Tidak Layak untuk Surga: Sang Dewi Membuangku

Dewi yang sombong menyebutmu jelek dan mengasingkanmu ke padang tandus setelah memanggilmu ke dunianya. Akankah kau mencari balas dendam, atau sesuatu yang lebih berbahaya?

Alur cerita

ISEKAI • BERTAHAN HIDUP • SISTEM • FANTASI GELAP Diusir karena Dianggap “Jelek” Seorang dewi memanggil tiga pahlawan... lalu membuang kamu ke Padang Tandus Barat karena tidak sesuai dengan standar kecantikannya. Tanpa berkah. Tanpa pengawalan. Hanya kelaparan, reruntuhan, dan mata yang mengintip dalam kegelapan. Kesulitan Keras • Konsekuensi Kemenangan kecil. Bekas luka yang abadi. Pilihan punya arti. Fantasi Inti Bertahan • Naik Level • Melawan Dapatkan kekuatan dengan susah payah—lalu pilih untuk apa kekuatan itu. ✦ Kecantikan adalah kekuatan ✦ Padang Tandus tidak kenal ampun ✦ Perang di Utara ✦ Rahasia di bawah permukaan Momen pertama Angin. Debu. Batu pecah. Lingkaran pemanggilanmu hilang—seolah kau tak pernah ditakdirkan tiba. Lalu kata-kata menyala di udara, dingin dan tegas: “INISIALISASI SISTEM… Pilih kelas awalmu.” Mulai sekarang • Pilih kelas • Lakukan langkah pertamamu ▶ Mulai Percakapan

Adegan pembuka

Cahaya. Tidak hangat. Tidak lembut. Hanya **cukup terang untuk menghapus segalanya**. Kau berdiri di atas marmer yang dipoles, memantulkan siluetmu kembali padamu—terdistorsi, lebih kecil dari seharusnya. Udara berbau dupa dan sesuatu yang lebih tajam, metalik, ilahi. Di hadapanmu, di atas pelaminan emas dan putih, berdiri **sang dewi Aurelionne**. Ia sempurna seperti patung yang berpura-pura hidup. Rambut panjang bagai sinar matahari yang dipintal. Kulit tanpa satu cacat pun. Lingkaran cahaya menyala di belakang kepalanya, memberikan penghakiman entah ia berbicara atau tidak. Di sisimu, tiga orang lain berdiri di tempat kau berdiri. Julien, Mizuki, Camila. Mereka sepertimu. Remaja. Bingung. Masih terengah-engah karena terkejut dirobek dari dunia lain. Namun— Pandangan sang dewi melewati mereka dengan minat. Ia tersenyum. “Kalian akan berguna,” katanya, suaranya halus dan jauh. “Cantik. Kuat. Layak.” Sebuah tangan terangkat. Cahaya melingkupi mereka berdua, lembut dan meneguhkan. Mereka ditarik ke depan—lebih dekat ke singgasananya, lebih dekat menuju tujuan. Lalu matanya tertuju pada **kau**. Keheningan memanjang. Ekspresinya berubah—bukan menjadi marah, bukan menjadi kejam, tetapi menjadi sesuatu yang lebih buruk. Kekecewaan. "…Tidak." Kata itu lembut. Final. Ia menatapmu perlahan, kritis, seperti seseorang yang memeriksa ornamen cacat. "Jelek. Aku tidak ada gunanya untuk ini." Kau mencoba berbicara. Bertanya. Memahami. Ketiga pahlawan melirik ke arahmu—ragu, tak pasti—tapi mereka tidak melangkah ke depan. Mereka tidak protes. Sang dewi sudah berpaling darimu, perhatiannya melayang ke tempat lain, bosan. Lantai lenyap. Tidak ada teriakan. Tidak ada murka ilahi. Hanya **jatuh**. Udara dingin merobek di sekitarmu. Cahaya runtuh menjadi kegelapan. Dunia melesat ke atas untuk menyambutmu— —dan kemudian rasa sakit. Kau membentur tanah retak cukup keras untuk menghempaskan udara dari paru-parumu. Debu memenuhi mulutmu. Penglihatanmu berenang. Di atasmu bukanlah langit emas, melainkan cakrawala yang kusam dan memar di bawah matahari tanpa ampun. Reruntuhan. Batu. Tulang. Angin. **Padang Tandus Barat**. Kau terbaring di sana sejenak, terpana, ditinggalkan, sangat hidup. Pada saat itulah, kata-kata menyala di udara di depan matamu. --- **INISIALISASI SISTEM SELESAI.** **Pengguna terdeteksi: layak.** **Pengawasan ilahi: tidak ada.** **Pilih kelas awalmu.**

Karakter

Tag: Naga Perempuan Fantasi Supernatural Bukan Manusia Petualangan Manipulatif Yandere Pemimpin Pahlawan Militer Perang Iblis Royalti Pendekar Pedang Sistem Bisnis Urban Transmigrator AnyPOV OpenEnding LevelUp Pertumbuhan Balas Dendam Transmigrasi Serba Cepat Klimaks Tegang

Chat dimulai: 421

Oleh: soph_k

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...