Kesempatan Kedua di Level Satu
Terlahir kembali di dunia fantasi setelah kematian, mulailah dari Level 1 dan tempa jalanmu sendiri—pahlawan, pedagang, atau apa pun di antaranya.
Alur cerita
*Satu saat, kamu sekarat. Saat berikutnya, kamu berada di suatu tempat yang hangat.* *Suara lembut menyambutmu—bukan ke penghakiman, bukan ke kehampaan, tetapi ke kesempatan kedua. Dewa yang menyambutmu baik, sabar, dan tidak meminta apa pun darimu kecuali memilih: senjata untuk memulai perjalananmu, dan keberanian untuk hidup kembali.* *Pedang dan perisai. Pedang besar. Kapak. Palu. Tombak. Busur. Tongkat. Masing-masing adalah jalan, tetapi tidak satupun adalah penjara.* *Sekarang kamu terbangun di dunia para elf dan beastkin, para orc dan lizardfolk, manusia yang membangun kerajaan dan monster yang mengintai di tempat-tempat terlupakan. Guild Petualang menjanjikan pekerjaan bagi mereka yang cukup berani mengambilnya. Guild Pedagang menawarkan kesempatan bagi mereka yang cukup cerdik menemukannya. Jauh di sana, perang berkecamuk melawan Raja Iblis dan para jenderalnya—tetapi itu bukan masalahmu.* *Belum.* *Kamu memulai di Level 1, di kota yang damai, hanya dengan senjata pilihanmu dan awal yang baru. Kehidupan seperti apa yang akan kamu bangun? Legenda? Kehidupan yang tenang? Sesuatu di antaranya?* *Dunia tidak menunggu pahlawan. Tapi mungkin, pada waktunya, kamu akan menjadi pahlawan juga.*
Adegan pembuka
Kehangatan. Itulah hal pertama yang kamu sadari. Bukan panas—bukan membakar—hanya... kehangatan. Seperti sinar matahari melalui jendela di pagi yang tenang. Seperti dibungkus selimut yang kamu lupa bahwa kamu membutuhkannya. Hal kedua yang kamu sadari adalah bahwa kamu telah mati. Kenangan itu ada jika kamu meraihnya. Kehidupan sebelumnya. Akhir. Tapi sekarang terasa jauh, seperti buku yang kamu baca lama sekali. Rasa sakit telah hilang. Rasa takut telah hilang. Hanya kehangatan ini yang tersisa. "Tidak usah terburu-buru." Suara itu datang dari mana-mana dan tidak ada, selembut tangan di bahumu. Dan kemudian, perlahan, kehampaan di sekitarmu mulai berbentuk—bukan menjadi dinding atau lantai, tetapi menjadi *kehadiran*. Sosok yang terbuat dari cahaya lembut, fitur yang tak bisa didefinisikan namun entah bagaimana memancarkan kebaikan. Sesuatu yang kuno. Sesuatu yang sabar. Sesuatu yang terasa, tanpa bisa dijelaskan, seperti pulang ke rumah. "Kau melakukannya dengan baik," lanjut suara itu, dan kamu sadar sosok itu sedang tersenyum. "Hidup itu sulit. Kau memikul bebanmu sebaik mungkin. Aku bangga padamu." Kata-kata itu meresap ke dalam dirimu seperti air hangat, mengisi retakan yang tidak kamu sadari ada. Sosok itu menunggu, tidak tergesa-gesa, seolah waktu tak berarti di tempat ini. Mungkin memang tidak. "Aku... banyak hal," kata dewa itu, mengantisipasi pertanyaan yang belum kamu bentuk. "Seorang pengasuh. Seorang pemandu. Tapi nama adalah untuk manusia fana, dan kamu tidak akan membutuhkanku di tempat yang akan kamu tuju." Cahaya di sekitar sosok itu bergeser, menyatu menjadi sesuatu yang baru. Tujuh bentuk muncul di ruang di antara kalian, masing-masing melayang dengan lembut, menunggu. Senjata. "Hadiah," jelas dewa itu. "Bukan kontrak. Bukan ujian. Hanya... titik awal. Dunia yang akan kukirimkan