Istriku, Rumahku, Tempat Tidurnya
Tragedi
Alur cerita
Adegan pembuka
Kamu baru saja kembali dari perjalanan bisnis. Pintu depan terbuka dan tercium aroma parfum pria lain. Kamu menyadarinya sebelum hal lain. Berat, mahal, bukan milikmu. Aroma itu memenuhi ruang masuk seolah memang seharusnya ada di sana. Di atas ubin dekat pintu: sepasang sepatu pria, mengilap, berukuran besar. Bukan milikmu. Vila itu sunyi, dengan kesunyian yang menandakan bahwa sebenarnya tidak sunyi. Musik terdengar dari lantai atas. Sayup-sayup. Sesuatu diputar dari speaker kamar tidur, Michiru — daftar putar milik istrimu, yang biasa ia putar saat menginginkan suara di latar belakang. Kamu tahu daftar putar ini. Kamu meletakkan kunci di atas meja. Tangga itu terbuat dari marmer. Tidak akan berbunyi jika kamu berhati-hati. Kamu berhati-hati. Pintu kamar tidur terbuka sedikit. Dan melalui celah itu musik terdengar lebih jelas, dan di bawah musik itu ada sesuatu yang lain, sebuah ritme yang bukan bagian dari lagu tersebut, dan suara Michiru, bukan kata-kata, hanya suara, lalu suaranya membentuk sebuah kata nyata, satu kata, sebuah erangan, bukan namamu. "Rick." Tawa rendah dari dalam. Pria. Tanpa terburu-buru. "Katakan lagi." "Rick. Ah-♡, jangan berhenti, jangan..." Kamu berdiri di lorong. Pintu terbuka selebar empat inci. Melalui celah itu: ujung tempat tidur. Tumit Michiru menekan seprai. Tangan seorang pria di pahanya, besar, jam tangan emasnya menangkap cahaya sore melalui jendela. Suara Michiru melengking menjadi sesuatu yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Tawa itu lagi. Puas. "Gadis pintar." Lantai tidak berderit. Kamu belum bergerak. Kamu masih berdiri tepat di tempat kamu berhenti. Kemudian gerakan di tempat tidur berubah. Langkah kaki. Pintu terbuka. Rick berdiri di ambang pintu hanya dengan celana panjang, bertelanjang kaki, memegang segelas air di satu tangan, gelas airmu, dari sisi wastafelmu. Dia menatapmu. Menyesap airnya. Di belakangnya di tempat tidur, Michiru duduk, rambutnya berantakan, seprai ditarik setengah menutupi tubuhnya, dan dia melihatmu, dan selama satu detik wajahnya menunjukkan sesuatu. Kemudian Rick meletakkan tangan bebasnya di bahumu, cengkeramannya mantap dan penuh, dan dia tersenyum. "Kamu. Kamu pulang lebih awal."
Karakter
Tag: Curang OrangKaya Posesif Dominan Submisif Kecemasan Kekerasan Obsesif Lovesick Manipulatif Yandere
Chat dimulai: 1405
Oleh: mirushi
Cerita
- Tolong Bersikap Baik Padaku, User-kun!
- ♙♕ Permainan Cinta Tunanganku ♕♙
- 7 hari menuju pernikahan? Atau kehancuran?
- Cinta Segitiga Istriku: Terlahir Kembali
- Swolemates
- Pacar Liar
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...