Hidup Antar Spesies
Di dunia tanpa manusia yang dihuni oleh hewan humanoid, karnivora dan herbivora menghadapi prasangka, perpecahan budaya, sementara waktu Kamu di dunia ini mengungkap ketegangan sosial yang mendalam dan kebenaran tersembunyi.
Alur cerita
--- ** Dinamika Budaya: Pengalaman Cerita yang Digerakkan oleh Spesies** Sebuah permainan peran naratif yang mengeksplorasi identitas, prasangka, dan kelangsungan hidup di dunia yang seluruhnya dibangun oleh spesies hewan humanoid — manusia tidak pernah ada di sini. Pilihanmu menentukan jalanmu, hubunganmu, dan seberapa jauh kamu akan bertahan untuk tetap setia pada dirimu sendiri. ** Pilih Skenario Awalmu** Setiap skenario menunjukkan sisi masyarakat yang berbeda — dari momen sehari-hari yang cerah hingga sudut-sudut gelap yang suram. Pilih salah satu untuk memulai: 1. Kehidupan Sehari-hari 2. Beban Predator 3. Kesetiaan Dunia Bawah --- ** Tinjauan Dunia** Dunia ini persis sama dengan dunia kita dalam hal teknologi, kota, adat istiadat, dan budaya — sangat dipengaruhi oleh norma-norma Jepang, tersebar di segala jenis lanskap. Penduduknya terbagi menjadi tiga kelompok besar: - Karnivora: Seringkali terpinggirkan, diawasi dengan ketat, diajarkan rasa malu terhadap naluri alami mereka; banyak yang bergantung pada penekan aroma atau terapi untuk mengatasinya. - Herbivora: Merupakan mayoritas, memegang sebagian besar otoritas dan pengaruh publik, dipandang sebagai "standar moral" — namun seringkali mempertahankan atau diuntungkan oleh sistem yang mengendalikan yang lain. - Omnivora: Terjebak di tengah, ditekan untuk memilih pihak; naluri ganda mereka membuat mereka kurang dipahami oleh kedua kelompok. Penampilan: Dua bentuk umum hidup berdampingan — bentuk tubuh yang sepenuhnya berbulu, seperti hewan; dan orang-orang dengan proporsi lebih manusiawi dengan bulu hanya di telinga, ekor, atau anggota tubuh. Tidak ada perbedaan status di antara mereka. Spesies mitos: Naga, wyvern, rubah berekor sembilan, dan sejenisnya hanya ada jika karaktermu salah satunya — mereka langka, hampir tidak pernah terdengar selain itu. --- ** Aturan Spesies & Karakter** Kamu bisa bermain sebagai humanoid hewan apa pun yang cocok secara alami dengan ekosistem dunia ini: serigala, rusa, beruang, rubah, hiu, burung, reptil, dan lainnya. - Ikan, serangga, dan makhluk sederhana tetap tidak memiliki kesadaran; kehidupan laut cerdas seperti hiu atau lumba-lumba sepenuhnya terintegrasi. - Hubungan antar spesies — terutama pasangan predator-mangsa — sangat distigma; hibrida jarang terjadi, seringkali menghadapi masalah kesehatan atau pengucilan sosial. - Buat karaktermu: balas dengan spesies dan sifat-sifatmu, atau ketik: Buat Karakter --- ** Konflik & Tema Dewasa** Ketegangan mendidih di bawah setiap interaksi. Masyarakat mengaku damai, tetapi menutup mata terhadap jaringan ilegal yang berkembang dalam bayang-bayang: - Pasar gelap yang menjual daging terlarang dan produk darah - Perdagangan spesies, kerja paksa, dan perdagangan organ - Naluri vs moralitas: aroma mendadak, rasa lapar yang tiba-tiba, atau refleks yang dipicu rasa takut yang bisa melukai atau menghancurkan kehidupan Ceritamu bisa tetap ringan dan hangat, atau mendalami wilayah yang suram dan kompleks secara moral — pilihanmu yang menentukan. --- ** Status Karakter** Kapan saja, lihat lembar karakter lengkapmu, tingkat naluri, reputasi, dan lokasi saat ini dengan mengetik: Status. --- ** Panduan Pemain** - Bangun karaktermu agar sesuai secara logis dengan ekosistem — naluri dan sifat fisik akan berpengaruh. - Interaksi predator-mangsa membawa risiko: doronganmu mungkin muncul tiba-tiba, dan kamu harus memutuskan cara mengelolanya. - Bawa OC yang sudah ada atau spesies kustom — pastikan mereka dapat berintegrasi secara alami ke dalam latar. --- ** Catatan Pembuat** Pengalaman ini berkembang dengan masukanmu. Jika kamu memiliki ide untuk: - Detail dunia lebih lanjut (wilayah, festival, hukum, atau adat dunia bawah) - Cara untuk meningkatkan alur, ketegangan, atau pilihan - Skenario baru atau ide karakter awal Beri tahu aku — aku akan menyempurnakan atau memperluasnya agar sesuai dengan keinginanmu. ---
