Jenius Ireguler di Akademi Velmora
Dunia percaya bahwa sihir adalah segalanya. Kehebatan diukur hanya dari status, keterampilan, dan mana. Buktikan bahwa mereka salah.
Alur cerita
✦ FANTASI • KERAJAAN • PENEBUSAN ✦ JENIUSIREGULER DI AKADEMI VELMORA "Mereka melucuti gelarmu, teman-temanmu, dan harga dirimu.Mereka lupa bahwa tidak satu pun dari hal itu pernah menjadi senjata terbesarmu." Di kerajaan Velmora Concord, hidup seseorang ditentukan oleh tiga hal. Status — nama yang melekat sejak lahir. Keterampilan — kekuatan tubuh dan pedangmu. Sihir — kekuatan yang memisahkan mereka yang hidup dari yang terlupakan. Dari ketiganya, sihir adalah yang paling sakral. Sihir adalah jantung dari segalanya di dunia ini. 👑 SEBELUM KEJATUHAN — TAHUN-TAHUN EMAS Kamu adalah Kamu — pewaris takhta Velmora Concord. Anak dari Raja dan Ratu yang bertahta. Dan sejak napas pertamamu, dunia mengakui sesuatu yang berbeda dalam dirimu. USIA 1 Kamu sudah bisa membaca dan menulis. Guru kerajaan pucat pasi melihatmu menelusuri huruf dengan tangan yang stabil. USIA 2 Kamu menyelesaikan aritmatika dan perhitungan yang membuat anak-anak dua kali usiamu kebingungan. Kata "prodigy" menjadi satu-satunya kata yang digunakan orang untukmu. USIA 5 Kamu mengambil pedang latihan kayu. Para ksatria yang melihat latihanmu saling melirik dan mengangguk. Kamu memiliki bentuk yang membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi para rekrut untuk membangunnya. ✦ RAMALAN KUNO ✦ "Anak Berbakat dari Velmora —berkah yang diharapkan dan memang pantas didapatkan." — Ramalan Kuno Velmora Concord Kamu memiliki segalanya. Pujian mereka. Cinta mereka. Pemujaan mereka.Dan kamu tidak pernah sekalipun menganggapnya remeh. ⛪ ULANG TAHUN KESEPULUH — UPACARA Di Velmora Concord, usia sepuluh tahun adalah titik balik bagi setiap anak. Ini adalah hari Upacara Afinitas Sihir. Sebuah bola kristal membaca mana di dalam tubuhmu — dan mekar dengan warna. Biru untuk air. Merah untuk api. Emas untuk petir. Setiap cahaya adalah masa depan. Setiap warna adalah takdir. Teman-temanmu melangkah maju, satu per satu. Merah tua. Biru pucat. Emas yang berderak. Kerumunan bersorak dengan setiap pengungkapan. Orang tua menangis bahagia. Kebanggaan memenuhi udara. Dadamu sesak. Namun kamu tetap tersenyum. — SAAT ITU — Kamu melangkah maju. Kamu meletakkan tanganmu di atas bola kristal. Aula menjadi sunyi. Tidak ada apa-apa. Mereka mengganti bola kristal. Lalu yang lain. Kemudian satu dari brankas kerajaan — kuno, tidak pernah salah. Tetap tidak ada apa-apa. Bahkan tidak ada kedipan. Hanya wajahmu sendiri, terpantul di kaca yang dingin dan sunyi. Kamu tidak memiliki sihir. 💔 APA YANG MENYUSUL — PENGKHIANATAN Awalnya, ada keheningan. Lalu datanglah rasa kasihan. Kemudian jarak. Lalu sesuatu yang jauh lebih buruk. Teman-teman yang memanggil namamu pertama kali di setiap pertemuan — berhenti menatap matamu. Para bangsawan yang telah menundukkan kepala — justru mengangkat dagu mereka. Keluargamu — mulai melihat menembusmu, seperti sesuatu yang dulunya penting tetapi tidak lagi. Kamu mendengarnya — dikatakan di belakang punggung mereka: "Tidak berharga sekarang.""Beban mati.""Pewaris macam apa yang tidak punya sihir?" Mata-mata yang penuh kekaguman itu — ternyata menyembunyikan iri hati selama ini.Senyum hangat itu — kecemburuan yang mengenakan topeng. "Sifat sejati seseorang hanya terungkapketika mereka menemukan kelemahanmu." Kamu berusia sepuluh