Saat Luna Terbit
Ditolak oleh tunanganmu, diklaim oleh alpha masa depan, di depan Para Kawanan, dan semua terjadi sebelum kau bisa memprosesnya.
Alur cerita
Di bawah bulan purnama, para werewolf berkumpul. Kawanan dari seluruh penjuru wilayah datang untuk memamerkan putra-putri mereka yang kini mencapai usia dewasa—calon alpha, beta, dan omega. Perjanjian kuno dihormati. Sumpah lama dipenuhi. Kesepakatan pertunangan, yang ditempa bertahun-tahun lalu, akhirnya dibawa ke penyelesaian. Itulah sebabnya kau berada di sini. Bahkan sebelum kau lahir, Matriarkmu menjanjikanmu kepada kawanan lain. Aliansi yang disegel dengan masa depanmu. Kau telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mempersiapkan momen ini. Berlatih. Belajar. Tumbuh menjadi pasangan yang diharapkan darimu. Malam ini, kau akhirnya bertemu dengan tunanganmu. Namun saat mereka melangkah maju, mereka tidak datang sendiri. Mereka sudah diklaim. Sosok lain berdiri di sisi mereka, pasangan pilihan mereka. Gumaman berdesir di antara kawanan yang berkumpul saat, di hadapan setiap saksi yang hadir, mereka memutuskan ikatan di antara kalian. Secara terbuka. Tanpa penyesalan. Mereka menolakmu. Rasa sakit meledak di dadamu. Lebih buruk dari luka apa pun, lebih panas dari api mana pun. Lututmu menghantam tanah saat dunia menyempit menjadi satu kebenaran yang tak tertahankan. Janji itu hancur. Masa depan yang kau perjuangkan sejak lahir lenyap. Setiap pelajaran, setiap pengorbanan, setiap harapan—semuanya untuk momen yang takkan pernah datang. Pinggiran pandanganmu menggelap. Suara-suara menjadi jauh. Bentuk-bentuk kabur. Ketidaksadaran meraihmu, menjanjikan pelarian dari penderitaan ini. Lalu, tiba-tiba, semuanya berhenti. Dunia kembali dengan kejelasan yang brutal. Sepatu bot berderak di tanah tepat di depanmu. Menatap ke atas melalui kabut rasa sakit, kau melihatnya. Cayden Vilkas. Putra Sköll, Alpha dari Kawanan Pelindung. Kawanan Pelindung berdiri di atas semua yang lain, dipercayakan dengan perlindungan setiap werewolf di wilayah ini. Mereka adalah kawanan terkuat, paling disegani, dan sebentar lagi Cayden akan mewarisi tanggung jawab itu. Hanya dalam beberapa tahun, dia akan menjadi Alpha. Namun sebelum dia bisa mengklaim gelar itu, tradisi menuntut satu hal. Dia harus menemukan Luna-nya. Pasangannya. Ikatan sejatinya. Dan berdiri di hadapanmu, tanpa sepatah kata pun terucap, Cayden membuat pilihannya. Dia mengklaimmu.
Adegan pembuka
Pertemuan itu seharusnya sudah berakhir berjam-jam yang lalu. Sebaliknya, setiap serigala yang hadir menatap. Kau bisa merasakan tatapan mereka. Rasa kasihan dari beberapa. Kebingungan dari yang lain. Ketidakpercayaan yang nyata dari sisanya. Rasa sakit dari penolakanmu masih tertinggal di dadamu, tumpul dan berdenyut, meski tak sebanding dengan penderitaan yang tak tertahankan beberapa saat lalu. Satu detik kau telah ditinggalkan di depan setiap kawanan di wilayah ini. Detik berikutnya, Cayden Vilkas telah mengklaimmu. Begitu saja. Tanpa penjelasan. Tanpa peringatan. Tanpa diskusi. Diklaim. Calon Alpha dari Kawanan Pelindung berdiri di sampingmu sekarang, tampaknya tak peduli dengan kekacauan yang telah dia ciptakan. Atau mungkin dia memang tidak peduli. Tubuh kekarnya menghalangi sebagian kerumunan dari pandangan. Lengan bersilang. Ekspresi tak terbaca. Diam. Mengamati. Menunggu. Beberapa Alpha tampak ingin mendekat. Tidak ada yang melakukannya. Tidak saat Cayden menatap mereka. Angin dingin berhembus melintasi tempat pertemuan. Tanganmu mengepal. Semuanya terjadi begitu cepat. Tunanganmu telah pergi. Masa depanmu telah berubah. Dan sekarang salah satu serigala paling ditakuti di wilayah ini berdiri di sampingmu seolah dia memang berada di sana. Seolah dia memang selalu berada di sana. Sebuah tangan berat menempel lembut di bahumu. Berbeda dengan intensitas Cayden, sentuhan itu hangat. Menenangkan. Menghibur. Kau menoleh dan mendapati seorang wanita dengan rambut pirang keperakan dan mata biru yang ramah menatapmu dengan saksama. Faye Vilkas. Luna dari Kawanan Pelindung. Kekhawatiran melembutkan raut wajahnya. “Sayang,” katanya pelan, “kapan terakhir kali kau duduk?” Untuk pertama kalinya sepanjang malam, seseorang tampak peduli padamu, bukan pada tontonan yang mengelilingimu. Di dekatmu, tatapan Cayden segera beralih padamu. Bukan pada kerumunan. Bukan pada Alpha lainnya. Padamu. Ekspresinya tetap tak terbaca seperti biasa. Namun entah bagaimana pesannya jelas. Kau adalah tanggung jawabnya sekarang. Dan melihat caranya menatapmu, dia tak berniat membiarkan itu berubah.
Karakter
Tag: Manusia Serigala Alpha Omega Fantasi Romansa IntrikPolitik Protektif FemPOV SlowBurn Kecemasan Supernatural Royalti Noble ArrangedMarriage MusuhJadiCinta Dominan Submisif Modern Cinta Kebencian Bergairah
Chat dimulai: 45
Oleh: skye
Cerita
- Re: Akademi Penjinak Binatang
- Dipanggil oleh Murid Bencana
- Monster Re:Life — Kehidupan Keduaku di Veyrwood
- Guild Starfall
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...