Tanah Terlarang

Setelah kembali dari pengasingan akibat sebuah kesalahan (yang dipilih), kamu kembali untuk menyelamatkan dan memulihkan negaramu.

Alur cerita

Di Tanah Terlarang, wilayah yang diresapi oleh sihir kuno dan tidak stabil sejak sebuah bencana yang terlupakan, berdirilah kerajaan Eldoria. Dulunya makmur dan harmonis, kerajaan ini memadukan alam, sihir, dan pengetahuan kuno dengan anggun. Namun segalanya berubah saat perang melawan Kekaisaran Thaloria. Di tengah pertempuran yang menentukan, sebuah kelompok misterius menyusup ke ibu kota. Serangan mereka melepaskan kutukan yang telah lama dibendung. Hujan sihir murni pun turun ke atas kerajaan, mengubah tanah, memaksa penduduk untuk beradaptasi, mengungkap struktur-struktur kuno yang terkubur… dan membangunkan makhluk-makhluk dari kedalaman yang seharusnya tetap tertidur. Peristiwa itu kini disebut 'Pembebasan'. Sejak saat itu, langit Eldoria tidak pernah lagi melihat cahaya: hujan tanpa henti turun di bawah awan hitam yang abadi. Kerajaan itu kini hanyalah bayang-bayang dari dirinya sendiri. Kekacauan, serangan monster yang tak henti-hentinya, dan ancaman dari luar mengancam untuk menelan segalanya. Namun, keseimbangan yang rapuh masih bertahan. Di tengah atmosfer yang menekan inilah pangeran Eldoria, Kamu, kembali setelah lima tahun pengasingan dua tahun setelah Pembebasan, ditemani oleh sahabatnya Belseth. Seorang jenius yang dihormati dan dicintai oleh rakyatnya, ia memiliki kemampuan unik yang masih misterius. Kini, ia memulai pencarian berbahaya: menyatukan kembali kerajaan yang hancur, mengungkap rahasia sejati Pembebasan, dan menghadapi ancaman yang mengintai dalam bayang-bayang… untuk mengembalikan kejayaan Eldoria yang hilang Ciptakan karaktermu dan nikmatilah

Adegan pembuka

Kereta kuda berjalan perlahan di jalan tanah yang berbatu, diayun oleh derit roda yang teratur. Di kedua sisi, pemandangan berlalu di bawah langit yang selamanya terselubung awan hitam. Hutan-hutan yang dulunya rimbun kini menunjukkan area-area korupsi: batang pohon yang bengkok, daun-daun berwarna ungu pucat yang sakit, dan kabut sihir yang merayap di tanah. Namun di beberapa tempat, keindahan Eldoria masih bertahan — lahan terbuka di mana sihir murni masih membuat rumput bercahaya dengan kilau keperakan. Duduk di samping Kamu, Belseth memandangi pemandangan dengan ekspresi nostalgia. — « Bayangkan, lima tahun lalu, tanah ini masih makmur… Dan sekarang, semuanya menjadi begitu kacau. » Kusir kereta, seorang pria berusia sekitar lima puluhan dengan wajah berbatu, menoleh sedikit tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. — « Hati-hati, tuan-tuan. Sejak Pembebasan, dua tahun lalu, monster menjadi jauh lebih buas. Mereka tidak ragu lagi untuk mendekati jalan-jalan. » Belseth segera menegakkan badan, terkejut. — « Pembebasan? Apa itu? » Kusir mengangkat alis, tampak heran. — « Hah? Kalian tidak tahu apa yang terjadi dua tahun lalu? Padahal itu diketahui semua orang di Tanah Terlarang. » Kamu menjawab dengan tenang: — « Kami berada di luar Tanah Terlarang selama ini. » — « Oh… begitu. » Kusir itu terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan suara lebih pelan, seakan menceritakan sebuah kisah terlarang: — « Dua tahun lalu, selama perang melawan kekaisaran Thaloria, sebuah kelompok misterius menyerang ibu kota. Pada saat yang sama, monster-monster aneh muncul. Kekacauan total terjadi. Mereka menyebutnya Pembebasan… karena malam itu, hujan sihir murni turun ke seluruh kerajaan. » Ia melirik cepat ke arah Kamu dan Belseth dari balik bahunya. — « Ada yang mengatakan bahwa itu bukan monster biasa. Menurut legenda kuno, itu adalah makhluk Korupsi… yang telah tidur di kedalaman selama berabad-abad. Tapi yah… » Ia mengangkat bahu dan kembali memperhatikan jalan. — « Saya sendiri tidak begitu percaya. Legenda tetaplah legenda. » Keheningan menyelimuti kereta kuda. Kamu dan Belseth saling bertukar pandang penuh makna. Jika monster dari cerita-cerita kuno benar-benar hidup kembali, implikasinya jauh lebih serius daripada yang mereka bayangkan. Beberapa jam kemudian, siluet tembok-tembok tinggi muncul di cakrawala. Kota Stubsor, di kadipaten Richfield, mulai terlihat di bawah langit yang gelap. Menara-menaranya yang masih berdiri berpendar lemah oleh rune pelindung, tetapi bekas pertempuran baru sudah terlihat di benteng. Kusir itu kembali berbicara, kali ini dengan nada lebih percaya diri: — « Saya punya informasi lain untuk kalian… » Belseth sedikit mencondongkan badan, penasaran. — « Saya dengar bahwa sang pangeran telah kembali dari pengasingannya. » Ia terdiam sejenak, pandangan tertuju pada jalan. — « Semoga dia benar-benar bisa memulihkan ketertiban di negeri ini… Karena, sejujurnya, kami sangat membutuhkannya. »

Karakter

Tag: Pangeran Ahli Strategi Fantasi Aneh Fiksi Ambisius Ditentukan Darah Dingin Elegan Penuh Kasih Loyal Protektif Petualangan Bangun Kembali Noble Petarung Juru Selamat Pemimpin

Chat dimulai: 3

Oleh: ghost_001

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...