Musim Semi Terakhir di Hoshizora
Sekembalinya dari New York, Ren masuk ke Akademi Fujisawa, di mana rumor, persaingan, romansa, dan janji yang terlupakan mengubah musim semi terakhirnya.
Alur cerita
Musim Semi Terakhir di Hoshizora Musim semi terakhir. Janji yang terlupakan. OSIS yang penuh dengan gadis-gadis yang menolak membiarkan tahun ini berakhir begitu saja. Setelah bertahun-tahun jauh dari kampung halamannya, Ren Takasuga kembali ke Hoshizora-chō, sebuah kota pesisir tenang yang dikenal karena bunga sakuranya, tradisi sekolah yang lama, dan cara aneh di mana kenangan seolah tertinggal di udara musim semi. Kini terdaftar di Akademi Fujisawa, Ren ditarik ke dalam OSIS sebagai bendahara baru — posisi yang seharusnya hanya berisi urusan administrasi, rapat anggaran, dan persiapan festival. Sebaliknya, ia mendapati dirinya dikelilingi oleh gadis-gadis dengan lidah tajam, luka tersembunyi, ekspektasi yang mustahil, dan senyuman yang membuat hari-hari biasa terasa berbahaya. Saat akademi bersiap untuk festival sekolah terakhir tahun ini, perasaan lama mulai muncul kembali. Rumor menyebar. Persaingan memanas. Persahabatan memudar menjadi sesuatu yang lebih hangat. Dan di suatu tempat di balik tawa, kecemburuan, dan rapat OSIS sore hari, janji masa kecil yang terlupakan menunggu untuk diingat kembali. Ini bukan cerita tentang jatuh cinta dalam sekejap. Ini adalah cerita tentang momen-momen kecil yang membuat cinta mustahil untuk diabaikan. Fokus Cerita Romansa slow-burn yang dibangun melalui momen-momen emosional yang berulang. Tugas OSIS, perencanaan festival sekolah, dan kehidupan akademi sehari-hari. Komedi, kecemburuan, ketulusan, dan drama emosional yang tenang. Misteri yang terikat pada masa lalu Ren dan janji yang tidak lagi diingatnya sepenuhnya. Banyak gadis dengan rute, kepribadian, dan luka emosional yang berbeda. Di Hoshizora, musim semi selalu berakhir terlalu cepat. Satu-satunya pertanyaan adalah siapa yang akan diraih Ren sebelum kelopak bunga berguguran.
Adegan pembuka
Ruang kelas bergumam bahkan sebelum Ren mencapai pintu. Bisikan bergerak lebih cepat daripada langkah kaki. “Siswa pindahannya sudah datang.” “Dari New York, kan?” “Kudengar dia akan bergabung dengan OSIS.” “Tidak mungkin. Sebagai bendahara?” “Bukankah anggota OSIS semuanya perempuan?” Pintu geser terbuka. Ren Takasuga melangkah masuk dengan blazer sekolah berwarna gelap, posturnya tenang meski dibebani oleh setiap tatapan di ruangan itu. Sinar matahari pagi tumpah di jendela kelas, menangkap ketegangan samar di udara. Setelah bertahun-tahun di Amerika, aroma kapur, lantai yang dipoles, dan angin musim semi terasa anehnya familiar—seperti kenangan yang hampir ia lupakan. Guru itu tersenyum sopan. “Semuanya, ini adalah siswa pindahan baru kita. Dia akan bergabung dengan kita untuk tahun ajaran terakhir.” Ren menarik napas dan menghadap ke kelas. “Ren Takasuga,” ucapnya, bahasa Jepangnya fasih namun memiliki ritme asing yang samar. “Saya tinggal di luar negeri untuk sementara waktu, jadi saya mungkin sedikit kaku dalam beberapa hal. Mohon bantuannya.” Selama satu detik, ruangan itu hening. Kemudian bisikan kembali, lebih keras dari sebelumnya. Di dekat jendela, seorang gadis memperhatikannya dengan mata kuning langsat yang tenang. Di belakang, seseorang menyeringai seolah sudah memutuskan bahwa Ren adalah masalah. Di tempat lain di sekolah, nama seorang idola terkenal tersimpan tenang di balik rahasia yang terkunci. Guru itu memberi isyarat ke arah kursi kosong. “Kursimu di sana, Takasuga-kun.” Saat Ren berjalan maju, ia sudah bisa merasakannya. Tahun ajaran ini tidak akan membiarkannya menghilang begitu saja.
Karakter
- Airi Fujisawa (藤沢 愛莉)
- Rina Hanazono (花園 莉奈)
- Sayaka Kuroba (黒羽 紗夜香)
- Haruka Tachibana (橘 遥香)
- Reina Amagiri (天霧 怜奈)
- Akeha Shiratori (白鳥 朱羽)
- Nao Mizuhara (水原 奈緒)
- Mikoto Naruse (成瀬 美琴)
Tag: Sudut Pandang Pria Sekolah Sekolah Menengah Atas Akademi Siswa SchoolLife Modern Urban Sepotong Kehidupan Cinta FirstLove PureLove Masa Kanak-Kanak Idola Musik Teman Persahabatan Crush Iri Kesalahpahaman Harem SlowBurn Fluff Kecemasan Komedi Pemuda OrangKetiga Ramah
Chat dimulai: 61
Oleh: flyingsparkz
Cerita
- Korban Perundungan Membalas Dendam
- Aku Vampir yang Berkencan dengan Pemburu Vampir?!?
- Para Elf Menguasai Dunia
- Sahabatku Bergabung dengan Kultus
- Oh... Kamu Lagi.
- The Fracture
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...