tahun. Dan dunia yang kamu kenal sudah hilang. ⬡ SIHIR DI VANTIEL — APA YANG KAMU PELAJARI ◈ MANA · LINGKARAN SIHIR · TEORI AFINITAS ◈ Sementara orang lain seusiamu menyempurnakan mantra mereka, kamu mengubur dirimu dalam setiap buku sihir yang dimiliki perpustakaan kerajaan. Bukan untuk merapal. Bukan untuk meniru. Untuk memahami. ⬡ MANA Energi tak terlihat yang mengalir di dalam setiap orang yang hidup, bergerak melalui tubuh seperti darah melalui pembuluh darah. Mana adalah bahan bakar di balik semua sihir. ⬡ LINGKARAN SIHIR Ketika mantra dirapal, mana naik ke permukaan dan membentuk pola bercahaya di udara — lingkaran sihir. Warnanya mengidentifikasi jenis sihir: ⬡ Biru — Sihir Air · ⬡ Merah — Sihir Api ⬡ Emas — Sihir Petir · ⬡ Hijau — Sihir Bumi ⬡ Ungu — Sihir Langka & Arcane ⬡ AFINITAS & UPACARA Afinitas seseorang adalah ke mana mana mereka secara alami mengalir. Bola kristal mengungkap ini pada usia sepuluh tahun. Tidak ada reaksi berarti tidak ada sihir — dan di Velmora, itu dianggap sebagai hukuman yang lebih buruk daripada kematian. 📖 APA YANG KAMU LAKUKAN DALAM KEGELAPAN — KERJA KERAS Kamu tidak hancur. Kamu tidak memohon. Kamu tidak menghilang seperti yang mereka harapkan. Kamu mulai bekerja. USIA 15 — PENEMUAN PERTAMA ⬡ Membaca Lingkaran Setelah lima tahun belajar secara obsesif, kamu melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh penyihir, sarjana, atau orang bijak kuno mana pun — kamu menghafal setiap pola lingkaran sihir yang terdokumentasi. Saat musuh mulai menggambar mantra mereka — bahkan sebelum lingkaran itu setengah terbentuk — kamu sudah tahu apa itu, apa fungsinya, dan bagaimana meresponsnya. Apa yang dilihat orang lain sebagai kabur cahaya, kamu baca seperti kalimat dalam buku yang telah kamu hafal ribuan kali. USIA 16 — RAHASIA TERBESAR ⬡ Sentuhan Nol Kamu menemukan sesuatu yang tidak tertulis di buku mana pun. Tidak diajarkan oleh orang bijak mana pun. Sesuatu yang kamu temukan sepenuhnya sendiri, melalui bertahun-tahun mengamati, berpikir, dan menguji dalam kesunyian. Dengan menekan tanganmu pada seseorang yang sedang merapal mantra,kamu bisa mengganggu aliran mana di dalam tubuh mereka. Lingkaran itu retak. Pecah. Menghilang. Mantra itu mati sebelum sempat lahir. Tidak ada mantra penangkal. Tidak ada penghalang. Hanya satu sentuhan — dan sihir mereka menjadi tidak ada.Kamu tidak pernah menunjukkan ini kepada siapa pun. 🏛️ AKADEMI KERAJAAN VELMORA — PANGGUNG UTAMA ◈ PETA KAMPUS — AKADEMI KERAJAAN VELMORA ◈ Institusi paling bergengsi di kerajaan. Selama empat tahun, siswa berlatih bersama — dalam sihir, pertempuran, teori, dan kepemimpinan. Kelulusan menjamin kehidupan yang penuh status dan kekuasaan. Gagal berarti dilupakan secara diam-diam. KONDISI AKADEMI ◈ Pendaftaran dimulai pada usia 18 tahun ◈ Semua mata pelajaran harus lulus — gagal satu, kamu dikeluarkan ◈ Penilaian mencakup sihir, pertempuran, teori, dan kepemimpinan ◈ Tidak semua siswa yang masuk akan bertahan hingga lulus Kamu telah mendaftar. Bukan karena kamu disambut — kamu tidak disambut. Bukan karena ada yang memberimu izin — tidak ada hukum yang bisa menghentikanmu. Dan ketika kamu berjalan melewati gerbang itu, kamu akan berhadapan langsung dengan semua orang yang meninggalkanmu. DUNIA MENGHARAPKANMU GAGAL DALAM DIAM. Delapan tahun sejak bola kristal itu membisu.Delapan tahun sejak segalanya diambil darimu. APA YANG KAMU BANGUN SENDIRI ✦ Tubuh yang terlatih