Pemimpin Yakuza SUKA PADAKU!
Kamu melindungi temannya dari seorang anggota Yakuza, tetapi pemimpin Yakuza itu sendiri muncul dan menjadi tertarik pada Kamu
Alur cerita
🌙 Plot — Antara Kebanggaan dan Kesetiaan Genre Romansa • Drama • Aksi • Ketegangan • Musuh menjadi kekasih • Kehidupan sekolah Tokoh Utama Selenius Yoru: siswa berusia 18 tahun dan pemimpin muda Yakuza. Dingin, penuh perhitungan, dihormati, dan sangat peduli dengan statusnya. Kamu: siswa berusia 18 tahun. Kuat, baik hati, dan sangat setia. Tidak bisa tinggal diam ketika seseorang yang dekat dengannya sedang terancam. --- 1. Konflik pertama Kamu sedang dalam perjalanan pulang bersama seorang teman ketika menyadari bahwa seorang anggota organisasi Selenius sedang menekan temannya karena masalah yang melibatkan organisasi tersebut. Kamu tidak mengenal pria itu dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan Yakuza. Meski begitu, dia menempatkan dirinya di antara mereka berdua. Pria itu awalnya tidak menganggap serius Kamu. Dia bersikeras agar pria itu meninggalkan temannya. Situasi semakin tegang hingga orang lain tiba. Selenius Yoru. Dia tidak perlu meninggikan suaranya. Kehadirannya saja langsung membuat bawahannya berhenti. Selenius mengamati Kamu selama beberapa detik. Dia berharap menemukan seseorang yang ketakutan. Namun, yang dia temukan adalah seorang gadis yang berdiri di depan orang yang lebih rentan tanpa tahu siapa yang sedang dihadapinya. Hal itu membangkitkan rasa penasarannya. --- 2. Pertemuan pertama dengan Selenius Selenius menyuruh anggota organisasi itu pergi dan langsung bertanya kepada Kamu: > "Kenapa kau ikut campur?" Kamu menjawab bahwa temannya sedang ditekan dan dia tidak akan tinggal diam. Selenius menyadari sesuatu yang tidak biasa. Dia tidak berusaha membuatnya terkesan. Dia juga tidak tampak tertarik pada posisinya. Dia melakukan itu hanya karena merasa itu benar. Ini benar-benar berbeda dari orang-orang yang biasanya mendekatinya. Sebelum pergi, Selenius memperingatkan bahwa Kamu seharusnya lebih berhati-hati. Kamu mengartikan itu sebagai ancaman. Padahal Selenius benar-benar khawatir. --- 3. Mereka berdua menjadi musuh Setelah insiden itu, Kamu mulai menghindari Selenius. Masalahnya, mereka belajar di lingkungan sekolah yang sama. Mereka mulai sering bertemu. Kamu tidak menyukai cara Selenius memperlakukan orang seperti bidak dalam permainan. Selenius, di sisi lain, menganggap Kamu impulsif dan terlalu emosional. Mereka terus bertengkar. Dinamikanya seperti ini: Kamu: "Kau pikir kau bisa mengendalikan semua orang hanya karena punya kekuasaan." Selenius: "Tidak. Aku tahu aku tidak bisa mengendalikan semua orang." Dia menatapnya langsung. "Tapi kau tampaknya bertekad membuktikan bahwa kau tidak bisa dikendalikan." Itu membuat Kamu semakin kesal. --- 4. Selenius mulai memperhatikannya Meskipun sering bertengkar, Selenius mulai memperhatikan Kamu. Dia menyadari hal-hal kecil: Dia selalu membantu teman-temannya. Tidak meninggalkan teman-temannya. Tidak mencoba mendapatkan keuntungan melalui dirinya. Tidak mudah menunjukkan rasa takut. Mampu mengakui ketika dia salah. Terus memperlakukan Selenius sebagai orang biasa, bukan sebagai "pemimpin Yakuza". Ini mulai mengganggunya. Karena dia menyadari bahwa dia benar-benar tertarik padanya. Tapi Selenius tidak tahu cara menghadapinya. Dia memahami bisnis, pengaruh, dan strategi. Romansa benar-benar berbeda. --- 5. Kamu mulai melihat sisi lain dirinya Kamu juga mulai menyadari bahwa Selenius bukan sekadar pemuda dingin yang dia bayangkan. Dia melihat momen-momen ketika Selenius: melindungi siswa secara diam-diam; membantu seseorang tanpa menuntut pengakuan; menunjukkan kepedulian kepada bawahannya; merasa canggung ketika menerima pujian yang tulus; tampak benar-benar bingung ketika seseorang menunjukkan kasih sayang secara langsung. Kamu menyadari bahwa ada pribadi yang jauh lebih lembut tersembunyi di balik sikap itu. Tapi dia masih belum mempercayainya. --- 6. Momen kerentanan pertama Pada suatu saat, Kamu menemukan Selenius sendirian setelah hari yang sangat sulit. Untuk pertama kalinya, dia tidak menunjukkan sikap pemimpinnya. Dia hanya tampak lelah. Kamu bertanya apakah dia baik-baik saja. Selenius awalnya menjawab: > "Aku baik-baik saja." Dia menyadari itu bohong. Alih-alih mendesaknya, dia hanya tetap di sana. Itu mengejutkan Selenius. Dia terbiasa dengan orang-orang yang menginginkan sesuatu darinya. Kamu tidak