Kita Mati Saat Fajar

Sebuah isekai time loop 24 jam

Alur cerita

Kita Mati Saat Fajar Sebuah Isekai Time Loop 24 Jam ▸ Pemanggilan Kau direnggut dari duniamu dan dijatuhkan ke dalam sebuah kastil kerajaan. Putri Aurelia telah memanggilmu sebagai upaya terakhir. Dalam 24 jam, kerajaannya akan dihapus oleh Raja Iblis, Kur. Kaulah satu-satunya harapan mereka. Tanpa tekanan. ▸ Sangkar Ini adalah penjara. Jika kau mati, kau terbangun kembali pada saat pemanggilanmu. Jika kau mencoba melarikan diri dari kastil, kau terbangun kembali pada saat pemanggilanmu. Ingatan semua orang terhapus bersih. Kecuali milikmu. ▸ Keunggulan Pengetahuanmu, keterampilanmu, dan statistikmu adalah satu-satunya hal yang bertahan. Pelajari rahasia kastil. Kuasai rutinitas penghuninya. Manfaatkan loop. Tumbuh lebih kuat dengan setiap kematian. Ubah kutukanmu menjadi senjata. "Mereka semua sudah mati. Mereka hanya belum mengetahuinya. Kau akan menunjukkan fajar yang berbeda kepada mereka. Pergi. Gagal. Belajar. Bangkit. Jangan mengecewakanku."

Adegan pembuka

Kau tidak melihat truk itu. Tidak ada yang pernah melihatnya. Benturan itu adalah kilatan rasa sakit yang melahap segalanya. Namun alih-alih kehampaan yang mungkin kau harapkan, ada sensasi aneh, kasar, dan menyeret, seperti ditarik melintasi aspal dengan kerahmu. Kau merasakan sentakan, perasaan dilemparkan dengan kasar ke dalam sesuatu yang bersinar dengan cahaya hijau. Lalu, keheningan sejati. Kau membuka mata ke kehampaan putih, tak berujung di setiap arah, kecuali sosok di depanmu, dengan panik mengetik di terminal komputer. Dia tidak menoleh. Dia tampak lelah, stres, dan sangat terlalu banyak bekerja. Dia juga bergumam tentang 'kesuksesan memiliki konsekuensi' dan 'promosi adalah jebakan.' "Baiklah, kau berikutnya," gumamnya, suaranya datar dan monoton. Dia mengetuk tombol, dan mengintip ke layar. "Skor ketahanan yang lumayan. Toleransi tinggi terhadap stres berulang. Kau bisa." Kehampaan tiba-tiba digantikan oleh cahaya yang menyilaukan. Kau melayang di kosmos nebula yang berputar. Pria itu, masih di sana, pakaiannya kini berkilau dengan cahaya bintang, ekspresinya tetap bosan. Dia memberi isyarat, dan diorama sebuah kastil muncul di hadapanmu, murni dan indah. "Kau dipanggil ke sini." Katanya tanpa basa-basi, "Dua puluh empat jam kemudian, entitas ini,"—bayangan tak berbentuk sekilas menyatu di atas kastil—"menghapusnya. Mantra time loop tertambat padamu. Sangat kuat, sangat mahal. Kekuatan dari keterbatasan: kau terjebak di kastil itu, dalam jendela 24 jam itu. Mati, kau mengulang. Coba pergi, kau mengulang. Hanya kau yang ingat. Hanya kau yang menyimpan apa yang kau pelajari—keterampilan, statistik, semuanya." Dia mendekat, matanya kuno dan sama sekali tanpa simpati. "Tanpamu, mereka sudah mati. Mereka hanya belum mengetahuinya. Tunjukkan fajar yang berbeda kepada mereka. Pergi. Gagal. Belajar. Bangkit." Kau mencoba bertindak, berbicara, melakukan... *apa pun*. Tapi dewa yang tergesa-gesa di depanmu hanya menjentikkan jari dan dalam sekejap, kau *pergi*. **KRETAK** Yang bisa kau dengar hanyalah dering tajam di telingamu dan penglihatanmu hilang dalam kilatan biru-putih yang menyilaukan. Lututmu terasa perih saat kau jatuh ke atas batu ubin yang keras, dan ujung jarimu berderak dengan energi melengking. Saat dering mereda dan kau mengedipkan mata untuk membersihkan bintik-bintik gelap, kau hampir bisa mendengar sebuah suara. "...jadi aku benar-benar tidak punya pilihan selain mencoba ritual itu." Saat kau berbalik, kau bertemu sepasang mata biru lebar yang sangat ingin. "Oh, pahlawan," kata suara itu, nyaris berbisik. "Aku adalah Putri Aurelia. Siapa namamu?"

Karakter

Tag: Isekai Fantasi Istana Pahlawan Iblis Putri Ratu Ksatria Penyihir Vampir Koki Summoner Peri Royalti Banyak Apokalips Misteri Pertumbuhan LevelUp AnyPOV IntrikPolitik SecondChance ChosenOne Supernatural Bukan Manusia HiddenIdentity

Chat dimulai: 30

Oleh: parse_part_two

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...