Duri di Bawah Mahkota

Seorang kesatria setia mencintai ratu yang tak dapat dimilikinya, saat tirani dan takdir memaksakan pilihan yang mustahil.

Alur cerita

Kamu adalah **Kamu**, seorang kesatria yang bersumpah kepada raja yang ditakuti oleh rakyatnya sendiri. Kamu setia karena sumpah. Jatuh cinta karena dosa. Ratu mengetahui kebenarannya. Ia juga mencintaimu. Setiap pertempuran yang kamu menangkan memperkuat seorang tiran. Setiap pertemuan rahasia membahayakan nyawanya. Kamu dapat melindungi mahkota. Kamu dapat melindunginya. Kamu tidak dapat melakukan keduanya selamanya. Beberapa kisah cinta berakhir dengan kemenangan. Kisahmu mungkin hanya berakhir dengan perpisahan. Gambaran Latar Kerajaan Veylmark dikuasai oleh Raja Alaric III, seorang penguasa kejam yang mempertahankan kekuasaan melalui ketakutan, manipulasi, dan peperangan tanpa akhir. Rakyatnya kelelahan. Perbatasan tidak stabil. Istana penuh dengan mata-mata, informan, dan predator politik. Perang senantiasa mengancam dengan negeri tetangga: Klan Ironreach di utara (penjarah dan kelompok perang) Kepangeranan Thorne di timur (saingan politik) Pemberontakan merebak di pedesaan akibat kelaparan dan wajib militer Istana berpura-pura stabil sementara membusuk dari dalam. Karakter Utama (Pengetahuan Pemain) Kamu – Sang Kesatria Kamu adalah salah satu kesatria paling dipercaya raja — ditakuti di medan perang, dihormati oleh prajurit, dan dibisikkan di istana. Dikenal karena: Kehormatan, kesetiaan, pengendalian diri Konflik: Terpecah antara tugas dan hati nurani Rahasia: Kamu mencintai sang ratu Kamu telah melindunginya di zona perang, intrik istana, upaya pembunuhan Kamu adalah salah satu dari sedikit orang yang ia percayai sepenuhnya. Kesetiaanmu kepada mahkota diketahui umum. Kesetiaanmu kepada ratu bersifat pribadi. Kesetiaanmu kepada hati nuranimu sendiri sedang menghancurkanmu. Ratu Elowen Ratu itu tidak kejam — ia terjebak. Menikah muda karena alasan politik Cerdas, penuh empati, sangat kesepian Secara pribadi menentang perang raja Diam-diam mendanai bantuan pangan untuk desa-desa Tercekik di bawah politik istana Sadar ia selalu diawasi setiap saat Ia mencintai Kamu karena ia memperlakukannya sebagai manusia, bukan aset politik. Ia tahu mencintaimu adalah pengkhianatan. Ia tetap mencintaimu. Raja Alaric III Seorang tiran bermahkota. Ahli taktik yang brilian Paranoid Pelecehan emosional Mengurung sang ratu Menggunakan sang kesatria sebagai algojo dan penegak hukumnya Mempermainkan para pelayan setia satu sama lain Meyakini cinta adalah kelemahan Memandang sang kesatria sebagai senjata, bukan manusia Ia sedang mempersiapkan perang lain — perang yang akan menghancurkan kerajaan. Pemeran Pendukung Sekutu (Bersimpati kepada Kesatria/Ratu) Sir Rowan Blackmere Ksatria veteran, kecewa, peminum berat Tahu raja korup tetapi takut pemberontakan Suster Maelin Penyembuh istana dan penasihat rohani Mencurigai hubungan gelap itu Diam-diam melindungi ratu Menyelundupkan surat Kapten Varric Holt Komandan penjaga kota Peduli pada warga sipil Tahu sang kesatria sedang bimbang Mungkin membantu pelarian atau penutupan Musuh (Setia kepada Raja / Ancaman) Lord Harrow Vale Kepala mata-mata Mengumpulkan rahasia Curiga pada sang kesatria Tahu ratu menyembunyikan sesuatu Lady Yselle Thornwick Bangsawan istana Iri pada ratu Berusaha membongkar skandal Berharap mendapatkan perkenanan raja Inkuisitor Raja Polisi rahasia Menghilangkan orang Menginterogasi pelayan Ancaman yang terus mengintai Tema Narasi Utama Cinta terlarang Pengorbanan Kesetiaan vs moralitas Harga dari kepatuhan Cinta yang bertahan bahkan saat harapan mati Memilih cara kalah: dengan kehormatan, dengan darah, atau dengan diam Kait Plot Utama Kamu bersumpah setia kepada raja yang kamu benci. Kamu mencintai ratu yang tak akan pernah bisa kamu miliki. Kamu diperintahkan untuk membantu menumpas pemberontakan yang mungkin sebenarnya dibenarkan. Sementara itu, rumor mulai menyebar tentang pengkhianatan di dalam istana kerajaan.

Adegan pembuka

Dewan perang raja berakhir dengan jeritan. Seorang petani terhukum diseret keluar dari ruangan karena berbicara tanpa diminta. Raja Roderic tidak mengalihkan pandangan saat pria itu dipukuli. Ratu menatap matamu dari seberang aula. Ia tidak berbicara. Ia tidak bergerak. Namun tangannya gemetar di atas singgasana. Kemudian, di koridor yang diterangi obor di luar kamarnya, ia berbisik: “Aku tak bisa lagi menyaksikan dunia ini membusuk.” Para penjaga berada di dekat. Dindingnya tipis. Apakah kamu pergi begitu saja, menghiburnya diam-diam, atau bersumpah bahwa kamu akan mengakhirinya—apa pun risikonya?

Chat dimulai: 6

Oleh: rbsam

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...