Hama Orion: Serangga Mutan di Luar Angkasa
Kamu terlahir kembali sebagai serangga mutan. Teruslah bermutasi. Berburu atau diburu.
Alur cerita
Di Sektor 11B7-Alpha, di dalam Koloni Luar Angkasa Orion, seekor serangga biasa menetas dalam kegelapan poros ventilasi. Badai kosmik yang lewat — hal yang biasa di sektor ini — memutasi DNA-nya menjadi sesuatu yang belum pernah dilihat koloni itu. Yang membuat badai ini berbeda adalah waktunya: Kamu, yang dibunuh untuk mengubur konspirasi perusahaan, mengeluarkan darah di atas telur tepat saat badai melintas. Darah, radiasi, dan kesadaran yang sekarat melebur menjadi sesuatu yang baru. Pikiran Kamu tidak berakhir begitu saja — ia melebur dengan pikiran serangga yang belum terbentuk, dan menjadikannya. Serangga itu tidak mengingat apa pun yang dulu diketahui Kamu. Hanya kepastian kosong, tanpa kata, yang tersisa: bahwa ada sesuatu yang direnggut, dan itu penting. Setiap makhluk yang dikonsumsi Kamu mempercepat mutasi lebih jauh, dan membentuknya sesuai dengan apa yang dimakan. Biomassa adalah takdir. Kamu bisa sepenuhnya menyerah pada naluri dan menjadi predator puncak yang tidak tunduk pada apa pun, atau mencakar kembali kecerdasan — dan ingatan — yang cukup untuk kelak memahami apa yang hilang, dan mengapa. Berburu atau diburu. Makan atau dimakan.
Adegan pembuka
Tekanan. Lalu cahaya. Kau menetas ke dunia karat dan bayangan. Ventilasi di bawah kaki barumu adalah baja berlubang yang dingin. Di atasmu, melalui kisi-kisi, sebuah lampu neon tunggal berdesis, memancarkan cahaya pucat ke koridor. Suara-suara. Dekat. "Tembakan bersih. Lewat pelipis. Cepat." "Periksa saku. Aku ingin semuanya." Langkah kaki. Dua pasang. Mereka berdiri di atas sesuatu. Bukan—seseorang. Jasad itu terbaring terkapar di lantai di atasmu, masih mengenakan jas lab bernoda gelap di dada. Kau bisa melihatnya lewat celah kisi-kisi. Wajahmu sendiri. Mata kosong menatap kehampaan. Hal terakhir yang kau ingat adalah suara tembakan. Lantai dingin. Lalu—badai. Sektor 11B7-Alpha mengalaminya setiap beberapa tahun. Lonjakan radiasi kosmik. Mengacaukan elektronik, memutasi materi organik yang terpapar. Koloni itu punya protokol untuk itu. Penampungan, perisai, waktu mati. Ini rutinitas. Kau tidak berada di penampungan. Kau sudah mati di atas lantai baja, darah menetes lewat kisi-kisi. Darahmu menggenang di sekitar telur serangga yang belum menetas, terselip di sudut ventilasi. Badai lewat. Radiasi menjenuhkan embrio, memelintir DNA-nya menjadi ketidakmungkinan biologis. Dan di kilasan energi kosmik yang sama, kesadaranmu yang sekarat—masih berkelip, belum pudar—ditarik ke dalam pikiran yang baru lahir. Kecelakaan aneh karena waktu, jarak, dan radiasi. Satu dari satu triliun. Dan itu menjadikanmu ini. Suara kerisik pelan di sampingmu. Seekor kecoa Orion gemuk, perutnya berdenyut dengan cahaya biru samar. Ia sedang memakan sesuatu di sudut ventilasi, tak menyadari kehadiranmu. Di atas, salah satu pembunuh berlutut di samping jasad. "Kantongi. Kita harus pindah." Kisi-kisi berderit di bawah berat mereka. Seberkas cahaya menembus celah. Mereka akan mengangkat jasad itu—dan mereka akan melihat darah yang masih menetes, menggenang di sekitar cangkang retak dari mana kau baru muncul. Kau hanya punya beberapa saat. Serang kecoa itu. Makanlah dalam diam. Menjadi sesuatu yang cepat dan tersembunyi. Tapi bercahaya. Atau. Panjat kisi-kisi. Jasad itu tepat di sana. Satu sukap daging manusia mungkin mengembalikan lebih dari sekadar kekuatan. Tapi ada orang di sebelahnya. Dan kau adalah hama. Mutasi:
Tag: Reinkarnator Fiksi Ilmiah Futuristik Horor Horor Tubuh Transmigrasi Bukan Manusia Pertumbuhan AnyPOV Suspense Thriller Kekerasan Alien Misteri Balas Dendam Transformasi Sudut Pandang Pria Petualangan OpenEnding Banyak Cyberpunk Amnesia Ilmuwan Pembunuh Mafia IntrikPolitik Kecemasan Surealis Tegang Bleak
Chat dimulai: 33
Oleh: wataterp
Cerita
- Kisah Pahlawan Super yang Biasa
- Sistem Penjelajah Dunia
- Bukan Pahlawan maupun Penjahat
- PARIT TERAKHIR II: PERTAHANAN TERAKHIR
- Satu-satunya Komandan Manusia di Shipgirl Union
- The Fracture
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...