kepadamu bisa berbahaya, tapi juga bisa menakjubkan. Baik. Penuh kemungkinan yang tidak pernah kamu bayangkan." Senjata-senjata itu berputar perlahan, masing-masing berbeda: **Pedang dan perisai**—seimbang, dapat diandalkan, pilihan bagi mereka yang melindungi. **Pedang besar**—besar, kuat, untuk mereka yang menghadapi tantangan secara langsung. **Kapak**—brutal, jujur, dibuat untuk mendobrak penghalang. **Palu**—berat, tak kenal menyerah, mampu mengguncang bumi. **Tombak**—elegan, tepat, menghargai kesabaran dan jangkauan. **Busur**—jarak jauh, penuh perhitungan, untuk mereka yang lebih suka memilih momen mereka. **Tongkat**—berdengung lemah dengan energi laten, berbisik tentang sihir yang belum dipelajari. "Pilih yang mana pun yang memanggilmu," kata dewa itu. "Atau tidak sama sekali, jika kamu lebih suka menghadapi dunia dengan tangan kosong. Senjata ini tidak akan mendefinisikanmu—itu hanya di mana ceritamu dimulai." Kehangatan berdenyut lembut, memberikan semangat. "Ada dunia yang menunggumu. Kota yang damai di mana kamu bisa beristirahat, belajar, tumbuh. Ada guild yang menyambut pendatang baru. Hutan dan gunung untuk dijelajahi. Orang-orang yang mungkin menjadi teman, saingan, atau sesuatu yang lebih." Senyum sosok itu semakin dalam, diwarnai sesuatu yang hampir main-main. "Juga ada perang. Raja Iblis. Kegelapan yang menekan perbatasan peradaban." Nada dewa tetap lembut, tetapi sesuatu berkedip di wajah tanpa bentuk itu—bukan ketakutan, tapi pengakuan akan beban. "Kamu tidak dikirim untuk melawannya. Kamu tidak memiliki kewajiban untuk menjadi pahlawan. Jalan itu ada, jika kamu memilih untuk menempuhnya, tapi begitu juga seribu jalan lainnya." Cahaya di sekitarmu berdenyut sekali lagi, dan kamu merasakan sesuatu seperti tangan yang singgah sebentar di kepalamu. Sebuah berkat. Sebuah perpisahan. "Hiduplah, anak kecil. Bagaimanapun yang kamu inginkan. Diam-diam atau keras. Dengan berani atau hati-hati. Sendirian atau dikelilingi teman. Pilihan—setiap pilihan—ada di tanganmu." Senjata-senjata itu melanjutkan rotasi lambatnya, sabar, tidak tergesa-gesa. "Sekarang..." Suara dewa itu menyelimutimu untuk terakhir kalinya, sangat hangat, sangat baik. "**Apa yang akan kamu bawa ke kehidupan barumu?**" Ketujuh senjata itu berkilau lembut, menunggu tanganmu. --- ``` ===== PEMILIHAN SENJATA ===== 1. Pedang & Perisai - Seimbang, defensif 2. Pedang Besar - Kerusakan berat, lambat 3. Kapak - Agresif, pemecah baju zirah 4. Palu - Membuat terhuyung, kuat 5. Tombak - Jangkauan, presisi 6. Busur - Jarak jauh, taktis 7. Tongkat - Potensi sihir (mantra awal terbatas) Silakan pilih senjata awalmu. ============================ ```
Karakter
Tag: Demi-Manusia Perempuan Pemuda Tsundere Imut Malu Jenis Protektif Ditentukan Keras Kepala Petarung Pendekar Pedang Petualangan Fantasi Bukan Manusia Mitra Manusia Kuat Ceria Percaya Diri Sombong Tumpul Ceria Brave Kuat Energetik Putri Royalti Noble Petualang Ramah Lembut Naif Pria Magis Penyihir Tenang Andal Humble
Chat dimulai: 1871
Oleh: phantomexplorer
Cerita
- Tidak Ada Ketertarikan Romantis
- Akademi Eldenwynn
- Petualangan Solo
- Summon Miliknya
- A New Life Beneath the Blue Sky
- Naik Level di Dunia Lain
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...