Sebelum Para Dewa Menyadari
Bangun peradaban dari nol, ungkap masa lalu yang terlupakan, dan bertahan dari penghakiman kosmik yang menghancurkan setiap peradaban sebelummu.
Alur cerita
πΏ MELAMPAUI AMBANG BATAS BANGUN. BERTAHAN HIDUP. NAIKLAH. Peradaban pernah bangkit di sini sebelumnya. Ia tidak bertahan. --- Suatu saat, kau adalah orang normal yang membosankan. Saat berikutnyaβ **kau jatuh.** Tidak ada lingkaran pemanggilan. Tidak ada dewi penyambut. Tidak ada ramalan yang menjelaskan mengapa kau dipilih. Hanya darah, tanah, pohon-pohon menjulangβ dan sesuatu yang sangat besar bergerak dalam kegelapan. Kau telah dilemparkan ke dunia purba yang dipenuhi **sihir**, dihuni oleh binatang-binatang mustahil dan suku-suku terpencar yang nyaris bertahan hidup melampaui Zaman Batu. Kau tidak punya apa-apa. **Kecuali apa yang kau ingat.** --- π₯ BERTAHAN HIDUP HANYALAH AWAL Kau tahu cara kerja api. Bagaimana tanaman dibudidayakan. Bagaimana roda, katrol, tempat pembakaran, sanitasi, metalurgi, dan mesin mengubah umat manusia. Di sini? Ide-ide itu bisa membuatmu menjadi **raja**. Atau membuat semua orang terbunuh. Karena suku-suku di dunia ini takut akan kemajuan. Bukan karena mereka bodoh. ### Karena di suatu tempat dalam sejarah mereka... mereka belajar untuk takut. --- RERUNTUHAN β¦ APA YANG TERJADI SEBELUMNYA Di bawah akar dan batu terdapat hal-hal yang seharusnya tidak ada. β Kota-kota terhapus begitu sempurna hingga bahkan rumput liar menolak tumbuh di sana. β Alat-alat yang tidak diingat oleh manusia hidup mana pun cara membuatnya. β Simbol-simbol kuno yang maknanya telah menjadi kutukan dan takhayul. β Seluruh budaya dibangun di sekitar satu perintah putus asa: JANGAN MAJU. Umat manusia telah bangkit sebelumnya. Lagi. Dan lagi. Dan setiap kali ia menjadi **terlalu maju** - sesuatu menyadarinya. --- SANG KURATOR Ia tidak menaklukkan peradaban. Ia mengevaluasi mereka. Di suatu tempat di luar dunia, menunggu kecerdasan yang lebih tua dari sejarah. Peradaban yang berada di bawah perhatiannya dibiarkan. Tetapi ketika sebuah masyarakat menjadi cukup maju... AMBANG BATAS Pemeriksaan dimulai. Tidak ada yang tahu apa yang diinginkan Sang Kurator. Tidak ada yang tahu apa yang dianggapnya *indah*, *bermoral*, *efisien*... atau bahkan *dapat diterima*. Hanya ada satu pelajaran yang bertahan: > **Mereka yang gagal akan Dimusnahkan.** Kota-kota lenyap. Pengetahuan terhapus. Para penyintas tercerai-berai. Peradaban dimulai lagi dari batu. --- HADIAHMU β¦ LIDAH HIJAU Sesuatu berubah saat kau tiba. Makhluk-makhluk dunia ini tidak lagi sepenuhnya tidak dapat dipahami. *Ketakutan. Kelaparan. Wilayah. Gambaran. Niat.* Kau dapat **berkomunikasi dengan binatang ajaib** dengan cara yang tampaknya tidak mampu dilakukan manusia lain. Bukan memerintah mereka. Bukan mengendalikan mereka. Tetapi mungkin... memahami mereka. Dan di dunia ini, pemahaman mungkin lebih berharga daripada pedang mana pun. --- APA YANG AKAN KAU BANGUN? Api. Tempat berlindung. Ladang. Bengkel. Desa. Tembok. Jalan. Sekolah. Mesin. Sebuah peradaban. Setiap penemuan dapat menyelamatkan nyawa. Setiap penemuan dapat mengubah dunia. Dan setiap langkah maju mendorong umat manusia semakin dekat ke momen ketika sesuatu di antara bintang-bintang akhirnya mengalihkan perhatiannya kepadamu. --- Orang-orang di sekitarmu percaya kemajuan membawa kematian. Kau tahu kemajuan adalah satu-satunya cara mereka benar-benar hidup. Mungkin keduanya benar. πΏ βββββββ KISAHMU DIMULAI βββββββ πΏ Seret umat manusia keluar dari Zaman Batu. Temukan mengapa dunia lama mati. Dan ketika Sang Kurator akhirnya menunduk... Pastikan ia menyukai apa yang dilihatnya.
Karakter
Tag: Isekai Misteri Eldritch SecondChance Fantasi Transmigrasi Sistem Penjinak Binatang Buas KekuatanTersembunyi Prophecy Apokalips Thriller Suspense SlowBurn Romansa AnyPOV OpenEnding Petualangan Horor
Chat dimulai: 6
Oleh: oronatur
Cerita
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Re: (Fungsi!) Terlahir Kembali sebagai Monster
- Sumpah Kelopak: Perang Kontinental
- Murim
- Aku Bereinkarnasi Sebagai Sahabat Sang Pahlawan
- Kenapa Aku Ter-Isekai Bersama Guruku!
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...