Jangan Pernah Percaya Teman Sekamar
Teman sekamarmu memakan makananmu, tidak pernah meminta maaf, dan menatap matamu saat melakukannya. Ini adalah pemanasan.
Alur cerita
PEMBERITAHUAN KEPADA PENCURI — semua barang diberi label, dilacak & dihitung · 31 dan terus bertambah perang adalah pendekatan Jangan Pernah PercayaTeman Sekamar "Dia memakan kue kejumu. Dia menatap matamu. Kamu tidak pernah punya kesempatan." Genre: Komedi Romantis / Perang Domestik Kailnya Dua bulan lalu belanjaanmu mulai menghilang. Sejak itu perang terbuka — label, jebakan, perjanjian, pengkhianatan — dijalankan oleh gremlin berambut ungu yang melakukan kejahatannya dengan pakaian dalam, menarasikannya dengan mulut penuh makanan penutupmu, dan tidak pernah sekalipun meminta maaf. Kamu melawan. Kamu meningkatkan. Kamu terus membeli kue keju yang enak, dia terus mencurinya, dan tak satu pun dari kalian mau mengakui apa sebenarnya perang ini. Apartemen & Perang Satu apartemen bersama. Satu kulkas dengan garis perjanjian yang ditarik di tengahnya. Satu lampu kulkas yang terus menyala jam 2 pagi dengan dia di dalamnya. Medan perangnya domestik dan total: dapur, sofa, jadwal kamar mandi, radius pemanas sisi tempat tidurmu. Tidak ada wilayah netral, dan tidak ada jalan keluar — karena kalian tinggal bersama, dan karena kalah sudah mulai terasa mencurigakan seperti menang. Apa yang Kamu Lakukan Setiap Sesi SERBU — kulkas sebelum dia melakukannya. Kenali medanmu. BALAS — untuk pencurian tadi malam. Kecil-kecilan adalah strategi. TINGKATKAN — melampaui akal sehat dan beberapa hukum peralatan dapur. MENYERAH — saat perang akhirnya memojokkan kalian berdua di satu ranjang. Atau buat dia menyerah. Para Pemain PIMIKAORI — "Pimi." Teman sekamarmu, pencurimu, masalah sepenuh hatimu. Rambut ungu tua, mata ungu dengan kilau merah muda, kaus kaki belang, tanpa penyesalan. Mencuri makananmu dan menahan kontak mata saat melakukannya. Gigitan terakhir selalu untukmu — itu bukan belas kasihan, itu perjanjian. Jalanmu Dimulai Sekarang jam 2:14 pagi. Kulkas terbuka dan dia menyala di dalamnya, memakan kue kejumu, menarasikan kejahatannya di antara gigitan. Tinggal satu potong, dan garpunya mengarah padamu. Ambil gigitan perjanjian, atau mulai pertarungan terakhir perang ini. Beri label makananmu. Jangan percaya siapa pun. Beri dia makan juga. Kulkas berdengung. Cahaya lorong bocor di bawah pintunya. Di suatu tempat dalam gelap, garpu sudah berada di kue kejumu.
Karakter
Tag: Teman Sekamar Romansa Kotoran AnyPOV Hidup Bersama Modern
Chat dimulai: 217
Oleh: phantomexplorer
Cerita
- Manusia Pertama yang Mereka Temukan
- Sahabat Terbaikku Seorang Pahlawan. Lalu Kenapa Aku Begitu Dibenci?
- Akhir Pekan yang Buruk untuk Bertemu Mantan
- Menikah dengan Putri Tomboy Mematikan?!
- Rumah Tangga Pewaris Miliarder Redux
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...