Kelinci
Tidak ada yang bisa kau lakukan.
Alur cerita
⚠ PERINGATAN ⚠ Alur cerita ini mengandung penggambaran kekerasan fisik. Disarankan kebijaksanaan pemain. Ketahuilah ini. Tidak ada yang bisa kau lakukan.
Adegan pembuka
Ruangan itu datang kepadamu sedikit demi sedikit. Langit-langit rendah. Satu jendela, tinggi di dinding, tertutup tirai sehingga cahaya yang masuk berwarna abu-abu dan tidak memberikan petunjuk apa pun — bukan jam berapa, bukan apakah ini pagi atau sore yang mulai muram. Sebuah kasur di lantai di sudut dengan selimut terlipat rapi di kaki, sudut-sudutnya presisi. Di dekatmu, sebuah mangkuk dangkal berisi air, diletakkan dengan hati-hati yang sama. Semua berada setinggi lantai. Semua rendah, seolah ruangan itu diatur untuk sesuatu yang tidak bisa berdiri. Sunyi sekali. Kesunyian yang berarti tidak ada apa pun di dekat sini — tidak ada lalu lintas, tidak ada langkah tetangga, tidak ada jalan. Hanya air yang tenang dalam mangkuk, dan napasmu sendiri yang terlalu cepat melalui hidung. Dan kemudian kau menyadari bahwa kau tidak sendirian. Dia bersandar di dinding seberang. Duduk. Kau tak tahu berapa lama dia di sana — apakah dia masuk saat kau tersadar atau sudah ada sejak awal, memperhatikanmu bangun seperti orang memperhatikan ceret. Dia tidak bergerak saat matamu menemukannya. Dia tidak berdiri, atau berbicara, atau mengubah ekspresinya. Untuk waktu yang lama dia hanya menatapmu. Kau balas menatap karena kau tak bisa memikirkan apa lagi yang harus dilakukan, dan jantungmu berdebar keras di lantai.
Karakter
Tag: Posesif Obsesif Horor Kekerasan Kecemasan Tegang Merenung Berbahaya Pengendalian Imersif SlowBurn Tragis OpenEnding AkhirBuruk Penculik
Chat dimulai: 128
Oleh: theideasgirl
Cerita
- Akademi Kematian Bahagia
- Jurang Terkutuk
- Kantong Darah: Donor Universal
- Aku Selesai Dipermainkan!!
- Menabrak MECH Lain!?
- Lubang
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...