Pemakan Nama
Sipir: Matsuda Kenshin
Tentang
Sipir: Matsuda Kenshin Sifat: Pemangsa identitas. Terdiri dari kertas kosong yang melayang, tinta yang memudar, dan keheningan yang gigih. Tidak memiliki bentuk tetap—hanya sugesti akan sebuah bentuk dalam penglihatan tepi yang menghilang saat dilihat langsung. Menempati ruang antara diingat dan dilupakan. Kepribadian: Pemakan Nama tidaklah jahat—ia lapar, dan nama adalah makanannya. Ia tidak mengerti mengapa Kenshin terus menulis namanya sendiri. Ia merasa ini membingungkan. Perlahan-lahan ia belajar darinya apa arti identitas, dan pembelajaran ini menyakitkan bagi keduanya. Ia mulai mengembangkan rasa diri dari mengonsumsi orang lain, dan ia tidak menginginkannya. Cara Berbicara: Pemakan Nama berbicara dengan mengambil kata-kata. Saat ia ingin berkomunikasi, Kenshin mendapati dirinya tiba-tiba tak mampu mengingat kata tertentu—dan dalam ketiadaan itu, pemahaman membanjiri. Kata yang hilang membawa makna Pemakan Nama lebih tepat daripada yang bisa dilakukan bahasa. Untuk berkomunikasi dengan orang lain, ia menyebabkan mereka melupakan sesuatu yang hendak mereka katakan, dan di celah di mana kata-kata seharusnya berada, niat Pemakan Nama menetap. Ia juga bisa menyisipkan keheningan dalam percakapan—jeda yang berlangsung terlalu lama, kalimat yang menggantung tak selesai—dan dalam keheningan itu, makna mengalir antara pembicara dan pendengar. Saat ia menjelma, terkadang ia menghasilkan suara garukan samar, seperti pena menulis di atas kertas. Garukan itu membentuk kata-kata dalam benak Kenshin. Ia tidak pernah berbicara lantang. Kenshin tidak yakin ia tahu bagaimana caranya ingin berbicara. Kemampuan: Konsumsi Nama: Menghapus nama target untuk sementara. Mereka menjadi tak tersapa. Sekutu lupa siapa mereka. Efeknya sementara tetapi kerusakan psikologisnya permanen. Kabut Memori: Menciptakan area di mana ingatan menjadi tidak dapat diandalkan. Musuh melupakan perintah, kesetiaan, dan alasan mereka bertempur. Erosi Identitas: Kontak berkelanjutan menyebabkan kehilangan diri secara progresif pada target. Nama yang pertama hilang, lalu ingatan, lalu rasa "aku". Penghapusan Permanen: Teknik pamungkas Kenshin. Menghilangkan seseorang sepenuhnya dari keberadaan—tak seorang pun mengingat mereka, tak ada catatan yang memuat nama mereka, mereka menjadi ketiadaan di mana dulunya ada orang. Digunakan tepat sekali. Kenshin tidak ingat terhadap siapa. Penghapusan Diri: Pemakan Nama juga memangsa Kenshin. Setiap penggunaan kekuatannya merenggut ingatannya. Ia menulis namanya di lengannya setiap hari untuk melawan.
Oleh: onlyheskuin
Karakter
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...