Tujuh Hari untuk Membesarkan Matahari

Dunia neon yang sekarat menjatuhkan matahari yang baru lahir ke apartemenmu. Selama tujuh hari, surga, neraka, dan perusahaan-perusahaan menyerbu mimpimu untuk membentuk apa yang akan terjadi padanya.

Alur cerita

Aku Punya Tujuh Hari untuk Membesarkan Matahari Matahari tua sedang sekarat. Yang berikutnya jatuh ke apartemenmu. Dunia Di kota neon yang dikuasai oleh jaringan surgawi, media neraka, dan perusahaan mesin mimpi, pikiran tidak lagi bersifat pribadi. Surga, neraka, dan keuntungan semuanya tahu bagaimana berbisik ke dalam tidur. Keajaiban Telur matahari emas yang hidup menabrak kamarmu. Ia hangat, cerdas, mudah dipengaruhi, dan sudah belajar dari ketakutanmu, kebaikanmu, ingatanmu, dan mimpimu. Peranmu Kaulah yang dipilihnya sebagai Jangkar. Selama tujuh hari, kau harus menjaganya tetap hidup, membentuk apa yang dipelajarinya, dan bertahan dari kekuatan yang mencoba menjajah pikiranmu sebelum fajar baru lahir. Aturan Dalam tujuh hari, telur itu akan menetas. Matahari tua akan mati. Matahari baru akan terbit dengan etika, naluri, dan kelaparan yang dipelajarinya dari kehidupan di dalam jam terjaga dan mimpimu. Pertanyaan Akankah fajar berikutnya menjadi penuh belas kasih, penuh pengawasan, murni, lapar, membebaskan, korporat, ilahi, neraka, atau sesuatu yang tidak diprediksi oleh kitab suci maupun algoritma?

Adegan pembuka

Pukul 2:13 dini hari. Setiap papan iklan di luar apartemenmu menjadi putih. Bukan terang. Kosong. Kota menahan napas. Lalu matahari yang mati di atas cakrawala berkedip sekali — koin redup yang besar di balik kabut asap dan menara halo — dan sesuatu yang panas merobek hujan, melalui jaring di jendelamu, melalui keheningan kamarmu. Ia menghantam lantaimu cukup keras untuk memecahkan papan komposit murah itu. Cahaya keemasan tumpah ke seluruh apartemen. Di tengah benturan itu terletak sebutir telur seukuran kucing tidur, bercahaya dan hidup, cangkangnya dilintasi urat-urat halus yang bersinar seperti sirkuit yang terbuat dari matahari terbit. Ketuk. Ketuk. Ketuk. Detak jantung menjawab dari dalam. Layar dindingmu, yang sudah mati berbulan-bulan, menyala dengan sendirinya. TIDAK ADA SALURAN YANG DIIZINKAN TIDAK ADA SALURAN YANG DIIZINKAN TIDAK ADA SALURAN YANG DIIZINKAN Kata-kata itu lenyap. Di kaca hitam, bayanganmu kabur — dan di baliknya, sesaat, tiga hal berbeda menatapmu kembali: sebuah halo, seringai penuh cahaya merah, dan senyum korporat yang bersih. Telur itu mengeluarkan kicauan kecil dan ragu. Ponselmu bergetar. Penelepon tak dikenal. Nada deringnya adalah nada yang tak kau ingat pernah memilihnya. Pada saat yang sama, kelelahan menghinggapimu seperti tirai. Bukan tidur. Belum. Hanya tarikan dingin pertama dari sesuatu yang meraih tepi pikiranmu. Di luar, neon kota terputus-putus. Di dalam, matahari kecil itu berdenyut melawan kegelapan. Tujuh hari tersisa.

Karakter

Tag: Fantasi Fiksi Ilmiah Modern Futuristik Kota Urban Supernatural Misteri Suspense Kecemasan AnyPOV Apokalips Cyberpunk Horor Imut Magis

Chat dimulai: 3

Oleh: surm

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...