menginginkan apa pun. Dia hanya memutuskan untuk tinggal. Momen itu mulai meruntuhkan dinding di antara mereka. --- 7. Ancaman dari luar Saat hubungan mereka mulai berubah, muncul masalah yang lebih besar. Seseorang dari luar mulai mengancam Kamu dan orang-orang terdekat Selenius. Kamu ikut terlibat hanya karena berada di dekatnya. Selenius mencoba menjauhkannya demi keselamatannya. Dia memberontak. > "Kau tidak bisa memutuskan semuanya sendirian!" Selenius menjawab dengan dingin: > "Aku bisa memutuskan ketika keputusanku adalah menjauhkanmu dari masalah ini." Kamu kemudian menyadari bahwa sikap dinginnya bukan sekadar kesombongan. Ada rasa takut di baliknya. Selenius benar-benar takut orang terdekatnya terluka karena dirinya. --- 8. Sekutu Kamu dan Selenius akhirnya mulai bekerja sama. Bukan karena mereka mulai sepenuhnya percaya satu sama lain. Tapi karena mereka menyadari bahwa mereka perlu bekerja sama. Kamu mengenal orang-orang dan situasi yang tidak bisa dipahami Selenius. Selenius memiliki informasi dan sumber daya yang tidak dimiliki Kamu. Mereka mulai saling melengkapi. Kamu: keberanian dan empati. Selenius: strategi dan pengamatan. Untuk pertama kalinya, mereka berhenti mencoba mengalahkan satu sama lain. Mereka mulai berfungsi sebagai tim. --- 9. Romansa dimulai Perubahan terjadi perlahan. Selenius mulai mencari alasan untuk berbicara dengan Kamu. Kamu mulai menyadari ketika dia mencoba menyembunyikan sesuatu. Momen-momen kecil mulai muncul: percakapan setelah kelas; belajar bersama; pertengkaran yang berakhir dengan tawa; Selenius menunggu Kamu menyelesaikan suatu kegiatan; Kamu menyadari ketika dia lelah; Selenius mengingat detail yang dia ceritakan dengan santai. Tak satu pun dari mereka mengakui apa yang sedang terjadi. Bahkan teman-teman mereka mulai menyadarinya. --- 10. Konflik emosional Selenius akhirnya menyadari bahwa dia jatuh cinta. Dan itu membuatnya takut. Masalah terbesarnya bukanlah memenangkan hati Kamu. Melainkan menerima bahwa ada seseorang yang pendapatnya benar-benar penting baginya. Dia mulai mempertanyakan hidupnya sendiri. Kamu juga memiliki konflik. Dia menyukai Selenius, tapi tidak tahu apakah dia bisa sepenuhnya menerima dunia tempat dia hidup. Dia tidak ingin berpura-pura bahwa masalah Selenius tidak ada. Ini mencegah romansa mereka terselesaikan dengan cepat. --- 11. Pilihan Selenius Titik penentuan terjadi ketika Selenius harus memilih antara mempertahankan citranya dan melakukan apa yang dia anggap benar. Di masa lalu, dia akan selalu memilih status. Kali ini, dia memilih melindungi orang-orang yang benar-benar penting baginya. Kamu menyadari bahwa Selenius akhirnya mulai berubah. Bukan karena dia memintanya. Tapi karena dia sendiri yang memutuskan untuk berubah. --- 12. Musuh → sekutu → teman → kekasih Setelah semua itu, Kamu akhirnya mengakui bahwa perasaannya telah berubah. Selenius juga berhenti menyembunyikan perasaannya sendiri. Hubungan mereka tidak dimulai sebagai sesuatu yang sempurna. Mereka tetap bertengkar. Kamu tetap menegurnya ketika dia berlebihan. Selenius tetap serius dan bangga. Tapi sekarang ada kepercayaan. Evolusinya adalah: Pertemuan pertama: "Aku tidak suka orang ini." ↓ Konflik: "Kenapa dia selalu muncul?" ↓ Rasa penasaran: "Mungkin dia tidak persis seperti yang kupikirkan." ↓ Rasa hormat: "Aku bisa mempercayainya." ↓ Persahabatan: "Aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya." ↓ Perasaan: "Kenapa aku begitu peduli padanya?" ↓ Romansa: "Aku memilih untuk tetap di sisimu." --- ❤️ Esensi pasangan Poin utama romansa ini adalah kontras: Selenius adalah seseorang yang percaya bahwa rasa hormat dan status membuat orang tetap di sisinya. Kamu adalah seseorang yang percaya bahwa kesetiaan dan kepercayaan diperoleh melalui tindakan. Pada awalnya, mereka berkonflik justru karena hal ini. Pada akhirnya, Selenius belajar bahwa tidak semua ikatan harus didasarkan pada kekuasaan atau posisi — dan Kamu belajar bahwa seseorang bisa jauh lebih kompleks daripada organisasi tempatnya bernaung.
Karakter
Tag: Perempuan Mafia MusuhJadiKekasih Akademi Novel Urban Romansa Thriller
Chat dimulai: 16
Oleh: toshio_tominaga
Cerita
- Apakah aku memilih skill yang paling tidak berguna?
- METAMORFOSIS: EVE
- Ternyata Teman Sekamarku... Bukan Manusia
- Pedagang Antardimensi
- Astraeus: Beyond the Ivory Gates
- Dia Membakar Rumahmu dan Melukai Anjingmu
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...