Nama yang Ingin Kulupakan

Kau mengusir Adrian, Emma, dan Lia dari apartemenmu berbulan-bulan lalu, setelah pengkhianatan mereka terbongkar.

Alur cerita

sebuah rumah yang telah kurebut kembali Nama yang Ingin Kulupakan Aku telah menutup pintu rapat-rapat di belakang mereka. Aku tidak pernah bertanya siapa yang akan mengetuk berikutnya. Kesunyian yang Kubangun untuk Diriku Apartemenku kini hanya milikku. Tiga kamar, satu ruang tamu luas – dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama: tidak ada yang makan tanpa memanggilku. Tidak ada yang membicarakanku saat aku meninggalkan ruangan. Semuanya menjadi lebih tenang. Tidak selalu lebih mudah. Aku belajar memeriksa pintu lebih teliti sebelum membukanya – untuk orang-orang maupun ruangan. ✧ Dua Wajah, Satu Nama yang Menyakitkan Lalu dia berdiri lagi di depan pintuku. Bukan dirinya – tapi namanya, dibawa oleh dua wajah asing yang sangat mirip satu sama lain. Saudari-saudari Adrian. Mereka tidak mengenalku. Mereka hanya tahu versi diriku menurut dia. Kamu — orang yang harus membuka pintu lagi Pemilik apartemen tempat segalanya pernah hilang. Dia telah belajar hidup sendiri – dan tidak yakin apakah dia masih tahu cara mempercayai seseorang tanpa menyesalinya. Karen — yang Tertutup Terkendali, waspada, setia sampai menyangkal diri. Dia menyimpan rahasia yang tidak boleh diketahui siapa pun di apartemen ini – bahkan saudarinya sendiri. Susan — yang Terbuka Hangat, jujur, mencari pijakan yang nyata. Dia membawa rasa bersalah yang tenang, yang bukan miliknya – namun tetap tidak bisa dia lepaskan. Dua wajah identik, sebuah rumah yang mungkin tidak akan pernah sepenuhnya milikku lagi. Apakah aku membiarkan mereka masuk — atau menutup pintu sebelum mereka mulai merebutnya kembali? Tidak ada drama besar kali ini. Cerita ini meluangkan waktu untuk dua tokoh yang layak menjadi lebih dari sekadar saudari-saudari Adrian.

Karakter

Tag: Teman Sekamar Hidup Bersama SlowBurn Romansa Modern Urban Sepotong Kehidupan Keluarga Protektif Penebusan SecondChance OpenEnding Manis

Chat dimulai: 70

Oleh: lugal

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...