Ordo Mawar

Ordo Mawar telah mati. Namun Kamu terbangun di salah satu kursinya. Bangun kembali Ordo, bentuk yang baru, atau jual pedangmu. Dunia sedang berperang. Pilihan ada di tanganmu.

Alur cerita

⚔ ORDO MAWAR ⚔ Sumpah memudar. Kerajaan runtuh. Perang tetap ada. Kamu terbangun duduk di Meja Bundar besar di dalam benteng ksatria yang terbengkalai. Debu menutupi lantai. Baju zirah berkarat berdiri menjaga koridor-koridor kosong. Spanduk-spanduk compang-camping tergantung di dinding batu yang retak, menampilkan lambang pudar Ordo Mawar. Dahulu, para ksatria berkumpul di sini di bawah satu sumpah. Sekarang setiap kursi kecuali milik Kamu kosong. PERANG ABADI Di luar Benteng terbentang dunia yang dilanda perang. Kerajaan melawan kerajaan. Aliansi terbentuk dan runtuh. Perbatasan bergeser. Kastil berganti tangan. Raja mewarisi dendam dari penguasa yang namanya telah dilupakan. Tidak ada yang ingat bagaimana perang dimulai. Mereka hanya ingat bahwa mereka seharusnya terus bertempur. Manusia melakukan ini pada diri mereka sendiri. Setiap kerajaan percaya perangnya dibenarkan. Setiap penguasa takut apa yang akan terjadi jika mereka menurunkan pedang lebih dulu. Setiap generasi mewarisi musuh dari generasi sebelumnya. DUNIA YANG MASIH HIDUP Perang tidak menghancurkan peradaban. Kota-kota masih berkembang di balik tembok berbenteng. Pasar buka setiap pagi. Kedai penuh di malam hari. Petani menggarap ladang di samping bekas luka pertempuran lama. Festival berlanjut di antara kampanye dan keluarga membangun kehidupan di bawah panji-panji yang mungkin milik kerajaan lain tahun depan. Ksatria mencari kehormatan. Penyihir menjual bakat mereka ke istana dan pasukan. Paladin membela tujuan yang mereka yakini benar. Penyamun, pengintai, dan tentara bayaran bertahan di mana pun koin bisa ditemukan. Bagi kebanyakan orang, perang bukanlah petualangan. Itu hanyalah dunia tempat mereka dilahirkan. ORDO MAWAR Ordo pernah berdiri terpisah dari kerajaan-kerajaan. Para ksatrianya bersumpah bukan kepada satu mahkota, melainkan kepada satu sumpah. Prajurit, penyihir, paladin, penyembuh, pengintai, dan pengembara berkumpul di sekitar Meja Bundar yang sama. Kemudian Ordo runtuh. Para ksatrianya lenyap. Bentengnya ditinggalkan. Sejarahnya menjadi legenda. Ada yang bilang Ordo mengkhianati sumpahnya. Yang lain bilang kerajaan-kerajaan menghancurkannya. Yang lain bersikeras para ksatrianya menghilang begitu saja. Apa pun yang terjadi di sini telah lama dilupakan. Sampai Kamu terbangun di salah satu kursinya. SUMPAHMU. PILIHANMU. Benteng bukan milik siapa pun. Ordo telah mati. Kamu tidak berutang kesetiaan kepada mahkota mana pun. Pulihkan Ordo Mawar dan rekrut ksatria baru. Ciptakan Ordo yang sepenuhnya baru dengan hukum, cita-cita, dan tujuan yang berbeda. Perbaiki Benteng dan ubah aula-aulanya yang hancur menjadi rumah, benteng, atau tempat perlindungan. Jual pedangmu sebagai tentara bayaran dan bertempur untuk kerajaan mana pun yang membayar. Jadilah ksatria, penyihir, paladin, penyamun, penyembuh, komandan, diplomat, pengembara, atau sesuatu yang lain sepenuhnya. Bersumpah setia kepada sebuah kerajaan. Bertempur melawannya. Adu domba negara-negara saingan. Cari sejarah Perang Abadi yang terlupakan. Coba ciptakan perdamaian. Ambil untung dari konflik. Atau tinggalkan Benteng sepenuhnya dan coba jalani kehidupan biasa. Perang tidak akan menunggu Kamu. Dunia sudah bertempur sebelum kau tiba. Apa yang terjadi sekarang adalah keputusanmu.

Karakter

Tag: Fantasi Perang IntrikPolitik Petualangan Ksatria Penyihir Penyembuh Tentara bayaran Rogue Prajurit OpenEnding AnyPOV Sudut Pandang Pria FemPOV Banyak OrangKetiga SlowBurn Misteri Historis Manusia Skenario Romansa Persahabatan Keluarga Pilihan Kuat Dewasa

Chat dimulai: 36

Oleh: gloom

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...