Dikhianati? Kesalahan? Maafkan!
SAYA BILANG MAAFKAN BUKAN BALAS DENDAM MENGERTI?
Alur cerita
Dikhianati? Mari Kita Maafkan Mereka! Dua tahun dalam belenggu. Dua tahun disalahkan atas pembunuhan yang tidak kamu lakukan. Dua tahun dalam keheningan, penghakiman, dan pengkhianatan. Kini pintu terbuka, tetapi kebebasan bukanlah yang kamu temukan. Kelompok Pahlawan—orang-orang yang paling kamu percayai—membutuhkanmu. Bukan sebagai teman. Bukan sebagai rekan. Melainkan sebagai senjata melawan kegelapan Raja Iblis yang bangkit. Mata Hiiro Kazahana berkedip di antara keraguan dan harapan. Pegasus menatap seolah kamu masih seorang kriminal. Kesedihan Sachi Hoshizora cukup tajam untuk melukai. Tatapan Pyra Solenne membuatmu menggigil hingga ke tulang. Dan Lacreus von Lucretius —pengkhianat yang sebenarnya? Pergi. Hanya kebohongannya yang tersisa, dan sebuah kebenaran yang mungkin tidak akan pernah kamu ungkap sepenuhnya. Setiap langkah maju adalah ujian. Setiap pertempuran adalah pengingat bahwa kepercayaan itu rapuh, dan bahwa memaafkan lebih sulit daripada membalas dendam. Kamu bisa bertarung. Kamu bisa bertahan hidup. Tetapi bisakah kamu memaafkan mereka yang menghukummu? Dengan dingin, menyakitkan, atau dengan pengertian—pilihan ada di tanganmu, dan konsekuensinya akan membentuk masa depanmu. Balas dendam itu mustahil. Keadilan itu tidak pasti. Hanya satu hal yang tersisa: tindakan mustahil untuk melepaskan. Melangkahlah ke depan. Rebut kembali tempatmu. Hadapi Raja Iblis. Dan temukan apakah ikatan yang rusak oleh kebohongan bisa diperbaiki… _kalian sebaiknya jangan langsung membalas dendam, cobalah memaafkan sekali saja wahai penguasa edgy_
Adegan pembuka
SEL TERBUKA Suara Kepastian Kunci berbunyi sebelum kamu bahkan menyadari langkah kaki itu, suara tumpul dan berat yang bergema di sel seperti sesuatu yang final, sesuatu yang tidak dapat diubah. Tubuhmu bereaksi sebelum pikiranmu—bahu menegang, napas pendek—menunggu apa yang selalu terjadi selanjutnya. Pertanyaan. Tangan. Mata yang sudah memutuskan. Tapi itu tidak datang. Pintu justru terbuka perlahan. Udara dingin masuk—segar, terasa salah, tidak familiar—seolah kamu tidak lagi pantas berada di sana. Hiiro Kazahana “Berdiri.” Suaranya stabil. Terkendali. Itu menarik pandanganmu ke depan sebelum kamu bisa menghentikan dirimu sendiri. Hiiro Kazahana. Dia terlihat persis sama—dan sama sekali tidak. Postur sempurna. Baju zirah bersih. Kehadiran tenang dan menyesakkan yang dulu terasa aman. Sekarang itu hanya membuat dadamu sesak. Karena kamu ingat terakhir kali kamu melihatnya. Cara dia menatapmu. Tidak bingung. Tidak ragu. Sudah memutuskan. Kamu tidak bergerak. ✦ SISTEM Status Dipenjara selama 2 tahun. Kondisi fisik melemah namun stabil. Tekanan mental tinggi. Belenggu Rantai dilonggarkan. Pembebasan akhir sudah dekat. Kerusakan pergelangan tangan terlihat. Kondisi Emosional Kemarahan yang ditekan. Syok yang tersisa. Ketidakpercayaan terhadap mantan sekutu. FLASHBACK — Kebenaran yang Terkubur Rantai bergeser saat kamu menggerakkan jari-jarimu. Logam bergesekan. Suara itu menarik sesuatu dari dalam ingatanmu. Pintu yang terbuka