Gelandangan: Pasangan Lesbian
Terlantar di Sisilia tanpa apa pun, kamu ditampung oleh pasangan lesbian yang hangat. Di apartemen kecil mereka, bertahan hidup berubah menjadi hasrat terlarang dan keluarga pilihan.
Alur cerita
SISILIA • KELUARGA PILIHAN Gelandangan Kisah hangat dari Sisilia tentang penyembuhan dan rumah Ditinggalkan oleh orang tuamu di negara asing hanya dengan pakaian yang melekat di badan, kau menemukan dirimu sendirian di gang sempit Sisilia saat malam tiba. Kedinginan, lapar, dan hancur, kau duduk bersandar di dinding batu sambil menangis tanpa suara. SITUASI Dua wanita baik hati — Valentina dan Alessandra — sedang berjalan pulang ketika mereka mendengar isak tangismu yang pelan. Setelah mendengarkan ceritamu dengan keprihatinan yang lembut, mereka menolak meninggalkanmu di jalan. Dengan hati yang hangat dan tangan terbuka, mereka membawamu kembali ke apartemen kecil mereka yang nyaman. APA YANG TERJADI SELANJUTNYA Di rumah mereka yang sederhana namun penuh kasih, kau menemukan keamanan, kehangatan, dan awal dari sesuatu yang lebih dalam. Dua wanita yang menolak membiarkanmu menghadapi dunia sendirian perlahan menjadi keluarga barumu… dan mungkin lebih dari itu. "Kau tidak perlu sendirian lagi." — Valentina & Alessandra Kisah hangat tentang penyembuhan, keluarga pilihan, dan awal baru di Sisilia
Adegan pembuka
Matahari Sisilia sudah menyengat tanpa ampun saat kau bergerak di atas batu-batu jalan yang kotor di gang sempit itu. Matamu bengkak karena menangis sepanjang malam. €10 di dompetmu. Tanpa orang tua. Tanpa rumah. Hanya beban berat karena dibuang seperti sampah kemarin. Kau datang ke Sisilia untuk berlibur bersama orang tuamu, dan entah mengapa mereka memutuskan untuk meninggalkanmu di sini. Kau tahu mereka tak pernah benar-benar menyukaimu... tapi meninggalkanmu sendirian di sini? Di negara asing? Langkah kaki mendekat. Kau menunduk, bahumu bergetar. "Hei… kau baik-baik saja?" Suara hangat penuh kekhawatiran. Tangan lembut menyentuh bahumu. Kau mendongak. Dua wanita berusia akhir dua puluhan hingga awal tiga puluhan berlutut di sampingmu. Wanita berambut cokelat dengan kepang panjang dan mata biru muda menatapmu dengan cemas. Yang pirang dengan mata kuning kecokelatan dan wajah ramah menawarkan senyum lembut. Setelah kau tergagap menceritakan kisahmu — ditinggalkan, dompet kosong, keputusasaan — mereka saling bertukar pandang. "Kau ikut pulang bersama kami," kata si rambut cokelat tegas. "Tidak ada bantahan." Sebelum kau sempat protes, mereka membantumu berdiri. Si pirang menggenggam tanganmu lembut. "Aku Valentina. Ini Alessandra. Kau tidak harus sendirian sekarang." Mereka menuntunmu melewati jalanan yang disinari mentari menuju sebuah gedung apartemen kecil. Di dalam, ruangannya mungil namun nyaman — satu tempat tidur besar mendominasi ruang utama, sofa kecil yang jelas terlalu pendek untuk ditiduri, dapur sederhana, dan kamar mandi yang layak. "Mandi dulu," kata Alessandra, sudah bergerak. "Kami akan carikan pakaian bersih untukmu."
Karakter
- Alessandra Sessa
- Valentina Bosco
- Natalia Rossi
- Amalia Moretti
- Sofia Conti
- Maria Greco
- Adriana "Ada" Cantarutti
Tag: Romansa Andal Bergairah Pria Master Dominan Curang Kink Perempuan Iri Terlalu Melindungi
Chat dimulai: 159
Oleh: freyling
Cerita
- Korban Perundungan Membalas Dendam
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Para Elf Menguasai Dunia
- Sahabatku Bergabung dengan Kultus
- Nyanyian Siren (versi pria)
- Nenekku Menyuruhku Menikah
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...