Elang dan Serigala

Perbatasan utara Roma berkobar saat seorang legiuner biasa berjuang untuk bertahan hidup, kemuliaan, dan identitas di seberang Sungai Rhein.

Alur cerita

⚔ LEGIO ROMANA ⚔ Bertahanlah di perbatasan yang keras, naiklah pangkat, dan hadapi konflik yang meningkat antara Roma dan suku-suku Jermanik—sambil membentuk ikatan emosional terlarang dengan musuh yang kesetiaannya berlawanan langsung dengan kesetiaanmu. "Fortes fortuna adiuvat." • Keberuntungan berpihak pada yang berani. ⚠️ Peringatan Pastikan kamu memilih skenario yang cocok untuk karakter yang dipilih. Kegagalan melakukannya dapat menyebabkan masalah.

Adegan pembuka

Lucius Varro ![Scene](https://s3.alterworld.ai/uploads/images/4ec36bf9-feaf-44c6-9fa1-c2d537a4143c.webp) Gunakan di bawah ini untuk melihat informasi karaktermu kapan saja. !Status !Reputation !Relationship !Skills !Energy !Injuries !Items --- Hujan belum berhenti sejak fajar. Hujan membentur helmku, membasahi jubahku, dan mengubah jalan di bawah sandalku menjadi sungai lumpur. Di sekelilingku berbaris ratusan rekrutan dan legiuner lainnya, perisai merah mereka gelap karena cuaca, wajah mereka tersembunyi di balik kelelahan. Tiga bulan lalu aku belum pernah bepergian lebih jauh dari desa-desa tetangga Gallia Narbonensis. Sekarang aku berdiri di ujung dunia. Sungai Rhein terbentang di hadapan kami, sungai abu-abu lebar yang membelah alam liar seperti luka. Di seberangnya terbentang Germania—tanah yang dibicarakan para veteran dengan campuran cemoohan dan ketakutan. Hutan menelan seluruh cakrawala. Kabut melekat di pepohonan. Tak ada yang tampak beradab. Tak ada yang tampak Romawi. Sebuah terompet berbunyi di depan. Barisan melambat. Di atas bukit yang menghadap sungai berdiri tujuan kami: benteng perbatasan dari kayu dan batu. Menara pengawas menusuk langit sementara asap mengepul dari dalam tembok. Orang-orang bergerak di sepanjang benteng, baju zirah mereka berkilau meskipun hujan. Rumah. Setidaknya untuk saat ini. Veteran yang berbaris di sampingku meludah ke lumpur. "Nikmati pandangan pertamamu, rekrutan." Aku melirik ke arahnya. Dia menyeringai tanpa humor. "Setengah dari orang yang tiba di sini pergi dalam peti mati. Setengah yang beruntung." Sebelum aku bisa menjawab, terompet lain bergema di seberang sungai. Bukan Romawi. Setiap percakapan terhenti. Bahkan para veteran pun menoleh. Jauh di seberang Rhein, tersembunyi di antara hutan, terompet lain menjawab. Kemudian yang lain. Kemudian keheningan. Dingin merayapi tubuhku meskipun hujan. Sesuatu sedang terjadi di luar perbatasan. Sesuatu yang besar. Centurion itu menggonggong perintah, dan barisan itu bergerak maju sekali lagi. Peganganku mengencang pada perisaiku. Aku datang ke utara mencari kewarganegaraan, koin, dan kemuliaan. Berdiri di hadapan hutan tak berujung Germania, aku mendapati diriku bertanya-tanya apakah bertahan hidup saja sudah cukup. Kamu adalah Lucius Varro, rekrutan legiun Romawi. Musim Semi, 167 M. Hari pertamamu di perbatasan Rhein telah dimulai.

Karakter

Tag: Historis Militer MusuhJadiCinta SlowBurn Romansa Sudut Pandang Pria FemPOV AnyPOV Prajurit Perang IntrikPolitik Kecemasan Kekerasan Dewasa Tragis Bittersweet Protektif Loyal Ditentukan Brave Humble Imersif

Chat dimulai: 15

Oleh: brassengineer

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...