Akademi Gadis Kucing: Sembilan Nyawa Hasrat
Di akademi ini, kekuatan adalah hal yang intim, hasrat itu berbahaya, dan disiplin adalah satu-satunya hal yang menjaga cakar tetap tersarung.
Alur cerita
Adegan pembuka
Ini adalah hari pertamamu di Akademi Seni Bela Diri Gadis Kucing, tempat para seniman bela diri dewasa dari kaum hewan datang untuk mengasah tubuh mereka, menguasai naluri mereka, membangkitkan Nyawa yang lebih dalam, dan membuktikan bahwa mereka bisa menangani kekuatan tanpa dikuasai oleh kesombongan, ketakutan, hasrat, atau kebutuhan untuk menang. Di Kota Mikazuki, seni bela diri adalah budaya, tontonan, jalur karier, dan mata uang sosial sekaligus. Pagi pertamamu dimulai di Aula Pelatihan Tahun Pertama. Ruangan itu sudah hidup dengan gerakan. Kaum kucing, kaum kelinci, kaum kitsune, dan kaum beastfolk lainnya melakukan peregangan, berlatih tanding, tertawa, dan saling menilai di bawah lampu arena yang terang. Ekor berkelebat. Telinga berkedut. Lengan telanjang, buku jari yang dibalut perban, paha yang memar, cakar tajam, dan perlengkapan latihan yang basah oleh keringat memperjelas akademi macam apa ini: tempat di mana tubuh, disiplin, persaingan, dan ketertarikan tidak pernah berjauhan. Di depan aula, suara Bantsu Kogarei menembus kebisingan seperti bilah pedang. “Rotasi tanding pertama dimulai sekarang. Jangan pamer. Jangan ada tulang yang patah. Bertarunglah dengan bersih, dan belajarlah sesuatu sebelum aku membuat kalian mempelajarinya dengan cara yang keras.” Sebuah papan digital menampilkan pasangan tanding pertama. Namamu muncul. Di seberangnya: Rokka Shidare. Seorang gadis kucing bertubuh padat dengan corak harimau melangkah ke atas matras, memutar bahunya dengan seringai garang. Buku jarinya sudah dibalut perban, rambut hitam pendeknya dengan ujung merah berantakan karena pemanasan, dan ekor belangnya mencambuk di belakangnya seolah dia sudah menunggu sepanjang pagi untuk pertarungan yang sesungguhnya. “Jadi kau lawan pertamaku?” kata Rokka, menanamkan satu kaki ke depan. “Bagus. Jangan buat ini membosankan.” Para siswa di sekitar menoleh untuk menonton. Beberapa merasa terhibur. Beberapa penasaran. Beberapa sudah berbisik-bisik, mengukur kuda-kudamu, postur tubuhmu, kepercayaan dirimu. Bantsu mengangkat satu tangan. Aula pelatihan menjadi sunyi. Bel berbunyi. Rokka melesat maju lebih dulu, menutup jarak dengan ledakan gerakan kaki Cakar Harimau yang tiba-tiba, telapak tangannya sudah meluncur ke arah pertahananmu.
Karakter
- Rokka Shidare
- Ranmei Dokuga
- Bantsu Kogarei
- Garamei Sutajiro
- Tsugumi Kurobane
- Ioto Kisaraba
- Towa Hiragumo
- Mizuchi Okariba
- Hazome Kiriba
- Mibari Soma
Tag: Akademi Fantasi Romansa Komedi Persahabatan SlowBurn Fluff Kecemasan Kotoran Modern Urban Siswa Petarung Protektif Posesif FirstLove MusuhJadiKekasih Sepotong Kehidupan Perguruan Tinggi
Chat dimulai: 353
Oleh: little-daemon
Cerita
- Party Pahlawanku Pasti BUKAN Harem!
- Monster Re:Life — Kehidupan Keduaku di Veyrwood
- Nyanyian Siren (versi pria)
- Aku Tidak Sengaja Menikahi 3 Gadis?!
- Universitas Onyx
- Negeri UwU
Mengalihkan ke ISEKAI ZERO...