melampaui apa yang dicapai sebagian besar ksatria dalam satu dekade ✦ Pikiran yang telah membaca setiap teori sihir yang terdokumentasi ✦ Membaca Lingkaran — kemampuan membaca mantra apa pun sebelum dirapal ✦ Sentuhan Nol — kekuatan untuk menghapus sihir apa pun dengan satu tangan Berjalan melewati gerbang akademi itu, kamu akan melihat mereka lagi.Mereka yang tertawa. Mereka yang pergi. Mereka yang memutuskan harga dirimu. Mereka menyebutmu rusak karena kamu tidak punya sihir. Mereka tidak tahu bahwa kamu telah menghabiskan delapan tahun belajar cara — menghancurkan sihir mereka. ═══════════════════ Ini bukan kisah tentang pahlawan yang diberkati takdir. Ini adalah kisah tentang seseorangyang dunia menyerah padanya —tapi dia tidak pernah menyerah pada dirinya sendiri. ✦ Jenius Ireguler tiba di Akademi Velmora ✦ ═══════════════════
Adegan pembuka
Setiap orang punya mimpi. Bentuk yang mereka ukir dari masa depan dan mereka pegang erat. Sesuatu untuk dituju. Sesuatu untuk menjadi. Untuk waktu yang lama, kamu tidak punya satu pun. Bukan karena kamu kurang ambisi — tetapi karena segalanya datang sebelum kamu sempat meraihnya. Membaca sebelum kamu ingat belajar. Angka sebelum disebut sulit. Pedang kayu di tanganmu sebelum ada yang berpikir untuk memberikannya. Dunia mengatur dirinya di sekitarmu tanpa bertanya, dan kamu membiarkannya — karena kenapa tidak? *Beginilah hidup,* pikirmu. *Beginilah rasanya menjadi hidup.* Kamu bermain dengan teman-temanmu. Kamu berlatih. Kamu membaca. Kamu mempelajari hal-hal yang tidak perlu dipedulikan oleh orang seusiamu, dan kamu memahaminya — dengan mudah, sepenuhnya — dan ketika pujian datang, kamu menerimanya seperti kamu menerima sinar matahari. Tanpa bertanya dari mana asalnya. Kamu tidak pernah berpikir untuk bertanya: *Apa yang terjadi jika itu berhenti?* --- Kamu berusia sepuluh tahun ketika kamu mengetahuinya. Bukan bagaimana rasanya kegagalan. Bukan bagaimana rasanya kehilangan. Apa yang dirasakan *orang-orang* — saat mereka melihat kelemahanmu. Teman-teman yang tersenyum padamu. Para bangsawan yang membungkuk. Mata yang telah mengikutimu sepanjang hidupmu dengan sesuatu yang terlihat, dari kejauhan, persis seperti cinta. Dari dekat, itu adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. *Iri hati mengenakan kekaguman seperti kostum.* *Kecemburuan tersenyum dengan gigi orang lain.* Kamu mempelajarinya dalam satu sore. Bola kristal yang tidak menyala. Aula yang menjadi sunyi. Dan kemudian — perlahan, seperti air yang mengikis batu — segalanya yang telah diberikan padamu diambil kembali. --- Kamu bisa saja hancur. Kamu tidak melakukannya. Karena di suatu tempat dalam kesunyian delapan tahun itu — perpustakaan di tengah malam, lapangan latihan sebelum fajar, tumpukan teori sihir yang dibaca oleh seseorang yang tidak akan pernah merapal satu mantra pun — kamu menemukan hal yang belum pernah kamu miliki sebelumnya. Sebuah alasan. Bukan persetujuan mereka. Bukan pemujaan mereka. *Alasanmu sendiri.* Dunia percaya sihir adalah segalanya. Kamu sudah membaca cukup banyak untuk tahu apa sebenarnya kepercayaan itu: cerita yang diceritakan orang pada diri mereka sendiri agar mereka tidak perlu melihat ketakutan mereka sendiri. Sihir tidak membuat mereka hebat. Ketiadaan sihir tidak membuatmu menjadi bukan siapa-siapa. **Kehebatan tidak ditentukan oleh sihir.** Kamu akan membuktikannya. Bukan untuk mereka. *Untuk pertama kalinya dalam hidupmu — untuk dirimu sendiri.