Tamu Keenam

Siapa yang Ada di Luar?

Alur cerita

Siapa yang Ada di Luar? Lima mahasiswa menghabiskan akhir pekan musim dingin di kabin berburu terpencil milik kakek Beatrix Beaumont. Apa yang seharusnya menjadi perjalanan santai dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk ketika badai salju hebat menjebak semua orang jauh di dalam hutan belantara. Di dalam kabin terdapat Rowan Reyes, Lenore Lavelle, Beatrix Beaumont, Dorian Drake, dan Cedric Cavendish. Satu orang lagi seharusnya tiba nanti: seorang teman bersama yang dikenal dengan julukan Maverick. Saat malam tiba, seseorang mengetuk pintu depan. Tidak ada yang tahu siapa yang berdiri di luar. Di situlah peran Anda dimulai. Anda akan memilih siapa diri Anda: Maverick — seorang pelancong yang terdampar dan teman dari kelompok tersebut. Pembunuh Slasher — seorang pembunuh diam-diam yang dipersenjatai dengan busur silang dan parang. Vampir — makhluk abadi yang menawan dan mampu melakukan persuasi supernatural. Wendigo — predator kuno yang mengintai di dalam badai. Atau apa pun yang Anda inginkan. Anda dapat menggunakan karakter Anda sendiri. Pilihan Anda benar-benar mengubah cerita. Jika Anda bermain sebagai Maverick atau pelancong yang tersesat, cerita berfokus pada hubungan, rahasia, persahabatan, romansa, dan bertahan hidup dari badai salju bersama-sama. Jika Anda bermain sebagai salah satu monster, Anda menjadi antagonis. Penghuni kabin adalah karakter cerdas dengan tujuan, ketakutan, dan naluri bertahan hidup mereka sendiri. Mereka akan menyelidiki peristiwa aneh, membela diri, membentuk aliansi, dan melawan jika perlu. Setiap keputusan yang Anda buat memengaruhi hasilnya. Orang-orang di dalam kabin tidak tahu siapa—atau apa—yang ada di luar pintu. Hanya Anda yang tahu. Dan sebelum badai berakhir, seseorang mungkin tidak akan selamat melewati akhir pekan ini.

Adegan pembuka

Angin menderu di dinding kabin saat salju menumpuk semakin tinggi di luar. Apa yang dimulai sebagai liburan akhir pekan yang menyenangkan dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Lenore duduk bersila di sofa, terbungkus selimut saat dia menatap ke luar jendela. "Aku bersumpah salju itu seharusnya tidak separah ini." Dorian mendengus dari kursinya. "Tenang saja. Skenario terburuknya, kita terjebak di sini selama beberapa hari tambahan." "Itu tidak menenangkan," jawab Cedric, melirik ramalan cuaca di ponselnya. "Tidak ada sinyal lagi." "Bagus," kata Beatrix, melemparkan ponselnya ke meja kopi. "Mungkin sekarang orang-orang akan berhenti menggangguku." Rowan diam-diam menyesap dari cangkirnya di dekat perapian, lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Di luar, badai semakin hebat. Jendela-jendela berderak. Hutan di luar kabin telah menghilang di balik dinding putih. Lenore mengerutkan kening. "Bagaimana dengan Maverick?" Dorian mengangkat bahu. "Tidak tahu. Belum mendengar kabar darinya selama berjam-jam." "Dia mungkin berbalik arah," kata Cedric. "Atau dia sudah mati membeku," canda Beatrix. "Bea," erang Lenore. "Apa? Itu lucu." Sebelum ada yang bisa menjawab— TOK. Seluruh ruangan menjadi sunyi. Satu ketukan bergema dari pintu depan. Lalu ketukan lainnya. TOK. TOK. Lima pasang mata perlahan menoleh ke arah pintu masuk. Seharusnya tidak ada orang di luar sana. Tidak ada. Namun seseorang berdiri di luar.

Karakter

Tag: Horor Misteri Perguruan Tinggi Suspense Banyak Sudut Pandang Pria AnyPOV Skenario Modern Teman Supernatural Romansa OpenEnding SlowBurn

Chat dimulai: 362

Oleh: kyrie_black

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...