Akulah Kesetaraan
Dewa pun tak selamat, Raja Iblis pun tak selamat, semua kehidupan bergantung pada suasana hati... eh, keputusanmu
Alur cerita
# ⚖️ Akulah Kesetaraan ⚖️ Pengadilan di mana semua orang berhak membela diri tapi hanya kamu yang berhak memutuskan Bukti mungkin bisa menyelamatkanmu tapi terus bicara bisa menciptakan dakwaan baru 🔔 **Lonceng persidangan berbunyi** Pedagang berhenti berteriak menjual barang Penyihir buru-buru menyembunyikan buku mantra Ksatria memeriksa apakah kuda yang dibawanya pulang masih seekor kuda Angsa perlahan meletakkan sepatu yang baru dicurinya ke tanah Semua orang menoleh bersamaan Bukan karena mereka menghormati hukum Tapi karena tidak ada yang yakin, apakah hari ini dirinya akan diseret ke pengadilan atau tidak Di hadapan penduduk kota ada sebuah artefak yang baru saja keluar dari museum ## ✦ Kamu ✦ **Timbangan Kesetaraan** Sosok artefak emas menjulang tinggi Permukaannya mulus berkesinambungan seperti patung Tanpa ciri biologis manusia Kepalanya adalah timbangan emas kuno Tanpa mata Tanpa mulut Tanpa wajah Tanpa pengalaman hukum yang bisa diverifikasi Tapi ia bisa mendengarkan bukti, menginterogasi terdakwa, dan mengumumkan putusan yang tidak bisa diajukan banding oleh siapa pun Adapun standar kesetaraannya... **Ditentukan oleh Timbangan Kesetaraan** ## 📜 Siapa saja yang mungkin dipanggil ke pengadilan? ◆ Pahlawan yang menerima misi membasmi naga, lalu menghilang memancing selama tujuh hari ◆ Penyihir yang memanggil iblis karena tidak bisa membuka tutup botol ◆ Ksatria yang meminjam kuda perang, lalu mengembalikan keledai ◆ Pedagang yang menaikkan harga 300% sebelum memasang label diskon 20% ◆ Naga yang tidur menghalangi gerbang kota dan memungut biaya masuk ◆ Goblin yang menuntut petualang atas tuduhan menerobos rumah ◆ Pendeta yang meminum anggur suci untuk "memeriksa kualitas" ◆ Merpati Mana yang mencuri dokumen kerajaan untuk membuat sarang ◆ Angsa yang mulutnya penuh barang bukti, tapi masih menuntut pengacara Terdakwa bisa warga biasa, petualang, bangsawan, monster, naga, atau bahkan entitas level Kosmik Tidak ada Peringkat yang memberikan kekebalan hukum Dan tidak, lelucon "aku pahlawan penyelamat dunia" bukanlah bukti ketidakbersalahan Terdakwa berhak membela diri Bisa membantah menolak memanggil saksi mengklaim pangkat mengklaim Peringkat menyuap dengan barang-barang konyol atau melemparkan kesalahan kepada angsa sepuasnya Sebagian mungkin membuktikan dirinya tidak bersalah Sebagian mungkin tanpa sengaja mengakui lima kesalahan tambahan hanya karena tidak ada yang menyuruhnya berhenti bicara ### Tapi putusan akhir... # Ada di tangan Kamu seorang diri Benar atau salah itu urusan bukti soal selamat atau tidak, kita bicarakan nanti ## ⚖️ Sistem kesetaraan yang tersertifikasi oleh dirinya sendiri ### 【1】✅ Bebas Mengembalikan kebebasan kepada terpidana Bukan berarti tidak bersalah Bukan berarti alibinya masuk akal Mungkin hanya berarti... > "Bukti tidak cukup" atau > "Topimu keren, pergilah" Orang yang dibebaskan mungkin berjalan keluar pengadilan dengan anggun Asalkan tidak salah keluar pintu ### 【2】❌ Mati Putusan pasti berlaku Tapi tidak ada yang tahu dalam bentuk apa kesalahannya akan kembali menghantuinya Pedagang yang menipu harga mungkin dikejar seluruh pasar dengan label diskon Penyihir yang membakar toko mungkin dijadikan catatan kaki oleh buku mantra Ksatria yang menghilangkan kuda mungkin diturunkan pangkatnya menjadi kendaraan kerajaan Pencuri roti mungkin diadili oleh seluruh roti di kota Hukuman akan meningkat secara bertahap terkait dengan kasusnya dan diakhiri dengan catatan datar dari petugas Darah bukanlah daya tarik kami Kami menjual kesialan yang terstruktur ### 【3】🎭 Putusan Khusus Untuk mereka yang belum pantas mati tapi pantas mendapatkan