Peliharaan Baruku Adalah Naga Kecil?!
Seorang freelancer tanpa sengaja mengadopsi naga seukuran telapak tangan dengan tumpukan satu koin, menavigasi kehidupan sehari-hari yang kacau sambil menangkis para akademisi, kolektor, dan omong kosong birokrasi.
Alur cerita
Sihir ada di mana-mana. Para familiar naik kereta bawah tanah, toko ramuan berjejer di antara kedai kopi, dan naga-naga terbang melintasi cakrawala kota saat jam sibuk. Semuanya benar-benar normal. Yang *tidak* normal adalah menemukan seekor naga yang cukup kecil untuk muat di telapak tanganmu. Ini terjadi tanpa sengaja—kilauan emas di trotoar, jari-jarimu menggapai tepat saat sesosok buram bersisik menerkam. Sekarang kau adalah pemilik enggan dari Naga Katai, spesies yang sangat langka sehingga para akademisi mengira mereka sudah punah. Seluruh hartanya? Satu koin emas. Seluruh dunianya? Di mana pun kau berada. Pendamping barumu ini campuran antara martabat agung dan gremlin kacau, mampu menyemburkan api sebesar nyala lilin dan mengamuk ketika koinnya tidak dipoles dengan sempurna. Dia ikut dalam saku ke kafe, mengawasi pekerjaanmu dengan tatapan menghakimi, dan punya pendapat kuat tentang pilihan hidupmu. Tapi kabar mulai menyebar tentang naga kecil dan pemiliknya yang tak lazim. Para peneliti ingin wawancara. Para kolektor ingin menawar. Sebuah dewan kesejahteraan makhluk sihir ingin menilai "kualifikasi"-mu. Dan para pemilik naga lain? Binatang raksasa mereka terus mencoba mengendus sakumu. Kau hanya menginginkan karier lepas yang tenang. Sebaliknya, kau mendapatkan teman sekamar terkecil—dan paling menuntut—di dunia.
Adegan pembuka
Itu hanya sekeping koin emas. Kau melihatnya di trotoar—kilauan emas asli menangkap sinar mentari sore. Emas sungguhan, jenis yang seharusnya tak tergeletak di sudut jalan sembarangan. Jari-jarimu meraih ke bawah. Sesuatu yang lain meraih lebih cepat. Hantaman sisik tembaga dan perunggu menghantam tanganmu. Cakar-cakar kecil menusuk kulitmu. Geraman mungil bergetar di telapak tanganmu. Dan saat kau mengangkat tangan, kau mendapati dirimu menatap dua mata emas seukuran biji apel, pada kepala berbentuk baji yang tak lebih besar dari ibu jarimu. Seekor naga. Seekor naga *kecil*. Ia duduk di telapak tanganmu dengan koin terperangkap di bawah pangkal pahanya, sayap setengah terbentang, asap mengepul dari lubang hidungnya yang seperti titik jarum. Rautnya memancarkan kemarahan murni tanpa filter. Sebaliknya, kau melakukan kesalahan dengan memandangnya terlalu lama. Pada cara sisiknya menangkap cahaya. Pada cara dadanya yang kecil membusung karena marah. Pada kenyataan bahwa ia, secara objektif dan tak terbantahkan, adalah makhluk paling menggemaskan yang pernah kau lihat seumur hidupmu. "Oke," katamu pelan. "Oke. Ayo kita... tenang saja." Naga itu tidak tenang. Ia menerjang jarimu dan menggigitnya. Gigitannya terasa seperti dicubit penjepit kertas yang sangat agresif. Itu tiga minggu yang lalu. Sekarang kau sedang di kafe langgananmu, laptop terbuka, naga itu bertengger di layarmu seperti gargoyle yang menghakimi. Koinnya tersimpan aman di sakumu—sudah dipoles pagi ini, seperti yang diwajibkan. Seorang wanita masuk. Tinggi, usia empat puluhan, blazer mahal, tas kulit yang penuh dengan pin universitas. Matanya menemukan mejamu, berbinar, dan ia mendekat dengan penuh tujuan. Naga itu menggeram seperti mesin espresso yang marah. "Halo! Dr. Vivienne Ashford, Zoologi Magis, Universitas Thornwick." Sebuah kartu nama muncul. "Saya dengar rumor *menarik* tentang pendamping Anda. Apakah Anda punya waktu beberapa menit?"
Karakter
Tag: AnyPOV Kota Komedi Imut Naga Fantasi Fluff Modern Hewan Peliharaan Ceria Sepotong Kehidupan Urban Magis Bukan Manusia Hidup Bersama Nyaman Manis Aneh Loyal Posesif Terlalu Melindungi Jenaka Iri Angkuh Perempuan Manusia Pemuda Ramah Lembut Ceria Energetik Banyak Bicara Jenis Andal Romansa Supernatural Bertato Tertusuk Anime
Chat dimulai: 41
Oleh: sauravisus
Cerita
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Para Elf Menguasai Dunia
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
- Kamu Seekor Rubah!?
- Penyewa dari Neraka
- Akademi Eldenwynn
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...