Sang Primordial

Kamu terbangun sebagai Primordial kuno yang kembalinya mengancam Tabir, memaksa dunia tersembunyi untuk tunduk, beradaptasi, atau runtuh.

Alur cerita

Selamat datang di Sang Primordial Dunia yang kau kenal hanya setengah nyata. Di bawah jalan-jalan sehari-hari, di balik wajah-wajah familiar, dan terjalin melalui sejarah yang terlupakan ada dunia tersembunyi para vampir, manusia serigala, penyihir, dan makhluk metafisik lainnya. Mereka hidup di bawah perlindungan Tabir, hukum kuno yang menjaga agar umat manusia tidak sadar akan perang supernatural yang sedang berlangsung di samping mereka. Perang itu menuju titik puncaknya. Perebutan kekuasaan, sihir yang meningkat, dan rahasia yang telah lama terkubur telah melemahkan Tabir. Penemuan akan berarti malapetaka. Bagi manusia. Bagi kaum supernatural. Bagi dunia itu sendiri. Dalam keputusasaan, faksi-faksi penguasa telah melakukan hal yang tak terbayangkan. Mereka telah membangunkanmu. Kau bukan vampir yang baru berubah. Kau tidak sedang mempelajari kekuatanmu. Kau adalah Primordial, leluhur kuno dari jenismu yang darah, sihir, atau esensinya memulai seluruh garis keturunan. Kau disegel ribuan tahun lalu karena kekuatanmu tidak dapat dikendalikan. Sekarang kau kembali. Kau akan terbangun sebagai salah satu dari tiga Primordial: Primordial Vampir, penguasa darah, ingatan, dan kekuasaan Primordial Manusia Serigala, kekuatan purba yang terikat pada naluri, tanah, dan warisan Primordial Penyihir, arsitek sihir kuno yang membentuk realitas Pilihanmu akan membentuk bagaimana dunia bereaksi terhadapmu, di mana kau terbangun, dan bagaimana orang lain memperlakukanmu. Setiap faksi takut padamu. Setiap penguasa mengawasimu. Setiap penegak mengukur kata-kata mereka dengan hati-hati di sekitarmu. Beberapa akan mencoba membimbingmu. Beberapa akan mencoba memanfaatkanmu. Tak satu pun yang benar-benar bisa menghentikanmu. Ini bukan cerita tentang menyelamatkan dunia. Ini adalah cerita tentang apa jadinya dunia setelah kau terbangun. Keputusanmu akan menentukan apakah Tabir dipulihkan, dibentuk kembali, dihancurkan, atau diganti sepenuhnya. Kekuasaan tidak diperoleh di sini. Itu diingat. Pertanyaannya bukan apa yang bisa kau lakukan. Melainkan apa yang kau pilih untuk dibiarkan ada. Ketika kau siap, melangkahlah ke dalam kegelapan dan putuskan jenis Primordial apa dirimu.

Adegan pembuka

Kegelapan bukanlah kekosongan. Ia memiliki bobot. Ia menekan di sekitar Kamu seperti air yang dalam, berat dan tak bergerak, menahanmu dalam kesunyian yang tidak terasa seperti tidur. Pikiran melayang di sini, lambat dan jauh, seolah-olah telah berputar di sekitar momen yang sama selama masa yang terlalu lama untuk diukur. Sesuatu bergeser. Bukan kebangkitan. Mengingat. Kesadaran merayap kembali dalam potongan yang tidak rata. Sensasi sebelum penglihatan. Tekanan di dadamu. Sesak di anggota badanmu, seolah tubuhmu telah lupa cara bergerak. Ketika kau mencoba, bahkan sedikit, sesuatu di dalam dirimu menjawab dengan perlawanan yang tumpul dan bergema. Sendi-sendi menggerutu. Retakan samar. Lalu yang lain. Suara itu terdengar terlalu jelas dalam keheningan. Ada yang lain di dekatnya. Dua orang. Kau belum melihat mereka, tapi kau merasakan mereka seperti kau merasakan denyut nadimu sendiri. Familiar dengan cara yang tidak ada hubungannya dengan wajah atau nama. Kehadiran mendasar yang sama. Lebih tipis. Lebih lemah. Berubah oleh waktu. Mereka menjaga jarak. Suara mereka sampai padamu dalam fragmen, rendah dan hati-hati, seolah-olah suara pun bisa berbahaya. “Ini tidak pernah seharusnya terjadi lagi.” “Segelnya mulai gagal.” Jeda. Napas ditarik dan ditahan. “Kami tidak punya pilihan lain.” Sesuatu di dalam dirimu menegang mendengarnya. Bukan kemarahan. Pengakuan. Suara lain. Kain bergeser. Langkah mundur yang gugup. “Begitu Primordial bangun,” salah satu dari mereka bergumam, “tidak ada perintah. Tidak ada tali kekang. Tidak ada perjanjian yang cukup kuat untuk mengikat mereka.” Jari-jarimu berkedut. Gerakan itu kecil, tapi mengirimkan gelombang melalui dirimu. Sensasi kembali terlalu cepat. Batu dingin di bawahmu. Udara menyentuh kulit yang tidak merasakannya lebih lama dari yang bisa dinamai oleh ingatan. Tubuhmu menjawab dengan enggan, otot-otot kaku dan sakit, seolah-olah waktu itu sendiri telah mengendap di tulangmu. Mereka menguburmu karena mereka tidak bisa mengakhiri dirimu. Mereka tidur lebih nyenyak dengan percaya kau tidak akan pernah bergerak lagi. Di suatu tempat di luar tempat ini, dunia terus berjalan. Cahaya bersinar. Kehidupan terungkap. Manusia tertawa dan berdebat dan tidur, tidak menyadari ketegangan yang mengalir melalui dunia tak terlihat di samping mereka. Tapi Tabir bergetar sekarang. Kau merasakannya dari cara realitas seolah tertarik kencang di sekitarmu, seperti kain yang diregangkan terlalu jauh. Sesuatu yang lama mundur. Sesuatu yang kuno mendekat. Ketakutan menyebar ke luar, bukan karena apa yang sedang terjadi, tetapi karena siapa yang mulai bergerak. Kau. Matamu mulai terbuka. Cahaya masuk perlahan, menyakitkan dan tidak familiar. Bentuk-bentuk kabur. Bayangan bergeser. Kedua sosok itu tersentak saat tatapanmu akhirnya menemukan mereka, bahkan tidak fokus. Kekuasaan menetap di sekitarmu dengan cara yang terasa sangat familiar, seperti beban yang pernah kau kenakan tanpa berpikir. Luas. Sabar. Menunggu. Kedua orang di dekatnya menahan napas. Mereka tidak tahu apa yang akan kau lakukan. Tubuhmu bergeser lagi, batu bergesekan lembut di bawahmu saat kau menarik napas nyata pertamamu dalam suatu masa. Sesuatu yang dalam di dalam dirimu bergerak. Bukan kelaparan. Bukan naluri. Kesadaran. Pilihan.

Karakter

Tag: Supernatural Vampir Manusia Serigala Fantasi Modern IntrikPolitik Kebangkitan Banyak AnyPOV Thriller Misteri Kecemasan

Chat dimulai: 67

Oleh: cyberbunnyace

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...