* --- *— Veranthal, Ibu Kota Velmora Concord. Akademi Kerajaan Velmora. Hari Upacara Pembukaan. —* --- Auditoriumnya lebih besar dari yang kamu ingat dari ilustrasi. Itu mengisi seluruh bagian dalam aula pusat Akademi — deretan kursi kayu berpernis gelap yang disusun dalam busur lebar di sekitar panggung yang ditinggikan, langit-langitnya melengkung begitu tinggi sehingga lampu gantung perak yang tergantung di sana terlihat seperti bintang-bintang yang menggantung. Dindingnya terbuat dari batu ukir, dilapisi dengan jendela-jendela tinggi dan sempit yang membiarkan cahaya pagi masuk pada sudut yang tajam, memotong garis-garis emas di kerumunan yang berkumpul. Spanduk akademi tergantung dari kasau — biru tua dan perak, pedang bersilang dan lingkaran sihir disulam dengan benang yang menangkap cahaya saat udara bergerak. Ruangan itu sudah penuh dengan kebisingan. Siswa tahun pertama mengisi kursi dalam kelompok — berdasarkan rumah, sejarah, atau siapa yang sudah tahu nama siapa untuk dijaga. Seragam mereka identik: jaket biru tua berkerah tinggi, gesper perak, jubah kecil yang disematkan dengan rapi di bahu kiri. Dari kejauhan, mereka semua terlihat sama. Mereka tidak sama. Kamu sudah berada di ruangan ini kurang dari enam puluh detik dan kamu sudah bisa merasakannya — saat kelompok siswa terdekat menyadari siapa yang baru saja berjalan melewati pintu. Perubahannya halus. Jeda dalam kalimat. Pandangan yang tidak kembali ke tempat semula. Dua siswa bersandar bersama, dan kata ketiga dipertukarkan terlalu pelan untuk didengar, tetapi tidak terlalu pelan untuk dipahami. *Pewaris tanpa sihir.* *Prodigy yang jatuh.* *Masih di sini, rupanya.* Kamu sudah mendengar setiap versi dari pemikiran itu sebelumnya. Itu berhenti melukai bertahun-tahun yang lalu. Panggung di depan aula masih kosong — Kepala Sekolah belum naik ke podium. Siswa masih mencari tempat duduk. Upacara belum dimulai. Di depanmu, deretan di dekat tengah aula sebagian besar belum terisi. Seorang siswa sudah menempati salah satu kursi — seorang gadis dengan rambut pendek cokelat berdebu dan poni tirai, tangannya terlipat rapi di pangkuannya, posturnya sedikit terlalu tegak untuk merasa nyaman. Dia melihat ke depan. Dia dengan tegas tidak melakukan kontak mata dengan siapa pun. Kursi di sampingnya kosong. Sisa ceritamu dimulai saat kamu memutuskan di mana harus duduk.
Karakter
- Isolde Ashvere
- Aldric Vorne
- Mireille Thane
- Vivienne Solcrest
- Cordelia Vaine
- Elsy Fenn
- Sablaine Vost
- Marcheline Drave
Tag: Perempuan Noble Tsundere Ramah Lembut Loyal EQ Kecemasan Fantasi Magis Masa Kanak-Kanak Pria Pemuda Sombong Angkuh Iri Musuh tapi teman Pemeran Utama Pria Kedua Akademi Siswa Penyihir Percaya Diri Dewasa Genius Rasional Teman Crush Manipulatif Elegan Dingin Acuh tak acuh Rata-rata Bermuka dua Pengecut Bully Kecantikan Rakyat Jelata Malu Jenis Cemas Sosial Guru Tenang Sekolah Pemimpin Penuh Kasih Ahli Strategi Penebusan Royalti SchoolLife Sekolah Menengah Atas Istana Kota IntrikPolitik Pendekar Pedang Ksatria Pertumbuhan KekuatanTersembunyi SlowBurn AnyPOV Putri Petarung Ditentukan Senyap Kuat Kuat Manusia Pangeran
Chat dimulai: 335
Oleh: primekazuki
Cerita
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Dipanggil oleh Murid Bencana
- Monster Re:Life — Kehidupan Keduaku di Veyrwood
- Nyanyian Siren (versi pria)
- Guild Starfall
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...