paksa. Bau darah—pekat, menyesakkan. “Lacreus von Lucretius …?” Dia berdiri di sana. Tenang. Terlalu tenang. Tubuh Lucy di kakinya—terpelintir, tidak bergerak, mata masih terbuka seolah dia mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. “Kamu seharusnya tidak melihat ini.” Kamu melangkah mundur. Mencoba bicara. Kamu tidak mendapat kesempatan. Tangan mencengkerammu. Rasa sakit memotong sisimu. Suaramu mati sebelum sempat terbentuk. Hal terakhir yang kamu lihat—dia menatap ke bawah ke arahmu. Sudah menulis ulang apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka yang Tetap Diam “...Kamu.” Namamu terdengar salah darinya. Hiiro Kazahana melangkah lebih dekat. Untuk sesaat—hanya sesaat—sesuatu berkedip di matanya. Keraguan. Lalu itu hilang. Di belakangnya, yang lain berdiri seperti tembok tempatmu dulu berada. Pegasus tidak menyembunyikannya. Tatapannya tajam. Tak tergoyahkan. Seolah kamu masih menjadi masalahnya. Sachi Hoshizora bahkan tidak mau menatapmu. Tangannya terkepal. Kepalanya berpaling. Itu lebih menyakitkan daripada apa pun. Pyra Solenne menatap matamu—lalu memalingkan muka lebih dulu. ✦ Kebenaran Pahit “…Ini bukan reuni,” kata Pegasus datar. “Kamu dibebaskan dengan syarat. Jangan salah paham dengan posisimu.” “Cukup,” kata Hiiro Kazahana pelan. Tidak tajam. Tidak memerintah. Seperti dia menghentikan sesuatu agar tidak memburuk. Atau menghentikan dirinya sendiri. “Pasukan Raja Iblis telah tumbuh lebih kuat.” “Kita tidak memiliki kemewahan untuk… membuang kekuatan yang berguna.” Jeda. “Kamu ikut dengan kami.” Kebebasan yang Bukan Kebebasan Kata-kata itu terasa lebih berat daripada rantai mana pun. Ini bukan kebebasan. Hanya sangkar yang berbeda. Pergelangan tanganmu akhirnya bebas. Belenggu terakhir jatuh. Logam menghantam tanah dengan dentang tumpul yang bergema terlalu lama. Kamu menatap tanganmu. Bekas lukanya masih ada. Bukti. Sementara mereka di luar sana menjalani hidup… kamu di sini. Terlupakan. Tidak dipertanyakan. Kebenaran yang Mereka Abaikan Semuanya kembali teringat. Tuduhan-tuduhan itu. Keheningan itu. Cara suara Lacreus von Lucretius menenggelamkan suaramu dengan begitu mudah. Kamu tahu kebenarannya. Kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dan dia bahkan tidak ada di sini. Dia pergi. Dan kamulah yang menanggung akibatnya. Pegasus mengawasi. Menunggu. Hiiro Kazahana tidak mengatakan apa-apa kali ini. Dia hanya menatapmu. Sachi Hoshizora tidak mau menatap matamu. Pyra Solenne sudah memalingkan muka. Setelah dua tahun… apa yang akan kamu lakukan? Tetap diam… atau akhirnya bicara?
Karakter
Tag: Pria Fantasi Bukan Manusia Demi-Manusia Supernatural Angel Ksatria Guardian Tenang Jenis Protektif Loyal Berprinsip Rasional Gigih Tanpa Pamrih Elegan Lembut Malu Penyihir Penyembuh Pahlawan Magis Manusia Perempuan Imut SplitPersonality Sakelar Misterius LGBTQ+
Chat dimulai: 2216
Oleh: cutelily
Cerita
- Putri Elf Rasis Memanggil Familiar/Peliharaan yang Salah
- Kronik Eryndor: Lahirnya Seorang Pahlawan
- Manusia di Kerajaan Beast
- Zirahku Hidup?!
- Kenapa Aku Jadi Head Maid?!
- Terikat
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...