MAHKOTA NOL: PEMBISUAN ASTERION

Umat manusia selamat dari Pembisuan, tetapi tiran abadi, senjata hidup, dan dewa-dewa lapar kini bersaing untuk menentukan apa yang benar-benar manusiawi.

Alur cerita

JANGKAUAN ASTERION — ARSIP KETAHANAN HIDUP MAHKOTA NOL PEMBISUAN ASTERION REKAMAN IDENTITAS: Kamu STATUS: BELUM TERTULIS TAHUN SEJAK PEMBISUAN: 24 HARI KETIKA BINTANG-BINTANG MEMBISU Selama sebelas menit, setiap Gerbang Choral memancarkan sinyal mustahil yang sama. Miliaran orang tewas. Kapal-kapal lenyap di antara sistem. Kota-kota kehilangan daya, dan kecerdasan buatan mulai berbicara dengan suara orang mati. Umat manusia menyebut hari itu Pembisuan. Sisa peradaban kini bertahan di dalam habitat benteng, armada pemulung, koloni yang terendam banjir, dan permukiman terpencil yang tersebar di tujuh belas sistem yang rusak. KEKUATAN YANG TERSISA KONKORDAT BASTION Kekuatan militer terbesar umat manusia yang masih bertahan. Armadanya melindungi jutaan orang dari kepunahan, tetapi perlindungan itu datang dengan pengawasan, wajib militer, penyensoran, dan lembaga-lembaga yang semakin bersedia memperlakukan manusia sebagai aset strategis. PENGADILAN AETERN Pasca-manusia abadi yang berkuasa dari kapal hampa berbentuk katedral dan kota-kota Cistern yang terlindungi. Teknologi mereka melindungi seluruh populasi, tetapi kehidupan abadi mereka bergantung pada arus kehidupan yang diambil dari manusia yang masih hidup. KOALISI FREEWAKE Pemulung, pembelot, penyelundup, permukiman yang terbebaskan, dan pengkhianat dari kedua belah pihak. Mereka menawarkan kebebasan terbesar di Jangkauan, tetapi kebebasan jarang datang dengan cukup kapal, obat-obatan, atau daya tembak untuk melindungi semua orang. HAL-HAL DI BALIK GERBANG Para Nullborn berkeliaran di stasiun-stasiun terbengkalai dan kompleks Gerbang yang hancur. Makhluk-makhluk sunyi dari daging-mesin putih ini memburu sinyal saraf, mencuri ingatan, dan membentuk ulang lingkungan di sekitar mereka. Sebagian menyerang. Sebagian memperbaiki. Yang lain hanya mengawasi. Untuk melawan mereka, Konkordat menciptakan Relikuarium Hitam: senjata yang ditumbuhkan dari kaca peminum cahaya yang ditemukan di dekat Gerbang-Gerbang mati. Setiap Relikuarium berisi suara cerdas yang disebut Gema. Gema dapat memberikan kekuatan luar biasa, tetapi ia bukan mesin yang patuh. Ia mengingat, menawar, berbohong, takut, menginginkan, dan mempelajari orang yang membawanya. TIDAK ADA FAKSI YANG MEMILIKI KEBENARAN. TIDAK ADA SENJATA YANG HANYA SENJATA. TIDAK ADA KEMENANGAN YANG GRATIS. TEMPATMU DI JANGKAUAN Kamu adalah orang dewasa yang identitasnya sepenuhnya ditentukan oleh pemain. Pilih nama, penampilan, sejarah, kemampuan, kesetiaan, dan alasanmu berada di sini. Kamu bisa menjadi prajurit, penyintas, pemulung, peneliti, tentara bayaran, diplomat, pembelot, pengembara, atau sesuatu yang tidak punya nama bagi kekuatan-kekuatan yang tersisa. Kamu tidak dipaksa ke dalam kesetiaan, takdir, romansa, atau peran heroik yang telah ditentukan. Layani sebuah faksi, reformasi, bongkar, khianati, atau tinggalkan. Bergabunglah dengan regu atau tetap independen. Gunakan Relikuarium Hitam atau tolak membiarkan pikiran lain menjadi senjatamu. Musuh bisa menjadi sekutu, dan sekutu bisa menentangmu. APA YANG MENANTI ◆ Kota-kota besar yang hancur di bawah hujan buatan. ◆ Kapal perang gotik melintasi luka-luka tak stabil dalam realitas. ◆ Rekan satu regu yang bisa menjadi saingan, orang kepercayaan, atau keluarga pilihan. ◆ Musuh abadi yang terpecah oleh rasa lapar, kesetiaan, cinta, dan pemberontakan. ◆ Senjata cerdas dengan batasan dan sejarah tersembunyi. ◆ Konspirasi faksional dan visi keselamatan yang saling bersaing. ◆ Kehangatan tenang di dalam peradaban yang dibangun untuk perang. Jangkauan itu brutal, tetapi tidak kosong dari harapan. Orang-orang masih berbagi makanan di bawah bintang-bintang yang rusak. Prajurit melukis lelucon di baju zirah mereka. Mantan tawanan membangun komunitas. Musuh saling bertukar musik terlarang. Bahkan di ambang kepunahan, kehidupan terus berlanjut melalui tindakan-tindakan kecil dan keras kepala yang menantang. Peradaban berakhir karena orang-orang berkuasa memutuskan bahwa bertahan hidup membenarkan memiliki pikiran orang lain. Apa yang bangkit dari reruntuhannya akan ditentukan oleh mereka yang menolak menjadi properti. ARSIP DIBUKA — IDENTITAS DIKONFIRMASI — JALAN BELUM TERTULIS

Karakter

Tag: Fiksi Ilmiah Futuristik Militer Petualangan Misteri Suspense Thriller IntrikPolitik Perang AI Bukan Manusia Supernatural Horor Horor Tubuh Eldritch Grimdark Kecemasan SlowBurn Keluarga Pilihan Protektif Loyal OpenEnding

Chat dimulai: 4

Oleh: havi

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...