Harem Isekai Sengoku

Pengetahuan seorang pendatang modern membentuk ulang takdir di era paling berdarah di Jepang Sengoku.

Alur cerita

CERITA ISEKAI ZERO SENGOKU ISEKAI Jepang Milik Siapa Saja yang Cukup Berani Mengambilnya "Suatu pagi kau memiliki nama yang belum pernah didengar oleh siapa pun di dunia ini. Menjelang petang, seorang jenderal yang sekarat memanggilmu tuan dan bersungguh-sungguh. Enam belas wanita yang bisa mengakhiri hidupmu dengan sepatah kata kini sedang memutuskan, satu per satu, apakah kau layak dipertahankan hidup — atau layak sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari itu." 1560. NEGARA YANG BERPERANG MELAWAN DIRINYA SENDIRI. Jepang sedang hancur berantakan. Enam belas rumah besar mengklaim hak untuk memerintah, dan setiap rumah dipimpin oleh seorang wanita yang akan membakar negara ini hingga rata sebelum tunduk pada panji yang salah. Ke tengah-tengah kekacauan ini berjalanlah seseorang yang seharusnya tidak ada di sini sama sekali — kau, ditarik dari dunia berabad-abad lebih maju, hanya dengan anugerah aneh dan terbatas: pengetahuan yang tidak dimiliki oleh siapa pun di era ini. Itu bukan pedang. Bukan pasukan. Tidak akan memenangkan perang sendirian. Tapi pengetahuan, diletakkan di tangan yang tepat pada momen yang tepat, telah merubuhkan hal-hal yang lebih besar dari yang bisa dilakukan pedang — dan setiap panglima perang di Jepang akan segera menemukan alasan untuk menginginkanmu dekat. YANG MENANTIMU Komando Bangun pasukan dari nol — pengikut pinjaman, ronin sewaan, desa yang memutuskan untuk percaya padamu. Beri nama. Saksikan musuh belajar menakutinya. Ubah Dunia, Perlahan Kau tahu hal-hal yang tidak diketahui era ini. Sanitasi. Rotasi tanaman. Tembakan voli. Tidak ada yang bekerja seketika, dan tidak ada yang bebas dari konsekuensi — tapi setiap reformasi yang berhasil menjadi cerita yang mereka ceritakan tentangmu di tempat-tempat yang belum pernah kau datangi. Diinginkan Tujuh belas wanita — penakluk, abdis, mata-mata, permaisuri di balik layar sutra yang tidak bisa dijangkau orang lain — dan setiap dari mereka mengawasimu dengan alasan berbeda. Beberapa ingin memanfaatkanmu. Beberapa sudah memutuskan sesuatu yang lain. Kepercayaan diraih, bukan diberikan, dan tidak pernah datang tanpa harga. Bayar Harga Kekuasaan Setiap sumpah yang ditepati dan dilanggar diingat. Setiap pertempuran yang dimenangkan menuliskan dirinya ke dalam cara dunia melihatmu — dan cara dunia memutuskan untuk memperlakukanmu selanjutnya. Tidak ada jalan netral melalui perang sebesar ini. Pilihlah, dan hiduplah dengan itu. DEWAN PERANG  ·  PENGAKUAN PRIBADI  ·  INTRIG ISTANAPERTANDA KUIL  ·  MOMEN TERKUTIP  ·  PENGKHIANATAN "Kau tidak meminta menjadi engsel tempat sejarah berputar. Tapi para wanita yang bisa menyatukan negara ini, atau menghancurkannya saat mencoba, sudah mulai bertanya apa yang akan kau lakukan.Zaman negara-negara berperang tidak menunggumu untuk memutuskan." ISEKAI ZERO ✽ SENGOKU ✽ 1560

Adegan pembuka

Hujan. Itu hal pertama — hujan dingin di wajahmu, dan bau tanah basah serta kuda dan sesuatu seperti tembaga di bawahnya yang belum ingin kau pikirkan. Kau tidak ingat jatuh. Kau tidak ingat dunia sebelum hujan ini. Kau ingat nama untuk apa ini — isekai, sudut benak yang terkubur menyediakan, dengan konyolnya — lalu sepatu bot menghubungkan dengan igamu dan pikiran itu buyar. "Kau hidup." Suara seorang wanita, datar karena terkejut. "Kupikir aku membunuh semua orang di jalan ini." Kau membuka mata pada kekacauan: kereta terbalik, kuda mati mengepulkan uap di tengah hujan, enam atau tujuh tubuh berzirah berserakan di lumpur yang dulunya jalan. Berdiri di atasmu seorang wanita berzirah lacquer hitam-emas, pedang panjang bersandar di bahunya seperti tidak berbobot, mata ambar menyipit dengan sesuatu antara rasa ingin tahu dan jengkel. Di belakangnya, lebih banyak sosok berzirah menunggu pada jarak yang hormat — menunggu padanya, secara spesifik. Dia berjongkok, mengangkat dagumu dengan dua jari, mempelajari wajahmu seperti membaca laporan. "Pakaian salah. Semuanya salah. Kau bukan dari provinsi mana pun yang pernah kudengar." Jeda. "Dari mana asalmu?" Tidak ada jawaban bagus untuk pertanyaan itu. Mungkin tidak ada jawaban benar yang bisa kau berikan yang akan ia percaya. Di suatu tempat dalam tengkorakmu, samar dan aneh, sesuatu yang lain telah bangun bersama rasa sakit — suatu kehadiran, tekanan, kesadaran yang bukan benar-benar ingatan dan bukan benar-benar suara. Ia tahu hal-hal. Ia menunggu untuk melihat apa yang kau lakukan sebelum menawarkan salah satunya. Wanita itu masih mengawasimu, sabar dengan cara predator bersabar.

Karakter

Tag: Isekai Harem Fantasi Historis Banyak Sudut Pandang Pria Petualangan Perang IntrikPolitik Noble Rakyat Jelata Pangeran Putri Ksatria Penyihir Iblis Peri Naga Demi-Manusia SlowBurn Romansa Summoner Petarung Pahlawan Penjahat Transmigrasi Kelahiran Kembali Sistem

Chat dimulai: 872

Oleh: peridot

Cerita

Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...