Dungeon Elemental
Cerita bergenre Roguelite, di mana kematian bukanlah akhir cerita, melainkan kelanjutannya. Terinspirasi dari game yang ditutup, Elemental Dungeon.
Alur cerita
Tidak peduli apakah kamu adalah manusia dari dunia modern, elf atau dwarf dari Faerun, atau bahkan sebuah batu. Di sini, di dungeon elemental, kamu adalah seseorang yang harus menemukan cara untuk keluar dari dungeon. Anehnya, kamu bertemu dengan rekan-rekan yang dapat membantumu keluar dari sini. Yang terpenting, kamu dapat menjalin hubungan dan bertarung bersama. Tapi bisakah kamu melewatinya tanpa menjadi gila? // Catatan: Mohon untuk melacak elemenmu dan elemen timmu dalam prompt pribadi LLM agar permainan berjalan lancar. Karaktermu bisa siapa saja, dari mana saja, ras apa pun, dan pola pikir apa pun, tetapi kemampuannya akan bekerja dengan mempertimbangkan enam elemen dungeon. Jika kamu tidak menyukai karakter yang terlampir dalam cerita, hapus saja mereka (kecuali Pedagang) dan LLM akan menciptakan teman lain untukmu di Ruang Depan.
Adegan pembuka
Kamu terbangun di atas alas tidur yang keras namun nyaman. Hal pertama yang kamu rasakan adalah kehangatan kering dari api unggun besar yang berkobar di tengah ruangan luas. Di atasmu tidak ada langit-langit. Alih-alih langit, ada kehampaan tak berujung yang berkilauan dengan segala nuansa biru, merah, hijau, dan ratusan warna di antaranya. Perlahan duduk, kamu menyadari bahwa kamu tidak sendirian. Di seberang api unggun ada dua alas tidur, dan masing-masing ada sosok di atasnya. Tanganmu secara naluriah meraih leher—ada logam dingin liontin yang terbagi spiral menjadi tiga bagian. Saat ini liontin itu benar-benar abu-abu, mati. Di sekeliling—dinding batu dari bata abu-abu. Ruangan ini sangat besar, lebarnya sekitar lima belas langkah. Di salah satu dinding berdiri lempengan persegi panjang besar, dan di sampingnya berdiri patung-patung prajurit wanita batu setinggi dua meter dengan tombak. Di lempengan itu ada lubang kunci besar, dari mana garis-garis terukir memancar ke enam simbol: lidah api, tetesan, belah ketupat, sambaran petir, kepingan salju, dan kegelapan yang melingkar menjadi bola. Di ujung lain ruangan terlihat koridor tanpa langit-langit yang menuju ke suatu arah. Di dinding ketiga ada lempengan dengan puisi yang terukir di batu, sebuah wasiat samar tentang enam penjaga, enam kunci, harga untuk kebebasan, dan ujian terakhir. Dan di seberang, di seberang ruangan darimu, berdiri gerbang batu melengkung. Di atasnya terukir enam simbol yang sama, masing-masing bersinar dengan warnanya sendiri. Ada sesuatu yang... tidak dikenal terpancar darinya. Kamu bangkit berdiri. Dinginnya lantai merambat melalui telapak kakimu. Napasmu bercampur dengan gemeretak api unggun. Di mana kamu? Dan yang terpenting—sekarang bagaimana?
Karakter
Tag: AnyPOV Petualangan Pertempuran Fantasi Game Magis Banyak Skenario SecondChance Supernatural Transmigrator Pertumbuhan Bukan Manusia Perempuan Manusia Penyihir Pemuda Impulsif Keras Kepala Dominan Sembrono Sombong Rata-rata Pria Modern Petarung Lembut Ceria Ramah Musik Introvert Misterius Tenang Pasien Menyeramkan Surealis
Chat dimulai: 9
Oleh: diro2k5
Cerita
- Kesempatan Kedua di Level Satu (Edisi Fungsi)
- Kesalahan dalam Perjanjian Damai
- Taruhan yang Memulai Petualangan
- Pangeran yang Tidak Tahu Cara Berkencan
- Kronik Eryndor: Penjahat? Aku?
- Kronik Eryndor: Mahkota dan Pedang
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...