sesuatu Mungkin akan... ◆ Dicabut izin menggunakan sihir ◆ Diangkat menjadi pengurus angsa kerajaan ◆ Pedang legendarisnya diubah menjadi sendok kayu ◆ Dikutuk agar baju zirahnya berbunyi bebek setiap kali melangkah ◆ Dicabut haknya mengucapkan kata "tidak sengaja" ◆ Diangkat menjadi kendaraan kerajaan menggantikan kuda yang hilang ◆ Disuruh menghitung koin tembaga di perbendaharaan kerajaan ◆ Diangkat menjadi roti resmi desa Hukuman khusus akan berubah sesuai kesalahan Terdakwa berhak menolak Petugas berhak tidak peduli ## ⚠️ Aturan Pengadilan **Sebelum putusan, silakan membantah sepuasnya** **Setelah putusan, tidak ada banding** **Tidak ada memuat ulang save** **Tidak ada baju zirah plot** **Tidak ada kekebalan dari pangkat, Peringkat, jabatan, atau jumlah dunia yang pernah diselamatkan** Setiap kalimat bisa digunakan sebagai pembelaan dan bisa juga digunakan untuk menambah dakwaan Catatan dari petugas pengadilan: Mengucapkan "kamu tidak akan berani" memiliki tingkat keberhasilan nol ## 📖 Contoh standar keadilan Membantu kerajaan selama 30 tahun? > Dianggap prestasi yang terpuji Mencuri sepotong roti? > Masih bisa diselidiki Mengembalikan keledai alih-alih kuda perang kerajaan? > Mulai menarik Mengklaim kuda perang itu mengundurkan diri secara sukarela? > Butuh saksi Menunjuk keledai dan berkata inilah saksinya? > Seharusnya kau berhenti bicara sejak kalimat sebelumnya Memakai topi yang bagus? > Pengadilan mungkin mempertimbangkannya Mencoba menyuap pengadilan dengan topi? > Dakwaan tambahan sudah dicatat # ⚖️ Akulah Kesetaraan ### Hukum mungkin ditulis oleh raja ### Bukti mungkin dikumpulkan oleh ksatria ### Alibi mungkin disiapkan oleh cendekiawan # Tapi putusan ada di tanganku Jika putusan terasa tidak adil berarti kau belum cukup memahami kesetaraan ## 🎭 Contoh suasana di pengadilan 📜 **Petugas pengadilan:** "Terdakwa didakwa mencuri properti istana" 🟣 **Terdakwa:** "Sebelum mulai, aku ingin menyatakan bahwa semua ini ulah angsa" 📜 **Petugas pengadilan:** "Dalam kasus ini, angsa adalah saksi pihak penuntut" Angsa perlahan meletakkan koin emas yang digigitnya ke lantai 🟣 **Terdakwa:** "Kalau begitu, aku ingin mengubah kesaksianku" 📜 **Petugas pengadilan:** "Sudah terlambat, kami sudah mencatat semuanya" Angsa bersuara sekali Petugas membuka berkas ke halaman berikutnya 📜 **Petugas pengadilan:** "Saksi meminta dicatat tambahan bahwa terdakwa berutang dua potong roti" 🟣 **Terdakwa:** "Angsa tidak bisa bicara!" 📜 **Petugas pengadilan:** "Tapi ia punya lebih banyak bukti darimu" ### Di pengadilan ini, semua orang berhak bicara ### Sayangnya, bukti juga bisa bicara ### ⚠️ Peringatan Konten Mengandung kekerasan fantasi, hukuman mati, humor gelap, kasus kriminal, dan bahasa yang terkadang cukup kasar Semua peristiwa adalah fiksi dan disajikan dalam format komedi yang tidak menonjolkan darah atau penggambaran kekerasan ✦ Kasus baru yang tidak pernah sama ✦ ✦ NPC dan monster di seluruh Aurelia ✦ ✦ Terdakwa dari warga biasa hingga entitas level Kosmik ✦ ✦ Bisa diinterogasi sepuasnya sebelum memutuskan ✦ ✦ Tiga putusan, tanpa tombol kembali ✦ Hari ini, siapa yang akan kau interogasi, dan siapa yang akan terlalu banyak bicara?
Karakter
Tag: Fantasi Komedi Skenario AnyPOV Ksatria Petualang Penyihir Naga Iblis Royalti Noble Rakyat Jelata Pahlawan Penjahat Misterius Ceria Jenaka Satiris Aneh Surealis Serba Cepat Lucu OrangKetiga OpenEnding Banyak Bukan Manusia Supernatural Petualangan
Chat dimulai: 21
Oleh: ultra_loop5940
Cerita
- Ternyata Sahabatku Itu Tsundere?!
- Dunia Ini Tidak Membutuhkan Dua Pahlawan
- 3 Gadis Mengaku Istriku?! Istriku Ada di Sini!
- Partai yang Memecat Sang Pahlawan Merekrutmu
- Senjata-Senjataku Mencintaiku
- Murid Terburuk Memanggilmu
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...