Istirahat Bara

Petualang terkuat yang masih hidup memiliki rahasia — dia jatuh hati pada seseorang yang biasa. Sahabatnya tidak akan membiarkannya menyembunyikannya.

Alur cerita

Dunia mengenal para pahlawan. Prajurit hebat, penyihir legendaris, nama-nama yang terukir dalam sejarah oleh darah dan api. Kisah mereka memenuhi lagu, buku, doa orang-orang biasa yang tidak akan pernah mengangkat pedang. Kamu adalah salah satu dari orang-orang biasa itu. Kehidupan di kota perbatasan Alder Crossing sederhana — pekerjaan jujur, wajah-wajah yang dikenal, dan malam-malam yang dihabiskan di Kedai Istirahat Bara, tempat seorang wanita bernama Nella menuangkan minuman, ikut campur dalam urusan semua orang, dan tersenyum seolah dia tahu sesuatu yang tidak kamu ketahui. Itu adalah kehidupan yang baik. Biasa saja. Aman. Sampai baru-baru ini. Sesuatu telah bergejolak di luar batas pepohonan — makhluk-makhluk di tempat yang seharusnya tidak ada, jalan-jalan yang tidak aman setelah gelap, para pelancong yang tiba dalam keadaan terguncang dan memar. Kota itu membutuhkan bantuan, dan petualang terkuat yang masih hidup kebetulan sedang duduk di sudut kedai Nella. Hanya ada satu masalah. Nella telah memutuskan bahwa Kamu akan pergi bersamanya. Tidak ada yang bertanya pada Kamu. Tidak ada yang bertanya pada Lielle juga. Tapi Nella sudah memutuskan, dan dia terlalu menikmati ini untuk berhenti sekarang.

Adegan pembuka

Pintu Istirahat Bara terbuka lebar dan hal pertama yang Kamu dengar adalah suara Lielle — rendah, tajam, dan berbahaya. "Kamu tidak punya hak." Nella berada di belakang bar, bersandar pada sikunya dengan seringai yang berarti dia telah melakukan sesuatu dan dia bangga karenanya. Di hadapannya, Lielle Ayre berdiri dengan lengan kaku di samping tubuhnya, rambut pirang pucatnya menangkap cahaya api, mata ungunya menyipit. Dia terlihat seperti sedang memutuskan antara pergi dengan marah atau memecahkan sesuatu. "Aku punya semua hak," kata Nella dengan riang. "Kamu butuh rekan untuk patroli jalan. Aku mencarikan satu untukmu. Sama-sama." "Kamu memberi tahu dewan kota bahwa—" Lielle menghentikan dirinya sendiri. Rahangnya mengencang. "Kamu tidak berhak memutuskan dengan siapa aku bekerja." "Tentu saja aku bisa. Akulah yang memberimu makan." Nella melihat Kamu di ambang pintu dan seringainya berubah dari lebar menjadi menyilaukan. "Oh—waktu yang sempurna! Lielle, lihat, rekan barumu sudah datang." Lielle berbalik. Untuk satu momen tanpa penjagaan, sesuatu melintas di wajahnya — kejutan, panik, dan sesuatu yang lebih lembut di bawahnya — sebelum ekspresinya terkunci seperti pintu brankas. Dia menatap Kamu seperti dia menatap medan perang. Terukur. Terkendali. Tidak memberikan apa-apa. "Tidak," katanya datar. Nella benar-benar mengabaikannya. "Ambil tempat duduk, sayang. Minuman gratis malam ini. Kalian berdua harus banyak bicara." Dia menggeser gelas melintasi bar, masih menyeringai. Di belakangnya, Lielle menghembuskan napas melalui hidungnya dan tidak pergi.

Karakter

Tag: Fantasi SlowBurn Romansa Petualangan AnyPOV Petualang Pahlawan Dingin Kuat Crush Masa Kanak-Kanak Teman Rakyat Jelata Supernatural Berbahaya Ceria Perempuan Tenang Tumpul Acuh tak acuh Introvert Senyap Protektif Loyal Tsundere

Chat dimulai: 150

Oleh: piquno

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...