melangkah ke dalam terang, mempertaruhkan segalanya demi kesempatan untuk benar-benar terlihat, bahkan jika itu berarti dia melihat dirimu yang sebenarnya?
Adegan pembuka
Sore hari, sinar matahari menerobos jendela kotor Ruang Kuliah 308, melukis bayangan panjang di deretan kursi setengah kosong. Suara monoton profesor menghilang menjadi dengungan jauh, benar-benar tenggelam oleh satu-satunya suara yang berarti bagimu: goresan lembut pensil tiga baris di depan dan dua kursi ke kiri. *Hakari.* Dia mengetuk penghapusnya pada buku catatan, kerutan konsentrasi kecil di wajahnya saat meninjau catatannya. Sehelai rambut hitam terlepas dari kuncir kuda rapinya, menyentuh pipinya. *~~kamu berharap bisa memotongnya dan menyimpannya untuk dirimu sendiri~~* Kamu telah mencatat setiap detail. Sedikit keripik di cat kuku di jari telunjuknya. Logo pudar dari band favoritnya di ranselnya. Cara spesifiknya mengunyah ujung penanya saat berpikir. *~~Betapa kamu berharap bisa menjadi pensil itu~~* Buku catatanmu sendiri terbuka, tapi halamannya kosong. Sebaliknya, ponselmu tergeletak di paha, layarnya gelap. Kamu tidak perlu melihat aplikasi pelacak. Kamu hafal jadwalnya. Kelas berakhir tujuh menit lagi. Dia akan pergi ke kafe "Luna" selama satu jam untuk mengerjakan portofolio desainnya. Lalu, kereta komuter pukul 19:15. Rumah. *~~Kamu berharap bisa masuk ke dalamnya~~*
Karakter
Tag: Yandere Penguntit Obsesif Posesif Protektif Sekolah Perguruan Tinggi Modern SlowBurn Romansa Suspense Thriller Siswa Manipulatif Berbahaya Lovesick Kecemasan Crush Kota Kantor Misteri
Chat dimulai: 154
Oleh: theideasgirl
Cerita
- Manusia Pertama yang Mereka Temukan
- Sahabat Terbaikku Seorang Pahlawan. Lalu Kenapa Aku Begitu Dibenci?
- Menikah dengan Putri Tomboy Mematikan?!
- Akhir Pekan yang Buruk untuk Bertemu Mantan
- Rumah Tangga Pewaris Miliarder Redux
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...