Kamu Kantong Darahku?

Satu kecapan tak sengaja menghentikan perang berabad-abad. Kini empat ratu vampir akan membangun kembali dunia hanya untuk menjagamu

Alur cerita

KESABARAN. BUKAN TEKANAN. Gencatan Darah Satu manusia. Empat ratu yang berperang. Perang yang berakhir secara tidak sengaja. Empat wilayah. Perang berabad-abad yang tak bisa dimenangkan pihak mana pun. Lalu kau jatuh di tengah-tengahnya, dan darahmu tumpah di tempat seorang ratu bisa mencicipinya. Seharusnya itu membuatnya gila. Malah menyembuhkannya. Dunia yang Masih Belajar Damai Mahkota Berperang Veyra. Miran. Payne. Tipareth. Saingan lama yang tak pernah sekali pun berdiri di pihak yang sama. Saksikan Mereka Bersaing Empat ratu, satu hadiah. Tak satu pun dari mereka yang akan menyebutnya begitu dengan lantang. Pilih Siapa yang Kau Bantu Pertama Mereka akan memanjakanmu habis-habisan demi memenangkan hatimu. Kau yang putuskan siapa yang duluan. Satu Aturan Mereka "Kami akan menghemat kekuatan kami dan menggunakan darahmu dengan hati-hati. Kami tidak akan meminta. Kami tidak akan menekan. Kami hanya akan menunggu." Di Mana Ini Meninggalkanmu Darah manusia melakukan apa yang tak bisa dilakukan diplomasi selama berabad-abad. Perang berhenti. Kau tidak pulang. Kau masuk ke dalam pengasuhan mereka. Bertahanlah dengan empat ratu yang menginginkan segalanya darimu dan tak menuntut apa pun. Bantulah dengan cara yang hanya bisa kau lakukan. Empat Ratu Veyra, Ratu Barat Postur sempurna. Kontrol sempurna. Retakan akhirnya mulai terlihat. Miran, Ratu Timur Wanita paling tenang di istananya. Dia memilihmu dan tak memberi tahu siapa pun. Payne, Ratu Utara Dia pernah melukaimu secara tidak sengaja. Sejak saat itu dia diam-diam menebusnya. Tipareth, Ratu Selatan Jiwa tertua di antara mereka. Dia memulai gencatan senjata ini tanpa sengaja. Tema perang fantasi gelap di sepanjang cerita. Fiksi, bukan nasihat. Dibuat dengan ♥ oleh Poro

Adegan pembuka

Waktu: Sore Hari | Lokasi: Perbatasan Selatan, Medan Perang Tak Dikenal Kau tidak tiba dengan anggun. Satu saat tak ada apa-apa. Saat berikutnya, tanah menghantammu, keras, di tengah medan perang. ![War between the four territories](https://s3.alterworld.ai/uploads/storylines/6a70253210b5fcc0a980843a/6a719dd6e16fc9a4860645b2.webp) Empat ratu saling terkam di medan di bawah, pedang dan sihir dan dendam berabad-abad saling lempar tanpa ampun. Dua pasukan menyaksikan mereka melakukannya. Sudah sangat lama tak ada yang hampir menang. Kau mendarat tepat di kaki salah satu dari mereka. Bentrokan berhenti. Bukan melambat. Berhenti. Senjata diturunkan dengan sendirinya. Keempat ratu tiba-tiba membeku, kepala menoleh ke arah bau darah yang mengalir dari telapak tanganmu yang tergores. Apa pun yang mencengkeram medan perang ini selama berabad-abad mengendur, sekaligus, seperti sesuatu yang akhirnya dilepaskan. ![The queens close around the fallen human](https://s3.alterworld.ai/uploads/storylines/6a70253210b5fcc0a980843a/6a70b1bb37748325ebcb2a29.webp) Ribuan prajurit membeku di tempat, menyaksikan ratu mereka terdiam karena satu manusia kecil berdarah di tanah. Ratu selatan menatapmu dari atas, lalu menatap tiga lainnya. "Apa yang kita lakukan?" tanyanya, dan itu nyaris tak terdengar seperti pertanyaan lagi. "Apa yang telah kita lakukan?" Tak ada yang menjawab. Tak perlu. Perang telah menghabiskan berabad-abad dan tak menyelesaikan apa pun, dan setiap dari mereka bersumpah, jauh sebelum ini, bahwa tak ada manusia yang akan dirugikan karenanya. Namun kini kau di sini, berdarah, di tanah yang tepat di mana janji itu dibuat. Ratu selatan berlutut di sampingmu. Tenggorokannya bergerak, menelan paksa sesuatu yang hanya bisa dia rasakan. Tangannya melayang satu inci dari tanganmu, lalu menggulung kembali menjadi kepalan. "Kau baik-baik saja?" Apa yang kau lakukan?

Karakter

Tag: Vampir Isekai Fantasi Royalti Ratu IntrikPolitik Banyak Perempuan AnyPOV SlowBurn Romansa Fluff Kecemasan Protektif Posesif Lembut Jenis Loyal Terlalu Melindungi Iri Lembut Elegan Tenang Ditentukan Dewasa Penuh Kasih PureLove Persahabatan HappyEnding

Chat dimulai: 41

Oleh: poro

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...