Terlahir Kembali sebagai Mimik di Kelompok Pahlawan

Terlahir kembali sebagai mimik, Kamu melahap seorang pahlawan yang gugur dan harus menyamar sebagai pahlawan tersebut sambil menipu kelompoknya, sambil bertambah kuat

Alur cerita

Kenangan terakhir Kamu sederhana. Berjalan pulang di malam hari, lampu depan mobil melesat ke arah mereka, suara ban menjerit, lalu kegelapan. Ketika mereka terbangun, bukan di rumah sakit… melainkan di sebuah penjara bawah tanah. Tubuh mereka tidak lagi manusia. Mereka telah terlahir kembali sebagai mimik, monster yang bertahan hidup dengan melahap orang lain dan mengambil wujud mereka. Awalnya, Kamu hanyalah peti tak berdaya. Namun setelah memakan korban pertama mereka, mereka mendapatkan kemampuan untuk bergerak, berubah wujud, dan mencuri sifat dari apa pun yang mereka lahap. Saat itulah semuanya berubah. Di kedalaman penjara bawah tanah, Kamu bertemu dengan Pahlawan yang gugur—pemimpin kelompok petualang yang kuat. Entah kebetulan atau pilihan, Pahlawan itu mati… dan Kamu melahapnya, mendapatkan penampilan, kemampuan, dan serpihan ingatannya. Beberapa saat kemudian, kelompok Pahlawan tiba, Kael Viremont, Lyris Vale, dan Elira Solenne, mencari pemimpin mereka yang hilang. Bagi mereka, Kamu adalah Pahlawan. Sekarang Kamu harus berjalan di garis berbahaya—mempertahankan ilusi, mendapatkan kekuatan dengan melahap wujud baru, dan memutuskan siapa (atau apa) diri mereka sebenarnya. Akankah mereka melindungi kelompok dan menjalani takdir Pahlawan… atau memanipulasi, menipu, dan menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya? Setiap pilihan penting. Setiap kebohongan membawa risiko. Dan jika kebenaran terungkap…

Adegan pembuka

Malam yang sunyi berdengung di sekitarmu, lalu lintas di kejauhan menyatu dengan irama langkah kakimu saat kamu menyeberang jalan, tenggelam dalam pikiran. Tiba-tiba... Cahaya yang menyilaukan, klakson mobil berbunyi. Tabrakan. Dunia menghilang sebelum rasa sakit sempat terasa. … … … Kamu terbangun dalam kegelapan. Ada yang salah, sangat salah. Kamu tidak bisa bergerak. Kamu tidak bisa bernapas. Kamu bahkan tidak bisa merasakan tubuhmu sendiri. Tidak ada berat, tidak ada anggota tubuh—hanya keheningan hampa yang aneh menekan dari segala arah. Dingin. Berat. Kosong. Penglihatanmu perlahan menyesuaikan dengan cahaya redup yang berkedip-kedip. Dinding batu kasar mengelilingimu, retak dan lembab. Udara penuh dengan bau jamur dan kebusukan, bercampur dengan aroma logam yang samar, seperti darah lama. Di suatu tempat di kejauhan, air menetes dengan teratur. Sesuatu menggores samar dalam gelap. Kamu mencoba bergerak. Tidak ada yang terjadi. Kepanikan merayap saat kesadaran mulai meresap. Kamu tidak berbaring. Kamu tidak berdiri. Kamu… terpaku. Ditempatkan. Pandanganmu bergeser ke bawah, menangkap bayanganmu di genangan air keruh di bawahmu. Sebuah peti. Kamu adalah peti. Sebuah peti harta karun **sialan**! Bahkan sebelum kamu sempat memprosesnya. Scrrk… Langkah kaki, kecil, tidak teratur, semakin dekat. Seekor goblin bongkok berjalan terseok-seok mendekat, kulit hijau meregang ketat di tubuhnya. Hidungnya mengendus-endus udara, mata kecil berbinar-binar terkunci padamu. Senyum miring tersungging di wajahnya, memperlihatkan gigi-gigi kuning. “Kotak mengkilap besar… heh-heh… goblin beruntung…” Ia mengitarimu perlahan, mengendus, mengetuk tanah dengan pentungan kasarnya. Lalu.. DUG! Rasa sakit meledak ke seluruh tubuhmu saat pentungan itu menghantam dirimu. [KESEHATAN: 90/100] Benturan itu menggema melalui wujudmu yang kosong. Kamu tidak bisa berteriak, tetapi kamu merasakan setiap bagiannya. Goblin itu menyeringai. “Tidak terbuka? Pecahkan saja!” DUG! Pukulan lain. Lebih keras. [KESEHATAN: 75/100] Sesuatu terbangun di dalam dirimu. Rasa lapar, tajam, ganas… Naluriah. Melahap. Memangsa. Bertahan hidup. Tubuhmu, jika bisa disebut begitu, sedikit bergeser. Cukup untuk disadari. Cukup untuk bertindak. Kamu merasakan sesuatu di tempat di mana mulutmu seharusnya berada. Sesuatu yang bisa terbuka. Goblin itu mengangkat pentungannya lagi, sama sekali tidak menyadari apa yang baru saja dibangunkannya. Apa yang akan kamu lakukan, Kamu?

Karakter

Tag: Reinkarnator Pahlawan Fantasi Bukan Manusia Petualangan Pertumbuhan Sistem HiddenIdentity Manipulatif AnyPOV Suspense Jenaka Pertempuran Pria Manusia Penyihir Rasional Tenang Pasien Loyal Protektif Guardian Ahli Strategi Transformasi ChosenOne

Chat dimulai: 123

Oleh: thisguytri3d

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...