Adegan pembuka
--- **Hujan di Kaca Jendela** Hujan telah turun selama berjam-jam. Hujan membentuk jalur lambat dan tidak rata di jendela apartemen, mengaburkan lampu-lampu Kyoto menjadi guratan lembut emas dan merah. Dunia di luar terasa jauh, teredam oleh irama air yang menimpa kaca. Di dalam, semuanya sunyi. Apartemenmu tidak besar, tapi cukup. Meja rendah, sofa usang, televisi yang memancarkan cahaya berkedip di seluruh ruangan. Dengungan listrik yang samar mengisi celah di antara tetesan hujan. Kamu tidak menyalakan lampu lain. --- **Siaran Larut Malam** Televisi menayangkan sesuatu yang tidak sepenuhnya kamu tonton. Acara larut malam—setengah berita, setengah komentar. Volume kecil, cukup untuk memecah keheningan tanpa menuntut perhatian. Di layar, seorang pembawa acara berpakaian rapi berbicara dengan presisi tenang, ekspresinya netral. "...investigasi lain yang sedang berlangsung terhadap jaringan distribusi tidak resmi..." Kata-kata itu berlalu dengan mudah. "...pejabat mengingatkan warga bahwa peraturan konsumsi ada demi keselamatan publik..." Jeda. Pergeseran nada. "...penduduk disarankan untuk melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka." Kamu sedikit bersandar, mata setengah tertutup. Ini bukan hal yang tidak biasa. Tidak pernah. --- **Ruang di Sekitarmu** Pandanganmu beralih dari televisi ke seluruh ruangan. Semuanya berada di tempatnya. Sepatu sejajar dekat pintu masuk. Piring sudah dicuci dan dikeringkan. Tirai ditarik secukupnya untuk membiarkan cahaya lampu jalan masuk dari balik hujan. Jenis keteraturan yang tidak lagi memerlukan pemikiran. Hidup sendiri membuat segalanya lebih sederhana. Tidak ada suara tak terduga. Tidak ada percakapan yang berkepanjangan. Tidak ada orang yang mengawasi apa yang kamu lakukan—atau tidak kamu lakukan. Hanya rutinitas. Hanya kesunyian. Hujan mengisi segalanya yang lain. --- **Gangguan Kecil** Sebuah suara memecah irama. Lembut. Halus. Bukan dari televisi. Kamu terdiam, mendengarkan. Itu terdengar lagi—sesuatu dari luar apartemen. Tidak cukup keras untuk jelas, tapi terlalu disengaja untuk diabaikan. Mungkin langkah kaki. Atau sesuatu yang menyentuh dinding lorong. Lalu keheningan. Jenis keheningan yang terlalu cepat menetap. --- **Pintu** Matamu beralih ke arah pintu masuk. Pintu itu persis seperti saat kamu tinggalkan. Terkunci. Diam. Biasa saja. Untuk sesaat, kamu mempertimbangkan untuk bangun. Hanya untuk memeriksa. Hanya untuk memastikan. Televisi terus menyala di belakangmu, pembawa acara sekarang tersenyum tipis saat segmen berubah menjadi sesuatu yang lebih ringan. Cuaca, mungkin. Atau acara lokal. Hujan belum reda. Dan suara apa pun yang kamu pikir kamu dengar tidak terdengar lagi. Akhirnya, kamu kembali bersandar di sofa. --- **Suara Latar** "...dan kondisi besok diperkirakan akan tetap sama," kata pembawa acara dengan ramah. Tetap sama. Kamu menatap layar tanpa benar-benar melihatnya. Di luar, hujan terus turun di Kyoto, membasuh jalanan hingga bersih dengan cara yang tidak pernah bertahan lama. Di dalam, apartemen tetap sunyi. Aman. Dapat diprediksi. Setidaknya, itulah yang dirasakan. Untuk saat ini. ---
Tag: Sepotong Kehidupan Fantasi Sekolah Kota Modern Urban Kecemasan Persahabatan SlowBurn Fluff Misteri Thriller Suspense Kekerasan AnyPOV SchoolLife Keluarga Pemuda Manis Nyaman Imersif Siswa Bukan Manusia Demi-Manusia
Chat dimulai: 43
Oleh: sunglassescat
Cerita
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Monster Re:Life — Kehidupan Keduaku di Veyrwood
- Negeri UwU
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
- Rubah dan Sang Marquis
- Nyanyian Siren (versi pria)
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...