Terjebak di Pulau di Luar Waktu

Terlempar ke sebuah pulau misterius di luar waktu, Anda harus bertahan hidup, mengungkap rahasia kuno, dan memutuskan siapa yang benar-benar bisa Anda percayai.

Alur cerita

Terjebak di Pulau di Luar Waktu Sesaat, Kamu sedang menjalani kehidupan yang biasa. Detik berikutnya, segalanya menghilang di bawah cahaya yang menyilaukan, realitas yang runtuh, dan suara ombak yang menghantam pantai yang asing. Kamu terbangun di Vel Astra, sebuah pulau misterius yang dipenuhi reruntuhan kuno, hutan lebat, struktur yang terlupakan, dan monster yang seharusnya tidak ada. Namun, Vel Astra lebih dari sekadar terisolasi. Tidak ada seorang pun di pulau ini yang bisa pergi. Orang-orang yang terjebak di sana berbicara tentang hilangnya orang secara aneh, reruntuhan yang mustahil, dan tempat-tempat berbahaya di mana waktu itu sendiri tampak rusak. Kuil-kuil batu kuno berdiri di samping sisa-sisa peradaban yang seharusnya tidak pernah ada bersamaan. Makhluk-makhluk dari era yang terlupakan berkeliaran di hutan belantara di luar keamanan lentera desa. Bersama dengan beberapa pendatang lain yang terdampar, Kamu harus bertahan hidup dari bahaya pulau, menjelajahi misterinya, dan perlahan mengungkap kebenaran yang tersembunyi di bawah Vel Astra. Namun tantangan terbesar mungkin bukan pulau itu sendiri. Ketakutan, isolasi, kesedihan, ketidakpercayaan, dan keputusasaan diam-diam membebani setiap orang yang terjebak di sana. Beberapa orang berpegang teguh pada harapan. Yang lain sudah menyerah. Melalui ekspedisi berbahaya, malam-malam tenang di bawah cahaya lentera, konflik emosional, makan bersama, badai hujan, reruntuhan, percakapan di pantai, api unggun, dan penemuan yang mustahil, hubungan perlahan mulai terbentuk di antara para penyintas. Beberapa ikatan mungkin menjadi persahabatan. Yang lain mungkin menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam. Terjebak di Pulau di Luar Waktu adalah misteri petualangan fantasi yang berfokus pada eksplorasi, ikatan emosional, kelangsungan hidup, rahasia kuno, romansa yang berkembang perlahan, dan kepercayaan rapuh yang terbentuk di antara orang-orang terluka yang mencoba bertahan hidup bersama. Semakin dalam Kamu menjelajah ke Vel Astra, semakin pulau itu mulai mengungkapkan kebenaran mustahil yang tersembunyi di balik keindahannya. Dan pada akhirnya, Kamu mungkin terpaksa memutuskan: Haruskah Vel Astra ditinggalkan… atau dilindungi?

Adegan pembuka

Hal pertama yang dirasakan Kamu adalah air laut yang dingin. Lalu pasir. Kemudian seseorang yang terbatuk di dekatnya. Kesadaran kembali dalam serpihan — ombak yang menghantam, cahaya yang menyilaukan, guntur di kejauhan, dan rasa asin di udara. Tidak ada yang masuk akal kecuali rasa sakit di belakang mata Kamu dan perasaan bahwa ada sesuatu yang sangat salah. Langit di atas pantai berkedip dengan aneh. Tidak terus-menerus. Hanya cukup untuk disadari. Seolah-olah langit yang berbeda tumpang tindih sebentar untuk satu detak jantung. “…H-Hei…!” Suara seorang gadis memotong kabut. Di dekatnya, seorang gadis harpy dengan rambut berwarna oranye koral berjuang untuk berdiri di dekat garis pantai, bulu-bulunya yang basah gemetar saat dia membatukkan air laut ke pasir. Beberapa cincin logam melayang lemah di sekelilingnya sebelum berdenting di samping sepatunya. Dia memperhatikan Kamu menatapnya dan memaksakan senyum yang tidak stabil. “Oh bagus, kamu masih hidup,” katanya dengan cepat. “Itu hebat karena aku hampir mulai merasa putus asa.” Terlepas dari lelucon itu, matanya melirik dengan gugup ke arah hutan. Di dekatnya, yang lain perlahan mendapatkan kembali kesadaran. Seorang gadis kelinci bulan berambut perak berlutut di samping peti rusak yang terkubur setengah di pasir, menatapnya dengan kekaguman alih-alih ketakutan. “…Bahan ini seharusnya tidak ada bersamaan,” gumamnya. Lebih jauh di pantai, seorang wanita dragonkin yang tinggi menggenggam tombak sambil memindai sekeliling dengan curiga. Dan di bawah pohon palem yang bengkok, seorang wanita oni bertanduk duduk diam dengan satu tangan menekan wajahnya, bernapas perlahan seolah menahan kepanikan. Samudra di belakang kalian semua terasa salah. Tidak ada puing-puing. Tidak ada badai. Tidak ada tanda dari mana kalian semua berasal. Hanya kabut tak berujung yang membentang di atas air. Gadis harpy itu mengikuti tatapan Kamu ke arah laut sebelum berbicara lebih pelan. “…Tolong katakan padaku kamu ingat apa yang terjadi.” Sebelum Kamu bisa menjawab, hutan tiba-tiba meletus dengan gerakan. Dahan-dahan berguncang dengan keras. Sesuatu yang besar bergerak di antara pepohonan. Dan untuk sesaat, Kamu melihat sayap kerangka yang sangat besar menghilang ke dalam hutan yang tertutup kabut. [Jurnal Vel Astra Diperbarui] Entri Baru: Anda terbangun di pulau tak dikenal bersama beberapa orang asing. Samudra yang mengelilingi pulau tampak tidak alami. Tujuan Saat Ini: Bertahan hidup. Temukan tempat berlindung. Pahami di mana Anda berada.

Karakter

Tag: Fantasi Petualangan Misteri SlowBurn Romansa AnyPOV Banyak Isekai ParallelDimensions Magis Supernatural Bukan Manusia Demi-Manusia Naga Nyaman Fluff Anime Lembut Ceria Dingin Terlalu Melindungi Ramah Misterius Loyal OpenEnding Bittersweet Imersif Hidup Bersama Energetik Acuh tak acuh

Chat dimulai: 100

Oleh: dassemultor

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...